Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 10:39 WIB. Teknologi - Alibaba luncurkan proyek riset IoT berskala global yang akan dinamai DAMO (Discovery, Adventure, Momentum and Outlook).
  • 10:35 WIB. Nintendo - Nintendo ingin bawa banyak game dewasa ke Switch.
  • 10:33 WIB. Teknologi - Aca Pasific gelar ICT Solution Day yang jadi ajang berbagi ilmu pelaku IT.
  • 10:27 WIB. Xiaomi - Xiaomi berambisi mencetak rekor tahun ini dengan mengirim 90 juta ponsel.
  • 08:30 WIB. Nasional - Khofifah: Kiai Jatim minta bangun aliansi santri nasional.
  • 08:29 WIB. Jakarta - Anies-Sandi kunjungi SD di Cawang.
  • 08:28 WIB. Pangan - Mentan minta Bulog tidak beli bawang petani murah.
  • 08:27 WIB. Hukum - Presiden Jokowi bantah Perppu ormas represif.
  • 08:26 WIB. Pilgub Jabar - Iwa Karniwa masuk radar PDIP dalam Pilgub Jabar.
  • 06:31 WIB. Liga Champions Grup H (18/10) - Real Madrid 1 - 1 Tottenham Hotspurs
  • 06:19 WIB. Eropa - Pasar Eropa ditutup melemah, saham Airbus naik, Merlin jatuh 15%.
  • 06:17 WIB. Dollar - Dollar melonjak seiring pembicaraan calon kepala The Fed yang baru.
  • 06:15 WIB. Amerika Serikat - Korea Utara tebar propaganda anti-Amerika Serikat di kurikulum.
  • 06:13 WIB. Rusia - Otoritas Rusia kembali buka jalur feri ke Korea Utara.
  • 06:13 WIB. Korea Utara - Bom EMP Korut mampu bunuh 90 persen populasi di Amerika Serikat.

MUI Lebak Dukung Pemerintah Bubarkan HTI

Foto Berita MUI Lebak Dukung Pemerintah Bubarkan HTI
Warta Ekonomi.co.id, Lebak -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung pemerintah membubarkan organisasi kemasyarakatan (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Kami menilai HTI sebuah gerakan khilafah dan bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45 sebagai falsafah ideologi bangsa Indonesia," kata Ketua I MUI Kabupaten Lebak KH Baijuri di Lebak, Jumat (19/5/2017).

MUI Kabupaten Lebak tidak mempermasalahkan jika khilafah itu dijadikan sebuah ilmu pengetahuan, namun bila khilafah itu sudah dijadikan gerakan maka akan dilarang.

Pemerintah harus bersikap tegas dan tidak main-main apabila ormas HTI menjadikan dalam negara ada negara, katanya.

Ormas HTI yang mengusung khilafah sangat bertentangan dengan UUD 45 dan Pancasila sebagai falsafah ideologi negara Indonesia. 

Sebab, bangsa Indonesia sudah final menerima ideologi Pancasila dan UUD 45 dengan keanekaragaman perbedaan suku, bahasa, agama dan budaya.

Apabila HTI itu berniat mendirikan negara sendiri (khilafah) tentu bertabrakan dengan sistem negara Indonesia.

Selain itu juga HTI memandang Indonesia merupakan negara thogut atau (setan), karena tidak berazaskan Alquran dan Alhadist.

Kepemimpinan khilafah tersentralistik dan tidak cocok diberlakukan di negara Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika itu.

Dengan demikian, pihaknya setuju HTI dibubarkan karena bertentangan dengan pemerintah Indonesia.

"Kami melihat ormas HTI sudah tidak layak di Indonesia yang menganut pada ideologi Pancasila dan UUD 45 itu," katanya.

Menurut Baijuri, ideologi Pancasila dan UUD 45 di Indonesia tetap dipertahankan sepanjang masih ada ulama,kiyai dan santri. Sebab, pendiri Pancasila itu di antaranya adalah para alim ulama dan cocok diberlakukan di negara Indonesia.

Selain itu juga Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa mulai Sabang sampai Merauke. (Ant)

Tag: Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Baijuri

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Agus Bebeng

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,614.91 3,578.89
British Pound GBP 1.00 17,963.03 17,781.45
China Yuan CNY 1.00 2,057.74 2,037.40
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,557.00 13,423.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,636.82 10,527.66
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,736.03 1,718.83
Dolar Singapura SGD 1.00 10,008.12 9,907.74
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,968.79 15,806.92
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,210.66 3,177.42
Yen Jepang JPY 100.00 12,095.82 11,974.13

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5947.330 -2.371 565
2 Agriculture 1746.032 -6.706 18
3 Mining 1497.321 14.162 45
4 Basic Industry and Chemicals 631.109 -2.373 68
5 Miscellanous Industry 1389.217 -17.418 43
6 Consumer Goods 2528.206 20.530 45
7 Cons., Property & Real Estate 499.107 -1.781 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1182.386 -5.389 60
9 Finance 1026.190 -0.227 90
10 Trade & Service 918.058 -5.549 131
No Code Prev Close Change %
1 NAGA 179 240 61 34.08
2 MTWI 354 442 88 24.86
3 MBSS 422 525 103 24.41
4 ZINC 238 296 58 24.37
5 WICO 384 452 68 17.71
6 HDTX 408 468 60 14.71
7 ERTX 142 156 14 9.86
8 WINS 248 272 24 9.68
9 ARTA 580 635 55 9.48
10 PKPK 74 81 7 9.46
No Code Prev Close Change %
1 JIHD 605 500 -105 -17.36
2 PADI 1,410 1,250 -160 -11.35
3 SIPD 860 780 -80 -9.30
4 MDKI 328 300 -28 -8.54
5 SQMI 380 350 -30 -7.89
6 SRAJ 195 180 -15 -7.69
7 PUDP 545 505 -40 -7.34
8 VICO 296 276 -20 -6.76
9 AMAG 396 370 -26 -6.57
10 SPMA 248 232 -16 -6.45
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 394 402 8 2.03
2 BUDI 99 97 -2 -2.02
3 TLKM 4,450 4,400 -50 -1.12
4 BMTR 565 610 45 7.96
5 BBCA 20,725 20,500 -225 -1.09
6 WSBP 392 386 -6 -1.53
7 PBRX 500 500 0 0.00
8 ASII 8,375 8,250 -125 -1.49
9 PGAS 1,625 1,610 -15 -0.92
10 WSKT 2,040 2,010 -30 -1.47