Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 September 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 22:34 WIB. e-KTP - KPK menyatakan pemeriksaan Setya Novanto tergantung kondisi kesehatan.
  • 21:56 WIB. HPM - Honda optimis pameran GIIAS 2017 dapat mendongkrak penjualan di Jawa Timur.
  • 21:54 WIB. Gadget - Huawei merilis video sindiran terhadap kegagalan Face ID pada iPhone X.
  • 21:52 WIB. FSTJ - Food Station Tjipinang Jaya akan menggelar OP 75.000 ton beras di DKI Jakarta.
  • 21:52 WIB. VOD - Pelanggan Hooq diklaim tembus 10 juta.
  • 21:50 WIB. Gadget - Motorola mengeluarkan 3 ponsel baru berkualitas dengan harga bersahabat, yakni Moto G5S Plus, Moto E4 Plus, dan Moto C Plus.
  • 21:49 WIB. Malware - CCleaner dimanfaatkan hacker untuk menyusupkan malware ke dalam software-nya.
  • 21:44 WIB. Malware - Sekitar 21 juta perangkat Android diduga telah terinfeksi malware gara-gara pengguna menginstal aplikasi wallpaper.
  • 18:02 WIB. Isu PKI - Luhut sebut penyebar isu PKI kurang kerjaan.
  • 18:00 WIB. Transportasi - Garuda Indonesia tambah penerbangan Umrah.
  • 17:58 WIB. Pil Zombie - Fahira sebut pengedar pil PCC layak dihukum mati.
  • 17:52 WIB. Liverpool - Presiden Barcelona, Josep Bartomeu sebut timnya gagal rekrut Coutinho karena Liverpool menaikkan harga jelang penutupan transfer.

Wamen ESDM Akan Fokus Benahi Tiga Hal ini di Sektor Migas

Foto Berita Wamen ESDM Akan Fokus Benahi Tiga Hal ini di Sektor Migas
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyatakan fokus mencari solusi pada tiga permasalahan utama yang dihadapi industri minyak dan gas bumi (migas) nasional.

"Setelah menghadiri konvensi Asosiasi Migas Indonesia (IPA) banyak saran dan kritik kepada kami dan disimpulkan ada tiga isu utama yang harus segera kami cari solusinya dalam beberapa waktu ke depan," kata Arcandra dalam acara penutupan IPA di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Ketiga permasalahan tersebut, pertama adalah terkait dukungan politik untuk membuat suasana iklim investasi lebih kondusif, kedua adalah akomodasi fiskal di mana kebijakan tersebut mampu mengarahkan arah perekonomian dari perspektif migas dalam efisiensi pengeluaran dan pendapatan negara. Kemudian ketiga adalah terkait dengan revisi penyelesaian UU migas yang baru masih urung selesai.

"Tujuan dari semua itu adalah untuk mengurangi ketidakpastian investasi bagi investor global," katanya. Kementerian ESDM dalam hal ini berperan untuk memfasilitasi para investor mengembangkan migas nasional dalam mencapai tujuan bersama.

Mantan Menteri ESDM tersebut ingin mengembangkan dan memelihara hubungan timbal balik yang bersifat jangka panjang. Kementerian ESDM berkomitmen untuk membuat iklim investasi lebih atraktif dan lebih berkembang serta menarik bagi investor.

Salah satunya disinggung skema "Gross Split" yang masih hangat diperbincangkan. Ia tetap menegaskan lelang wilayah karya dengan menggunakan skema "Gross Split" "Untuk Blok baru kita tetap pakai gross split yang ditawarkan. Kalau ditanyakan banyak yang mau atau tidak itu adalah investment strategi dari investor. Apakah blok yang ditawarkan menarik atau tidak? menariknya itu dari segi datanya," kata Arcandra.

"Gross Split" merupakan skema bagi hasil yang biaya operasionalnya diserahkan kepada kontraktor kerja sama, tanpa menggunakan APBN layaknya 'cost recovery' yang skema sebelumnya. Terkait dengan lesunya tanggapan dari investor, Arcandra menanggapi jangan melihat dari satu sisi, iklim investasi juga dinilai memang sedang menurun semua di minyak dan gas bumi (migas).

"Kalau sekarang kan lebih terbuka dari hal-hal yang dulu pernah dibuat. Kami buka sekarang, apa saja yang dibutuhkan. Jadi bukan iklim investasinya, ada kombinasi antara investor strategi ke depan akan seperti apa," katanya.

Mantan menteri ESDM tersebut mengatakan masih melihat dulu perkembangan investasi ke depan, tidak ingin berkomentar terkait optimistis atau tidaknya. (ant)

Tag: migas, Archandra Tahar

Penulis: ***

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Nusakini.com

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,552.97 3,517.59
British Pound GBP 1.00 18,004.72 17,821.07
China Yuan CNY 1.00 2,033.27 2,013.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,324.00 13,192.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,611.23 10,503.47
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,707.92 1,690.94
Dolar Singapura SGD 1.00 9,890.88 9,788.53
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,942.17 15,778.95
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,181.47 3,146.95
Yen Jepang JPY 100.00 11,941.21 11,821.85

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5901.326 16.715 559
2 Agriculture 1783.327 -0.607 18
3 Mining 1475.072 19.006 44
4 Basic Industry and Chemicals 607.623 -2.002 67
5 Miscellanous Industry 1335.079 9.143 41
6 Consumer Goods 2548.786 -5.073 45
7 Cons., Property & Real Estate 507.574 5.183 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1227.754 -0.972 60
9 Finance 990.156 3.005 89
10 Trade & Service 920.632 9.128 130
No Code Prev Close Change %
1 DGIK 67 79 12 17.91
2 MEDC 740 845 105 14.19
3 SONA 1,850 2,100 250 13.51
4 BSWD 1,540 1,745 205 13.31
5 INCF 190 214 24 12.63
6 BUMI 202 224 22 10.89
7 MCOR 204 226 22 10.78
8 APII 234 258 24 10.26
9 BMTR 496 545 49 9.88
10 LPLI 175 192 17 9.71
No Code Prev Close Change %
1 HDTX 420 318 -102 -24.29
2 AHAP 195 160 -35 -17.95
3 VINS 167 146 -21 -12.57
4 BBMD 1,400 1,225 -175 -12.50
5 RMBA 428 380 -48 -11.21
6 MICE 400 368 -32 -8.00
7 ALKA 450 418 -32 -7.11
8 ASMI 980 915 -65 -6.63
9 PKPK 86 81 -5 -5.81
10 IGAR 418 394 -24 -5.74
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 342 356 14 4.09
2 WAPO 126 123 -3 -2.38
3 PGAS 1,715 1,620 -95 -5.54
4 SSMS 1,450 1,490 40 2.76
5 LEAD 102 112 10 9.80
6 ASRI 364 402 38 10.44
7 PBRX 462 464 2 0.43
8 TRAM 160 168 8 5.00
9 VRNA 102 100 -2 -1.96
10 WSKT 1,815 1,905 90 4.96