Portal Berita Ekonomi Sabtu, 08 Agustus 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Business Barometer: Indonesia CEO Survey

Business Barometer: Indonesia CEO Survey
WE Online, Jakarta -

Menurut hasil survei yang dirilis oleh perusahaan riset dan konsultasi global Oxford Business Group (OBG) bekerja sama dengan PwC Indonesia, tingkat kepercayaan dan harapan investor di Indonesia saat ini sedang meningkat. Namun, yang menjadi kekhawatiran adalah masih adanya ketidakpastian politik, kurangnya infrastruktur yang memadai, dan juga sering terjadinya perubahan legislatif yang sering terjadi. Meskipun demikian, business outlook di Indonesia dinilai akan tetap membaik.

Sebagai bagian dari Business Barometer: Indonesia CEO Survey yang pertama kepada para pejabat eksekutif tingkat tinggi dari seluruh sektor industri dalam serangkaian survey dilakukan secara tatap muka dengan tujuan untuk mengukur sentimen bisnis. Hasil survey ini sudah tersedia dan dapat diakses di OBG?s Editors? Blog.

Dari yang hasil survey yang dilakukan, 92% responden menyatakan harapan yang sangat positif terhadap kondisi bisnis lokal dalam jangka waktu 12 bulan ke depan. Secara terpisah, 40% dari CEO yang disurvey mengatakan bahwa kemungkinan besar mereka akan melakukan investasi modal dengan jumlah yang signifikan dalam waktu dekat.

Survei yang dilakukan OBG juga menyoroti sektor swasta yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia, dimana lebih dari separuh (54%) responden menghitung bahwa kurang dari 20% bisnis mereka dihasilkan dari belanja pemerintah.

Namun, prosedur birokrasi yang menyulitkan masih menjadi penghalang bagi para pengambil keputusan. Sekitar 50% responden yang disurvey menyampaikan bahwa birokrasi yang rumit merupakan kekhawatiran mereka dalam berbisnis di Indonesia. Kekhawatiran lainnya terkait dengan sumber daya manusia.

PwC Indonesia Senior Partner Irhoan Tanudiredja mengatakan, "Persepsi positif dari para responden yang disurvey terkait dengan iklim investasi di Indonesia merupakan pertanda baik bagi pertumbuhan dalam negeri di tahun mendatang. Hal tersebut juga menunjukkan paket kebijakan ekonomi dan juga upaya pemerintah untuk menyederhanakan birokrasi serta meningkatkan transparansi sudah memberikan hasil, meskipun masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan."

OBG?s Managing Editor for Asia, Paulius Kuncinas, mengatakan bahwa sentimen bisnis di Indonesia mulai membaik dengan meningkatnya foreign direct investment sebesar 2.1% pada kuartal IV tahun 2016, menurut data BKPM terhelat.

?Perkembangan ekonomi Indonesia akan didorong oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga serta investasi sektor swasta misalnya seperti sektor perumahan, infrastruktur, energi, dan manufaktur, " ujar Paulius.

Kuncinas menambahkan bahwa pertumbuhan diatas target 5,1% pada tahun 2017 bisa terlampaui jika pemerintah dapat mempercepat proyek infrastrukturnya.

?Tantangan utama di Indonesia adalah kurangnya infrastruktur yang memadai dan juga biaya logistik yang masih relatif tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Namun, survey yang kami lakukan menunjukkan bahwa harapan para pemimpin bisnis yang sangat positif akan berujung pada peningkatan nilai investasi pada tahun 2017,? ujar Kuncinas.

Tag: oxford business group, Ekonomi Indonesia

Penulis/Editor: Sufri Yuliardi

Foto: Sufri Yuliardi

Baca Juga

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,925.40 3,885.82
British Pound GBP 1.00 19,310.01 19,112.04
China Yuan CNY 1.00 2,113.12 2,091.20
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,720.24 14,573.77
Dolar Australia AUD 1.00 10,619.18 10,510.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,899.36 1,880.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,735.30 10,626.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,442.01 17,267.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,510.67 3,471.60
Yen Jepang JPY 100.00 13,942.26 13,802.23
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5143.893 -34.379 697
2 Agriculture 1182.126 4.501 23
3 Mining 1420.039 -17.397 48
4 Basic Industry and Chemicals 750.026 -7.720 80
5 Miscellanous Industry 936.518 5.337 52
6 Consumer Goods 1901.378 -17.731 58
7 Cons., Property & Real Estate 287.698 -4.036 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 891.398 -15.669 78
9 Finance 1123.701 -6.899 93
10 Trade & Service 635.015 7.240 173
No Code Prev Close Change %
1 IPOL 70 92 22 31.43
2 TOYS 436 545 109 25.00
3 WOWS 72 89 17 23.61
4 OPMS 128 151 23 17.97
5 YULE 172 197 25 14.53
6 BBHI 146 167 21 14.38
7 EMTK 4,290 4,900 610 14.22
8 DART 220 248 28 12.73
9 CSRA 310 346 36 11.61
10 PTSN 208 232 24 11.54
No Code Prev Close Change %
1 PGJO 55 50 -5 -9.09
2 VRNA 115 107 -8 -6.96
3 INDO 130 121 -9 -6.92
4 IBFN 290 270 -20 -6.90
5 LUCK 232 216 -16 -6.90
6 PGLI 204 190 -14 -6.86
7 BAYU 1,100 1,025 -75 -6.82
8 APII 191 178 -13 -6.81
9 TARA 59 55 -4 -6.78
10 CSMI 208 194 -14 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 1,150 1,080 -70 -6.09
2 ANTM 835 840 5 0.60
3 BBKP 182 193 11 6.04
4 UNTR 23,775 24,700 925 3.89
5 GIAA 258 260 2 0.78
6 TLKM 3,020 2,980 -40 -1.32
7 PURA 124 126 2 1.61
8 MDKA 2,020 2,050 30 1.49
9 PWON 388 376 -12 -3.09
10 ERAA 1,525 1,620 95 6.23