Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Sport & Lifestyle
Video
Indeks
About Us
Social Media

Perlu Tidaknya Mengambil Asuransi Kartu Kredit

Perlu Tidaknya Mengambil Asuransi Kartu Kredit Kredit Foto: Unsplash/Oliur
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di era serba cepat saat ini, penggunaan?kartu kredit menjadi sebuah pilihan. Apalagi ada?berbagai keuntungan yang bisa didapatkan, seperti diskon serta cashback saat berbelanja. Namun, pernahkah Anda ketahui bahwa ada program atau fasilitas yang diberikan oleh penerbit kartu kredit yaitu Asuransi Kartu kredit?

Masih banyak orang yang belum mengetahui program ini dan ada baiknya menjadi bahan pertimbangan Anda untuk menggunakan program ini. Berikut ini, beberapa pertimbangan untuk mengambil fitur kartu kredit tersebut atau tidak, yaitu

Cek Cashflow

Arus kas atau cashflow menjadi salah satu pertimbangan apakah anda perlu atau tidak dalam mengambil asuransi di kartu kredit. Jika cashflow?baik dan lancar maka tidak masalah, Anda tidak perlu mengambil asuransi tersebut.

Sudah Cukup Memiliki Asuransi

Bila sudah memiliki asuransi kesehatan dan asuransi jiwa sendiri, Anda tidak perlu menambah lagi dari asuransi yang ditawarkan pihak kartu kredit. Anda sama saja membuang uang lebih untuk hal yang sudah ada. Lebih baik bisa mengalihkan untuk alokasi tujuan keuangan lainnya. Tentu ada perhitungan khusus bagaimana menilai cukup atau tidaknya asuransi seseorang. Belum tentu asuransi yang dimiliki saat ini cukup untuk Anda. Pastikan Anda berkonsultasi dengan perencana keuangan yang terpercaya.

Rata-rata Penggunaan Kartu Kredit

Seberapa besar nominal yang sering Anda gunakan pada kartu kredit. Bila sering menggunakan kartu kredit dan jumlah penggunaannya cukup besar, Anda bisa mempertimbangkan untuk menggunakan asuransi kartu kredit. Namun yang perlu dipahami, semakin besar total tagihan Anda maka premi asuransi juga semakin besar.

Limit Kartu Kredit

Ini berhubungan juga dengan penggunaan kartu kredit. Seberapa besar limit yang diberikan pihak bank kepada Anda? Umumnya limit yang diberikan pihak bank sebesar 2-3 kali gaji, namun bukan sebuah patokan. Yang menjadi bahan pertimbangan apakah Anda mengambil asuransi dari kartu kredit atau tidak adalah seberapa banyak Anda menggunakan kartu kredit hingga mencapai batas limit. Semakin sering menggunakan kartu kredit mencapai batas limit maka potensi untuk menggunakan asuransi kartu kredit juga bertambah.

Mungkin Anda masih bingung, apa itu asuransi kartu kredit? Maksud di sini adalah, apabila Anda mengalami cacat total atau meninggal dunia maka tagihan terakhir tidak akan tertagih kepada ahli waris alias lunas karena sudah dibayarkan oleh pihak asuransi. Mungkin sekilas Anda melihat sebuah keuntungan dan proteksi bertambah, namun bila tidak termasuk dalam kategori yang saya sampaikan di atas, Anda sama saja membayar premi yang berlebihan atau biasa kita sebut mubazir. Jadi bijaklah dalam mengambil keputusan apakah perlu atau tidak dalam mengambil asuransi kartu kredit.

Editor: Cahyo Prayogo

Bagikan Artikel:

Video Pilihan