Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 04:44 WIB. Liga Belanda (22/10) - FC Twente 3 - 0 Roda JC Kerkrade
  • 04:42 WIB. Liga Prancis (22/10) - Monaco 2 - 0 Caen
  • 04:40 WIB. Liga Jerman (22/10) - Hamburg SV 0 - 1 Bayern Muenchen
  • 04:40 WIB. Liga Jerman (22/10) - Eintrach Frankfurt 2 - 2 Dortmund
  • 04:38 WIB. Liga Spanyol (22/10) - Barcelona 2 - 0 Malaga
  • 04:38 WIB. Liga Italia (22/10) - Napoli 0 - 0 Inter Milan
  • 23:21 WIB. Liga Inggris (21/10) - Swansea 1 - 2 Leicester City
  • 23:20 WIB. Liga Inggris (21/10) - Huddersfield 2 - 1 Manchester United
  • 23:20 WIB. Liga Inggris (21/10) - Manchester City 3 - 0 Burnley
  • 23:20 WIB. Liga Inggris (21/10) - Chelsea 4 - 2 Watford
  • 22:51 WIB. Politik - Sandiaga janji akan temui Ahok di Mako Brimob.
  • 22:50 WIB. Jakarta - PDIP: Tak perlu ada paripurna untuk Anies-Sandi.
  • 22:49 WIB. Politik - Prabowo sebut nilai Demokrasi di Indonesia dalam titik rawan.

Kementan Raih WTP, Mentan: Ini Sejarah, Dapatnya Berdarah-darah

Foto Berita Kementan Raih WTP, Mentan: Ini Sejarah, Dapatnya Berdarah-darah
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut capaian opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Kementerian Pertanian pada tahun anggaran 2016 yakni Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menjadi catatan sejarah. 

"Capaian ini kami laporkan adalah sejarah di negeri kita, khususnya pangan. Jagung tidak ada impor sampai dengan hari ini, dan ini setelah puluhan tahun. Dulu kita impor 3,6 juta ton kurang lebih Rp10 triliun, sekarang nol. Ini prestasi," katanya dalam penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan BPK-RI di Jakarta, Senin (5/6/2017).

Amran mengucapkan rasa terima kasih atas pemberian opini WTP yang diraih kementerian yang dipimpinnya.

Menurut dia, pencapaian tersebut menjadi salah satu hal yang dinantikan setelah sekian lama. Terlebih, capaian WTP itu menjadi yang pertama setelah sebelumnya Kementerian Pertanian kerap mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). 

Amran juga menuturkan, opini WTP didapat dengan segenap usaha keras. 

"Jadi bukan begitu saja tiba-tiba muncul ini WTP. Dan kami janji kalau ada yang main-main di Kementan, artinya dia sudah siap tinggalkan Kementan," katanya.

"Berdarah-darah"

Anggota IV BPK Rizal Djalil dalam kesempatan yang sama mengatakan proses pencapaian WTP bagi Kementan dicapai dengan kerja keras dan "berdarah-darah". 

Hal itu disampaikan menyusul kasus suap untuk mendapatkan opini WTP di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan BPK beberapa waktu lalu.

"Tidak ada upaya dan kegiatan yang melanggar etika. Ketemu saya saja susah kok. Jadi yakin dan percaya WTP ini tidak ada kaitannya dengan berita yang berkembang itu," katanya.

Rizal juga menekankan, publik tak perlu meragukan menteri dalam menyelesaikan semua pekerjaan di lapangan.

"Jangan ada keraguan soal itu. Kami bertanggung jawab. Saya siap berdebat dengan siapa pun. Apa yang kita sampaikan secara ilmiah kita pertanggungjawabkan," tegasnya.

Rizal mengatakan perhatian Presiden Jokowi terhadap pertanian sangat besar. Oleh karena itu, pangan menjadi prioritas utama dalam pembangunan pertanian. 

"Alhamdulillah produksi kita meningkat, barang ada, hanya spekulan yang bermain," kata Rizal.

Sejumlah upaya yang dilakukan Kementan hingga mencapai opini WTP diantaranya menyempurnakan regulasi tentang teknis penatausahaan persediaan, petunjuk teknis akuntansi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), jenis dan tarif jenis PNBP Kementan serta petunjuk teknis pengelolaan PNBP Kementan.

Upaya lainnya yakni dengan peningkatan sumber daya manusia di bidang keuangan serta pengembangan aplikasi pendukung laporan keuangan dan mempercepat penyelesaian atas pemeriksaan BPK tahun sebelumnya.

Kementan juga mengklaim bantuan pemerintah berupa benih, alat dan mesin pertanian hingga bantuan perluasan sawah berkontribusi dalam pencapaian tersebut. (Ant)

Tag: Andi Amran Sulaiman, Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Arif Hatta

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,622.47 3,586.11
British Pound GBP 1.00 17,819.44 17,635.67
China Yuan CNY 1.00 2,055.47 2,034.89
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,585.00 13,449.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,652.00 10,542.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,741.38 1,723.90
Dolar Singapura SGD 1.00 9,998.53 9,896.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,058.83 15,892.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,215.77 3,181.31
Yen Jepang JPY 100.00 12,005.13 11,881.79

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5929.549 19.019 564
2 Agriculture 1754.087 -2.560 18
3 Mining 1527.878 5.182 45
4 Basic Industry and Chemicals 634.942 2.086 68
5 Miscellanous Industry 1351.937 10.222 43
6 Consumer Goods 2506.331 7.379 45
7 Cons., Property & Real Estate 504.424 4.833 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1160.979 7.471 59
9 Finance 1030.441 4.914 90
10 Trade & Service 913.092 -9.075 131
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 462 575 113 24.46
2 AKSI 442 545 103 23.30
3 BACA 193 220 27 13.99
4 TRAM 135 152 17 12.59
5 WTON 575 635 60 10.43
6 NIPS 428 470 42 9.81
7 GPRA 143 157 14 9.79
8 BPFI 450 490 40 8.89
9 DSFI 119 129 10 8.40
10 BRAM 7,200 7,775 575 7.99
No Code Prev Close Change %
1 TRUS 195 127 -68 -34.87
2 HOME 272 214 -58 -21.32
3 TIFA 244 197 -47 -19.26
4 HDTX 478 390 -88 -18.41
5 BIRD 4,700 4,260 -440 -9.36
6 APII 254 234 -20 -7.87
7 MPPA 635 585 -50 -7.87
8 ADMG 224 208 -16 -7.14
9 BUVA 560 525 -35 -6.25
10 JGLE 133 125 -8 -6.02
No Code Prev Close Change %
1 HOME 272 214 -58 -21.32
2 TRAM 135 152 17 12.59
3 BUMI 204 212 8 3.92
4 TIFA 244 197 -47 -19.26
5 TLKM 4,210 4,270 60 1.43
6 PBRX 500 500 0 0.00
7 WIKA 1,810 1,900 90 4.97
8 BBCA 20,325 20,350 25 0.12
9 PGAS 1,660 1,680 20 1.20
10 SRIL 390 388 -2 -0.51