Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:57 WIB. Eredivisie Belanda - Heracles 2 vs 1 SC Heerenveen
  • 05:55 WIB. Ligue 1 Prancis - Lyon 2 vs 1 Angers
  • 05:54 WIB. Ligue1 Prancis - Dijon 3 vs 2 Rennes
  • 05:53 WIB. LaLiga Spanyol - Deportivo Alaves 2 vs 2 Real Valladolid

Heru Ingin Bank Besar Jadi Bapak Angkat Bank Kecil

Heru Ingin Bank Besar Jadi Bapak Angkat Bank Kecil - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Calon Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiyana mendorong bank dengan skala kecil untuk terintegrasi dengan bank yang lebih besar, agar bank kecil seperti Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Perkreditan Rakyat (BPR), serta BPR Syariah dapat berkembang.

Menurut dia keberadaan bank kecil tersebut tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang perbankan di Indonesia. Namun untuk mendorong konsolidasi di bank yang mayoritas masuk kategori Bank Usaha Kegiatan Usaha (BUKU) I dan II itu tidak akan mudah mengingat banyaknya jumlah bank di kategori tersebut.

"Konsolidasi harus berhari-hari dalam tahap awal bank-bank kecil barangkali akan dikembangkan, tidak accros the board, dikembangkan sesuai kapasitas mereka. Kita akan membuat kolam yang pas baik bagi mereka dan kompetisi yang fair," ujarnya saat uji kepatutan dan kelayakan calon anggota dewan komisioner OJK di Komisi XI DPR, Jakarta, Selasa (6/6/2017).

Untuk itu, dirinya akan mencoba untuk membuat semacam chanelling agar bank besar bekerja sama dengan bank kecil. Dengan begitu bank kecil tetap bisa hidup sambil mengefisiensikan diri, sementara bank besar bisa tetap melayani nasabah-nasabah mereka yang ada di daerah.

"Misalnya saja BCA, tidak akan mampu mereka melayani nasabahnya yang kecil di Maluku. Maka alangkah baiknya bisa menjadi seperti "bapak angkat" agar bank kecil lebih efisien, dengan menjual kelebihan teknologi informasi ke bank-bank kecil," jelas dia.

OJK sebenarnya telah me-launching pilot project untuk transfomasi BPD. Bahkan langkah ini didukung oleh Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), sehingga dapat mendorong para anggotanya untuk meningkatkan kapasitasnya dengan program tersebut.

"Kelemahannya (BPD) itu mengenai governance, daya saing, dan sistem teknkologi informasinya (TI). Kita ingin kelemahan itu dibenahi sehingga BPD betul-betul menjadi bank yang berkompetisi dan mengembangkan ekonomi daerah. Misal untuk masalah TI, mereka enggak perlu bangun TI sendiri karena sistem TI-nya akan kita satukan," tutupnya.

Tag: Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Heru Kristiyana, Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rizka Kasila Ariyanthi

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Feb
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10