Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 September 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 18:17 WIB. Gadget - Maimang 6 sudah tersedia melalui sistem pre-order dengan harga sekitar US$365 atau sekitar Rp4,7 juta.
  • 18:15 WIB. Gadget - Maimang 6 hadir sebagai smartphone pertama Huawei yang memiliki rasio layar 18:9.
  • 18:13 WIB. Gadget - Huawei resmi rilis smartphone anyar dengan 4 kamera bernama Maimang 6 untuk pasar China.
  • 18:11 WIB. Malware - Cisco Talos: Serangan malware pada CCleaner hanya menyasar perusahaan teknologi kenamaan.
  • 13:07 WIB. Rohingya - PM Bangladesh inginkan adanya sebuah "Safe Zone" bagi etnis Rohingya di Myanmar.
  • 13:02 WIB. Iran - Abaikan pidato Trump, Iran malah berencana perkuat kapabilitas nuklirnya.
  • 12:59 WIB. Korea Utara - Rusia imbau agar ketegangan antara AS dan Korea Utara dapat segera mereda.
  • 12:58 WIB. Damaskus - Israel diduga terlibat atas aksi serangan roket di bandara Damaskus.
  • 12:56 WIB. Gunung Everest - Otoritas Nepal akan ukur ulang Gunung Everest.
  • 12:55 WIB. Festival Kopi - Istanbul menjadi tuan rumah penyelenggaraan festival kopi internasional.
  • 12:54 WIB. Suriah - Suriah: AS gunakan teroris Al-Nusra untuk gagalkan pembicaraan damai.
  • 12:53 WIB. Rohingya - Tujuh negara desak DK PBB gelar pertemuan guna bahas krisis kemanusiaan Rohingya.
  • 12:52 WIB. Rohingya - Pengadilan Internasional: Myanmar bersalah karena telah lakukan aksi genosida.
  • 12:51 WIB. Jepang - Jepang siap siaga pasca pernyataan Korea Utara yang siap ledakkan Bom Hidrogen di Samudera Pasifik.
  • 12:50 WIB. Jepang - China: Jepang jangan hanya bicara soal sanksi Korea Utara.

Samsung Gandakan Produksi Ponsel di India

Foto Berita Samsung Gandakan Produksi Ponsel di India
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Samsung Electronics berencana untuk melipatgandakan kapasitas produksi untuk ponsel dan lemari es di pabrik utamanya di India, melebarkan sayap mereka di negara di mana pesaing A.S. Apple Inc telah mulai merakit ponsel.

Perusahaan Korea Selatan tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (7/6/2017) bahwa pihaknya akan menghabiskan 49 miliar rupee (US$ 764 juta) selama tiga tahun untuk memperluas pabrik tersebut pada tambahan 35 hektar di lokasi di pinggiran New Delhi, dan akan ada juga pabrik pembuatan televisi.

India adalah pasar smartphone kedua terbesar di dunia dan menjadi medan pertempuran bagi pembuat handset yang berlomba-lomba untuk pangsa yang lebih besar karena penjualan di pembangkit tenaga listrik Asia China mulai tertinggal.

"Samsung ingin mengurangi ketergantungan mereka pada manufaktur di Vietnam dan mengalihkan lebih banyak operasi ke India," kata Tarun Pathak, associate director di perusahaan riset teknologi Counterpoint.

"India terlihat seperti sentra manufaktur yang menjanjikan di tahun-tahun mendatang dan Samsung bisa menjadikannya basis mereka untuk ekspor," ujarnya

Ekspansi Samsung juga datang pada suatu waktu Pemerintah Perdana Menteri India, Narendra Modi, mendorong peningkatan produksi teknologi melalui inisiatif "Make in India" yang diluncurkan pada tahun 2014.

Apple mulai merakit model iPhone SE-nya bulan lalu di pusat teknologi India selatan Bengaluru dan seorang pejabat pemerintah mengatakan bahwa hal itu dapat meningkatkan pangsa produksi lokal dari waktu ke waktu.

Tag: Samsung Electronics Co Ltd, India, Tarun Pathak, Narendra Modi, Apple Inc

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Cahyo Prayogo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,571.10 3,535.18
British Pound GBP 1.00 18,194.37 18,008.34
China Yuan CNY 1.00 2,033.37 2,013.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,392.00 13,258.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,613.16 10,504.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,715.14 1,697.94
Dolar Singapura SGD 1.00 9,927.35 9,824.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,008.80 15,845.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,191.61 3,156.67
Yen Jepang JPY 100.00 11,967.83 11,844.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5911.708 5.135 559
2 Agriculture 1790.848 -1.819 18
3 Mining 1449.686 -23.409 44
4 Basic Industry and Chemicals 611.796 -1.479 67
5 Miscellanous Industry 1315.476 -6.099 41
6 Consumer Goods 2534.872 -26.293 45
7 Cons., Property & Real Estate 502.874 -3.817 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.129 -6.709 60
9 Finance 1012.974 22.847 89
10 Trade & Service 916.246 -7.545 130
No Code Prev Close Change %
1 POLY 60 81 21 35.00
2 HDTX 318 396 78 24.53
3 ADMG 171 198 27 15.79
4 OASA 418 482 64 15.31
5 BMTR 540 610 70 12.96
6 NAGA 210 236 26 12.38
7 RMBA 382 428 46 12.04
8 OKAS 545 600 55 10.09
9 PNLF 240 264 24 10.00
10 NIKL 3,150 3,460 310 9.84
No Code Prev Close Change %
1 VOKS 324 290 -34 -10.49
2 INCF 220 200 -20 -9.09
3 KPIG 1,235 1,140 -95 -7.69
4 RDTX 6,950 6,450 -500 -7.19
5 INCO 2,790 2,600 -190 -6.81
6 SCMA 2,340 2,200 -140 -5.98
7 WAPO 121 114 -7 -5.79
8 SIPD 860 815 -45 -5.23
9 BYAN 6,500 6,200 -300 -4.62
10 JGLE 155 148 -7 -4.52
No Code Prev Close Change %
1 BMTR 540 610 70 12.96
2 BBCA 19,050 19,875 825 4.33
3 TLKM 4,690 4,640 -50 -1.07
4 BBRI 15,025 15,675 650 4.33
5 MEDC 895 920 25 2.79
6 KBLI 456 442 -14 -3.07
7 AGRO 570 620 50 8.77
8 BMRI 6,600 6,600 0 0.00
9 UNVR 51,000 50,000 -1,000 -1.96
10 PGAS 1,625 1,610 -15 -0.92