Portal Berita Ekonomi Minggu, 05 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:39 WIB. IDR/USD - 16.337 (30/3), 16.310 (31/3), 16.450 (1/4), 16.475 (2/4), 16.425 (3/4).
  • 11:37 WIB. CNY/USD - 7,1003 (30/3), 7,0825 (31/3), 7,1001 (1/4), 7,0841 (2/4), 7,0928 (3/4).
  • 11:35 WIB. JPY/USD - 107,82 (30/3), 107,54 (31/3), 107,17 (1/4), 107,92 (2/4), 108,46 (3/4).
  • 11:33 WIB. USD/GBP - 1,2418 (30/3), 1,2420 (31/3), 1,2378 (1/4), 1,2394 (2/4), 1,2262 (3/4).
  • 11:31 WIB. USD/EUR - 1,1048 (30/3), 1,1031 (31/3), 1,0964 (1/4), 1,0858 (2/4), 1,0809 (3/4).

Star Energy Tingkatkan Kapasitas Geothermal Sebesar 1.200 MW

Star Energy Tingkatkan Kapasitas Geothermal Sebesar 1.200 MW - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Star Energy akan meningkatkan kapasitas produksi listrik tenaga panas bumi (PLTP) atau Geothermal menjadi 1.200 Megawatt pada 2028.

"Tentu ini memerlukan proses dan tahapan, kami juga telah melakukan eksplorasi di Lampung dan Sulawesi untuk sumber panas bumi baru nantinya," kata Hadi Kuwoyo, Koordinator Komunikasi Star Energy kepada wartawan di Bogor, Jumat malam (9/6/2017).

Ia mengatakan, saat ini kapasitas produksi Star Energy baru 934 Megawatt, disuplai dari tiga unit yakni PLTP Gunung Salak sebesar 377 Megawatt, Darajat 270 Megawatt, dan PLTP Wayang Windu, sebesar 287 Megawatt. Menurut Hadi, peningkatan kapasitas produksi tersebut merupakan komitmen Star Energy dalam mendukung program pemerintah untuk menyediakan sumber listrik dan panas bumi.

"Kami berkomitmen menjadi perusahaan pemasok listrik untuk negeri," katanya.

Saat ini, lanjut Hadi, Star Energy sedang melakukan sinkronisasi pascaakuisi dari Chevron Corporation di Gunung Salak dan Darajat. Ia menyebutkan, sejak pergantian kepemilikan, perusahaan dapat berjalan dengan baik. Manajemen Start Enery fokus pada keselamatan aset, dan lingkungan. Menyelesaikan internal perusaan termasuk administrasi yang mengalami perubahan.

"Walaupun begitu, kami tetap memastikan pasokan listrik dan distribusi tetap berjalan tidak ada gangguan," katanya.

Star Energy menjadi pengelola pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) terbesar di Indonesia pascaakuisisi dua aset Chevron Corporation yakni Gunung Salak dan Darajat (berita Antara, 16 April 2017). Konsorsium Star Energy pada 31 Maret 2017 telah menyelesaikan pembelian dua aset PLTP Chevron yakni Gunung Salak dan Darajat. Sementara, untuk aset panas bumi Chevron di Filiphina paling lambat tuntas pada akhir 2017.

Pada 22 Desember 2016, Konsorsium Star Energy dan Chevron meneken "share sale and purchase agreement" untuk dua aset di Indonesia dan satu aset di Filiphina. Nilai akuisisi ketiga aset tersebut diperkirakan mencapai 2,3 miliar dolar AS atau setara Rp31 triliun. Konsorsium Star Energy untuk pembelian PLTP yang dikelola Chevron terdiri atas Star Energy Group Holding, Star Energy Geothermal, AC Energy (Ayala Group di Filiphina), dan EGCO dari Thailand.

Grup Start Energy menguasai 68,31 persen saham konsorsium, sementara AC Energy 19,3 persen, dan EGCO 11,89 persen. Dua aset PLTP Chevron di Indonesia yang dijual kepada Konsorsium Star Energy adalah Gunung Salak di Bogor, Jawa Barat dan Darajat di Garut, Jawa Barat. Sementara, aset di Filiphina adalah berupa 40 persen saham PLTP Tiwi-Makban berkapasitas total 326 MW.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: geothermal - panas bumi, energi, Star Energy

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Iggoy el Fitra

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,398.86 4,352.78
British Pound GBP 1.00 20,494.27 20,285.43
China Yuan CNY 1.00 2,336.23 2,311.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,546.32 16,381.68
Dolar Australia AUD 1.00 10,032.03 9,928.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,134.68 2,113.30
Dolar Singapura SGD 1.00 11,569.24 11,453.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,964.34 17,779.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,803.75 3,758.13
Yen Jepang JPY 100.00 15,340.55 15,185.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4623.429 91.744 687
2 Agriculture 936.003 11.914 22
3 Mining 1225.526 31.432 49
4 Basic Industry and Chemicals 652.518 51.220 78
5 Miscellanous Industry 736.691 0.113 51
6 Consumer Goods 1712.721 8.686 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.084 -0.307 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.116 22.729 79
9 Finance 990.464 18.601 92
10 Trade & Service 596.613 2.104 170
No Code Prev Close Change %
1 REAL 61 82 21 34.43
2 KOBX 67 90 23 34.33
3 BTON 130 165 35 26.92
4 DOID 109 137 28 25.69
5 KBLI 400 500 100 25.00
6 SAMF 272 340 68 25.00
7 SAPX 935 1,165 230 24.60
8 DNAR 250 310 60 24.00
9 TMAS 80 99 19 23.75
10 PJAA 480 590 110 22.92
No Code Prev Close Change %
1 SRAJ 200 186 -14 -7.00
2 KRAH 486 452 -34 -7.00
3 BBHI 86 80 -6 -6.98
4 JAST 505 470 -35 -6.93
5 HRME 535 498 -37 -6.92
6 KONI 494 460 -34 -6.88
7 POLL 9,450 8,800 -650 -6.88
8 SRTG 3,080 2,870 -210 -6.82
9 AGII 470 438 -32 -6.81
10 MAPA 1,705 1,590 -115 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,890 20 0.70
2 REAL 61 82 21 34.43
3 BRPT 830 1,000 170 20.48
4 BBCA 27,050 27,475 425 1.57
5 ELSA 181 204 23 12.71
6 MEDC 432 480 48 11.11
7 FREN 62 76 14 22.58
8 PGAS 800 800 0 0.00
9 LPPF 1,160 1,095 -65 -5.60
10 PAMG 107 104 -3 -2.80