Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 September 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 13:07 WIB. Rohingya - PM Bangladesh inginkan adanya sebuah "Safe Zone" bagi etnis Rohingya di Myanmar.
  • 13:02 WIB. Iran - Abaikan pidato Trump, Iran malah berencana perkuat kapabilitas nuklirnya.
  • 13:00 WIB. Tunisia - Angkatan Laut Tunisia selamatkan 78 migran di lepas pantai Chebba.
  • 12:59 WIB. Korea Utara - Rusia imbau agar ketegangan antara AS dan Korea Utara dapat segera mereda.
  • 12:58 WIB. Damaskus - Israel diduga terlibat atas aksi serangan roket di bandara Damaskus.
  • 12:56 WIB. Gunung Everest - Otoritas Nepal akan ukur ulang Gunung Everest.
  • 12:55 WIB. Festival Kopi - Istanbul menjadi tuan rumah penyelenggaraan festival kopi internasional.
  • 12:54 WIB. Suriah - Suriah: AS gunakan teroris Al-Nusra untuk gagalkan pembicaraan damai.
  • 12:53 WIB. Rohingya - Tujuh negara desak DK PBB gelar pertemuan guna bahas krisis kemanusiaan Rohingya.
  • 12:52 WIB. Rohingya - Pengadilan Internasional: Myanmar bersalah karena telah lakukan aksi genosida.
  • 12:51 WIB. Jepang - Jepang siap siaga pasca pernyataan Korea Utara yang siap ledakkan Bom Hidrogen di Samudera Pasifik.
  • 12:50 WIB. Jepang - China: Jepang jangan hanya bicara soal sanksi Korea Utara.
  • 12:50 WIB. Rohingya - Aksi pembakaran rumah di desa milik etnis Rohingya terus berlanjut.
  • 12:49 WIB. Korea Utara - Otoritas Chin akan batasi ekspor minyak ke Korea Utara.
  • 12:46 WIB. OTT - KPK sita ratusan juta rupiah dari OTT Wali Kota Cilegon.

Kuwait: Qatar Siap Dengarkan Keluhan Negara Teluk

Foto Berita Kuwait: Qatar Siap Dengarkan Keluhan Negara Teluk
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Qatar siap untuk mendengarkan kekhawatiran negara-negara Teluk Arab yang telah memutuskan hubungan diplomatik dan ekonomi, Kuwait pada hari Minggu (11/6/2017) mengatakan, karena berusaha mencari solusi terhadap krisis regional terburuk selama bertahun-tahun.

Arab Saudi dan sekutu Mesir, Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) memutuskan hubungan dengan Qatar pekan lalu, menuduhnya mendukung militan Islam dan musuh bebuyutan mereka yaitu, Iran, tuduhan yang langsung dibantah Doha.

Keretakan hubungan tersebut telah mengganggu perjalanan, keluarga-keluarga yang terpisah, memutuskan hubungan komersial dan menumbuhkan kebingungan di kalangan bank dan bisnis, sambil memperdalam perpecahan di antara sekutu masing-masing yang berperang dalam peperangan dan perjuangan politik dari Libya ke Yaman.

"Kuwait menegaskan kesiapan saudara-saudara di Qatar untuk memahami realitas akan keraguan dan kekhawatiran saudara mereka, dan untuk mengindahkan upaya mulia untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas," tulis kantor berita Kuwait KUNA mengutip Menteri Luar Negeri Sheikh Sabah al-Khalid Al-Sabah mengatakan, sebagaimana dikutip dari laman Reuters, di Jakarta, Senin (12/6/2017).

Kuwait, yang telah mempertahankan hubungan dengan Qatar dan sering bertindak sebagai mediator dalam perselisihan regional, mengatakan bahwa pihaknya ingin menyelesaikan perselisihan tersebut "di dalam rumah Teluk yang bersatu".

Upaya mediasi sebelumnya oleh Kuwait di mana Emir Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah melakukakan perjalanan antara Riyadh, Abu Dhabi dan Doha, gagal mencapai sebuah solusi yang signifikan.

"Apakah ini awal dari kebijaksanaan dan pemikiran yang masuk akal? Saya harap demikian," menteri luar negeri UAE untuk urusan luar negeri Anwar Gargash menulis di Twitter sebagai reaksi atas Kuwait yang mengatakan bahwa Qatar siap untuk mendengarkan keluhan tersebut.

Maroko, sekutu dekat negara-negara Teluk, mengatakan pada hari Minggu bahwa pihaknya akan tetap netral dan menawarkan untuk memfasilitasi dialog.

"Jika para pihak menginginkan, Kerajaan Maroko siap menawarkan jasanya untuk mendorong dialog yang jujur dan menyeluruh atas dasar tidak adanya campur tangan dari internal Maroko, dan tentunya perang melawan ekstremisme agama," sebuah pernyataan dari kementerian luar negeri negara tersebut.

Presiden AS Donald Trump pada awalnya menawarkan untuk menjadi tuan rumah Qatar dan negara-negara Teluk lainnya untuk melakukan dialog guna mencari solusi, semua sekutu A.S. di Gedung Putih, namun pada hari Jumat dia menyatakan Qatar telah menjadi sponsor terorisme tingkat tinggi dan mendukung tekanan Teluk.

Wakil Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman membahas upaya untuk "melawan terorisme dan ekstremisme" dalam sebuah telpon dengan Sekretaris Negara AS Rex Tillerson pada hari Minggu, kantor berita negara SPA mengatakan.

Namun seorang diplomat Qatar mengatakan bahwa krisis tersebut mencerminkan kurangnya kepemimpinan A.S.

"Ini adalah kesaksian terbesar untuk kegagalan A.S. di Teluk," kata diplomat tersebut kepada Reuters, yang tidak bersedia disebut namanya. "Ini memberi kesan orang lain bahwa A.S. tidak tahu bagaimana mengelola hubungan dengan sekutunya atau tidak mampu." ujarnya.

Pada hari Jumat, Arab Saudi, Bahrain, UEA dan Mesir memperketat pembatasan mereka di Qatar dengan memasukkan puluhan tokoh dan badan amal yang mereka tautkan ke negara tersebut dengan daftar hitam terorisme.

Pengawas amal Qatar yang resmi membantah pada hari Minggu bahwa kelompok filantropi di negara tersebut mendukung terorisme, dengan mengatakan bahwa mereka menyesalkan tuduhan tersebut.

Tag: Maroko, Qatar, Arab Rift, Emir Sheikh Sabah al-Ahmad al-Jaber al-Sabah, Anwar Gargash, Rex Wayne Tillerson, Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA)

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Ibraheem Abu Mustafa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,571.10 3,535.18
British Pound GBP 1.00 18,194.37 18,008.34
China Yuan CNY 1.00 2,033.37 2,013.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,392.00 13,258.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,613.16 10,504.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,715.14 1,697.94
Dolar Singapura SGD 1.00 9,927.35 9,824.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,008.80 15,845.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,191.61 3,156.67
Yen Jepang JPY 100.00 11,967.83 11,844.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5911.708 5.135 559
2 Agriculture 1790.848 -1.819 18
3 Mining 1449.686 -23.409 44
4 Basic Industry and Chemicals 611.796 -1.479 67
5 Miscellanous Industry 1315.476 -6.099 41
6 Consumer Goods 2534.872 -26.293 45
7 Cons., Property & Real Estate 502.874 -3.817 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.129 -6.709 60
9 Finance 1012.974 22.847 89
10 Trade & Service 916.246 -7.545 130
No Code Prev Close Change %
1 POLY 60 81 21 35.00
2 HDTX 318 396 78 24.53
3 ADMG 171 198 27 15.79
4 OASA 418 482 64 15.31
5 BMTR 540 610 70 12.96
6 NAGA 210 236 26 12.38
7 RMBA 382 428 46 12.04
8 OKAS 545 600 55 10.09
9 PNLF 240 264 24 10.00
10 NIKL 3,150 3,460 310 9.84
No Code Prev Close Change %
1 VOKS 324 290 -34 -10.49
2 INCF 220 200 -20 -9.09
3 KPIG 1,235 1,140 -95 -7.69
4 RDTX 6,950 6,450 -500 -7.19
5 INCO 2,790 2,600 -190 -6.81
6 SCMA 2,340 2,200 -140 -5.98
7 WAPO 121 114 -7 -5.79
8 SIPD 860 815 -45 -5.23
9 BYAN 6,500 6,200 -300 -4.62
10 JGLE 155 148 -7 -4.52
No Code Prev Close Change %
1 BMTR 540 610 70 12.96
2 BBCA 19,050 19,875 825 4.33
3 TLKM 4,690 4,640 -50 -1.07
4 BBRI 15,025 15,675 650 4.33
5 MEDC 895 920 25 2.79
6 KBLI 456 442 -14 -3.07
7 AGRO 570 620 50 8.77
8 BMRI 6,600 6,600 0 0.00
9 UNVR 51,000 50,000 -1,000 -1.96
10 PGAS 1,625 1,610 -15 -0.92