Portal Berita Ekonomi Sabtu, 21 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 18:16 WIB. Nasional - Puan: Kaluarga cegah radikalisme.
  • 18:13 WIB. Densus Tipikor - DPR: Densus Tipikor untuk kembalikan kepercayaan publik terhadap Polisi.
  • 18:13 WIB. Susi - Menteri Susi ingin punya stasiun TV sendiri.
  • 18:12 WIB. Politik - SBY: Nilai kinerja Jokowi jangan berlebihan.
  • 18:11 WIB. Pilpres - Budi Arie Setiadi: Hanya Prabowo yang bisa lawan Jokowi di Pilpres 2019.
  • 18:10 WIB. Pilpres - Nama Ahok, Gatot, Jokowi dan Tito masuk simulasi Pilpres.
  • 18:09 WIB. Jakarta - PDIP: Tak perlu ada paripurna untuk Anies.
  • 16:54 WIB. Permenhub - Grab sebut tarif bawah sulit cari keuntungan.
  • 15:40 WIB. Taksi Online - Pengamat Djoko Setijowarno menilai tarif atas dan bawah taksi online wajib diatur oleh pemerintah.
  • 15:38 WIB. London - Real Madrid bidik bek kanan Arsenal, Bellerin pada bursa transfer Januari mendatang.
  • 15:37 WIB. Jamaika - Pensiun sebagai pelari, Usain Bolt kini menjajaki karier sebagai pesepak bola.
  • 15:17 WIB. Bank Sumsel Babel - Bank Sumsel Babel menargetkan penguatan sistem teknologi informasi pada 2018.
  • 15:16 WIB. Jasa Marga - Jasa Marga Jakarta-Cikampek kembali mengaktifkan gerbang tol Karawang Barat 2.
  • 15:13 WIB. Kemenhub -┬áKementerian Perhubungan didesak memperpanjang dermaga Yos Sodarso di Dobo, Kepulauan Aru.
  • 15:12 WIB. HIMKI - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia menolak kebijakan ekspor bahan baku rotan.

Sudah Ada Auditor, Kenapa Terjadi Fraud?

Foto Berita Sudah Ada Auditor, Kenapa Terjadi Fraud?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

BBC tanggal 4 Mei 2017 membuat artikel what are auditors for. Tulisan ini muncul sebagai ekspresi publik atas jasa audit terkait dengan adanya skandal akuntansi atau pengenaan denda oleh otoritas pengawas. Tidak tanggung-tanggung, yang dikenakan denda adalah entitas atau perusahaan bereputasi global, misalnya Rolls Royce.

Denda kepada Rolls Royce sebesar GBP671juta merupakan denda terbesar sepanjang sejarah institusi Serious Fraud Office (SFO) di Inggris terkait pemberian suap kepada pejabat eksekutif pembeli produk Rolls Royce. Ekses kasus suap Rolls Royce pun sampai ke Indonesia.

Kasus Rolls Royce dan setiap kasus fraud berdampak kepada auditornya. Pada kasus Rolls Royce, investigasi terhadap KPMG yang menjadi auditor Rolls Royce dimulai. Pertanyaan publik adalah bagaimana auditor dapat menerbitkan laporan atau opini, nyatanya mereka gagal menemukan sesuatu yang salah di dalam tubuh organisasi yang diauditnya.

Baik auditor intern maupun auditor independen melaksanakan tugas rutinnya yaitu melaksanakan assurance atas governance, risk, control (untuk audit intern), dan assurance atas laporan keuangan (untuk auditor independen) tidak bertujuan secara khusus untuk menemukan dan mengungkap fraud. Walaupun berdasarkan standar audit masing-masing, risiko fraud wajib menjadi perhatian auditor dalam tahap perencanaan sampai dengan penyelesaian audit.

Terlebih lagi pada pekerjaan audit selalu ada risiko audit, yaitu kondisi yang tidak menggembirakan (fraud internal atau perbuatan melawan hukum lainnya) terjadi setelah auditor selesai melakukan auditnya. Salah satu sebab risiko audit adalah karena adanya asimetri informasi. Klien atau pihak yang teraudit pasti lebih tahu informasi yang sebenarnya dan lebih tahu kelemahan unit kerjanya sehingga klien bisa memilah dan memilih mana informasi yang bisa diberikan (menyembunyikan informasi) kepada auditee (klien).

Selain itu, klien lebih tahu praktik dan pembiaran korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). KKN terjadi karena cohesiveness di dalam kelompok dan organisasinya yang hal ini menurut istilah manajemen disebut groupthink. Persoalan lain adalah bagaimana auditor dapat menjaga independensi dan objektifnya atau profesional skeptis. Hal ini sangat terkait bagaimana kualitas tata kelola organisasi antara lain peran dan tanggung jawab yang efektif dari dewan komisaris dan komite audit.

Pada sisi regulasi adalah bagaimana pengenaan sanksi dan penegakan hukum kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab pada skandal fraud korporasi. Pada skandal akuntansi, bagaimana risiko hukum yang harus dipikul akuntan publik dan manajemen sebagai penanggung jawab laporan keuangan.

Menurut BBC, ternyata skandal akuntansi yang melibatkan the big four terjadi cedera atau pelanggaran aspek independensi. Retensi akuntan publik dalam waktu lama oleh organisasi menyebabkan gangguan independensi yaitu rasa nyaman di kedua pihak. Rasa nyaman itu juga yang menyebabkan organisasi kembali memilih akuntan publik lama setelah masa jeda berakhir. Tidak ada yang salah, namun auditor independen wajib menjaga marwah profesinya. Pencederaan atau pelanggaran atas standar biasanya atau seharusnya ditemukan oleh pemerintah lebih dini atau jangan-jangan lebih dahulu terjadi kepailitan dan gugatan yang membuka adanya megafraud.

Audit intern adalah profesi yang bertanggung jawab membantu manajemen dan dewan komisaris mengelola dan mengawasi organisasi mencapai tujuan, visi, dan misinya. Untuk itu, auditor intern memberikan assurance dan combined assurance atas governance, risk, dan control. Fraud dan pelanggaran hukum termasuk risiko yang harus diantisipasi oleh auditor intern.

Tag: Diaz Priantara

Penulis: Diaz Priantara, Ak, BKP, CA, CPA, CICA, CCSA, CRMA, CFSA, CIA, CFE

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Diaz Priantara

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,622.47 3,586.11
British Pound GBP 1.00 17,819.44 17,635.67
China Yuan CNY 1.00 2,055.47 2,034.89
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,585.00 13,449.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,652.00 10,542.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,741.38 1,723.90
Dolar Singapura SGD 1.00 9,998.53 9,896.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,058.83 15,892.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,215.77 3,181.31
Yen Jepang JPY 100.00 12,005.13 11,881.79

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5929.549 19.019 564
2 Agriculture 1754.087 -2.560 18
3 Mining 1527.878 5.182 45
4 Basic Industry and Chemicals 634.942 2.086 68
5 Miscellanous Industry 1351.937 10.222 43
6 Consumer Goods 2506.331 7.379 45
7 Cons., Property & Real Estate 504.424 4.833 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1160.979 7.471 59
9 Finance 1030.441 4.914 90
10 Trade & Service 913.092 -9.075 131
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 462 575 113 24.46
2 AKSI 442 545 103 23.30
3 BACA 193 220 27 13.99
4 TRAM 135 152 17 12.59
5 WTON 575 635 60 10.43
6 NIPS 428 470 42 9.81
7 GPRA 143 157 14 9.79
8 BPFI 450 490 40 8.89
9 DSFI 119 129 10 8.40
10 BRAM 7,200 7,775 575 7.99
No Code Prev Close Change %
1 TRUS 195 127 -68 -34.87
2 HOME 272 214 -58 -21.32
3 TIFA 244 197 -47 -19.26
4 HDTX 478 390 -88 -18.41
5 BIRD 4,700 4,260 -440 -9.36
6 APII 254 234 -20 -7.87
7 MPPA 635 585 -50 -7.87
8 ADMG 224 208 -16 -7.14
9 BUVA 560 525 -35 -6.25
10 JGLE 133 125 -8 -6.02
No Code Prev Close Change %
1 HOME 272 214 -58 -21.32
2 TRAM 135 152 17 12.59
3 BUMI 204 212 8 3.92
4 TIFA 244 197 -47 -19.26
5 TLKM 4,210 4,270 60 1.43
6 PBRX 500 500 0 0.00
7 WIKA 1,810 1,900 90 4.97
8 BBCA 20,325 20,350 25 0.12
9 PGAS 1,660 1,680 20 1.20
10 SRIL 390 388 -2 -0.51