Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 14:51 WIB. Manufaktur - Cirebon dipersiapkan menjadi sentra bahan baku, terutama rotan untuk memperkuat produksi mebel dalam negeri.
  • 14:50 WIB. China - Ekspor China ke Korea Utara melonjak 20,9% sepanjang tiga kuartal pertama tahun 2017.
  • 14:50 WIB. Manufaktur - Pemerintah mematok kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB sebesar 22%-23% dalam 2 tahun ke depan.
  • 14:49 WIB. ESDM - Kementerian ESDM meminta pelaku usaha sektor energi menerapkan benefical ownership dalam mengurus perizinan.
  • 14:48 WIB. China - Ekonomi China diperkirakan tumbuh 6,8% pada tahun ini.
  • 14:44 WIB. Organda - Organda meminta operator jalan tol menyediakan gerbang tol khusus untuk angkutan umum.
  • 14:26 WIB. Taksi Online - Kemenhub: Pembatasan tarif taksi online untuk keselamatan penumpang.
  • 14:25 WIB. Dora - Paramount Pictures akan mengangkat Dora the Explorer ke layar lebar, rencananya film tersebut akan dirilis pada 2019.
  • 14:15 WIB. Densus Tipikor - Presiden Jokowi tunda pembentukan Densus Tipikor.
  • 12:47 WIB. Teknologi - Uni Emirat Arab resmi miliki Menteri Artificial Intelligence, Omar Bin Sultan Al Olama (27).
  • 11:18 WIB. Smartphone - Apple optimis kecanggihan ponsel masa depan dengan teknologi AI.
  • 11:15 WIB. Smartphone - Snapdragon 660 jadi pemikat di ponsel anyar HTC, HTC U11 Life.
  • 11:12 WIB. Samsung - Gandeng DeePhi Tech, prosesor anyar Samsung bakal punya kecerdasan buatan.
  • 11:08 WIB. Smartphone - 100 ribu Nokia 7 ludes dipesan di penjualan perdana.
  • 11:07 WIB. Apple - Steve Wozniak, pendiri Apple: Saya senang dengan iPhone 8 saya.

Qatar Dikucilkan, Din Syamsuddin, "Raja Salman Jangan Bikin Ulah"

Foto Berita Qatar Dikucilkan, Din Syamsuddin,
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengusulkan agar Pemerintah Indonesia mengambil sikap terkait konflik negara-negara Arab saat ini.

"Paling tidak saya mengusulkan, untuk ikut juga dibicarakan sikap kita Bangsa Indonesia, khususnya umat Islam terkait dengan krisis di dunia Islam, sehubungan sejumlah negara memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar," kata Din di kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (12/6/2017).

Menurut Din, tuduhan negara-negara Teluk, yang dipimpin Arab Saudi, bahwa Qatar adalah negara sarang teroris tidak berdasar dan melebihi batas.

"Perlu tabayyun Raja Salman terhadap Qatar sebagai sarang teroris, dan Dr Yusuf Al Qaradawi, ulama terkemuka di dunia, masa dituduh teroris? Saya kira itu melebihi batas," kata dia.

Din menambahkan, selain perlu melakukan tabayyun atau konfirmasi kepada yang bersangkutan, Raja Salman yang bergelar "hadimul haramain" atau penjaga dua kota suci Mekah dan Madinah, juga perlu introspeksi diri bahwa perkataannya sangat berpengaruh bagi dunia Islam.

"Saya kira Raja Salman perlu menyadari, beliau 'kan bergelar pelayan dua tempat suci umat Islam, janganlah karena prakarsa atau yang bisa saya sebut ulah dari beliau menjadi konflik," kata dia.

Selain itu, Din juga menduga sikap Raja Salman dipengaruhi situasi geopolitik setelah kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Timur Tengah, termasuk Arab Saudi. "Saya menduga, sebagai pembaca politik global, ini tidak terlepas kunjungan Presiden Donald Trump beberapa waktu lalu," kata dia. (ant)

Tag: Dindin Syamsuddin, Qatar, Salman bin Abdul Aziz Al-Saud

Penulis: ***

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Reuters

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,625.67 3,589.31
British Pound GBP 1.00 17,969.80 17,787.37
China Yuan CNY 1.00 2,051.82 2,031.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,597.00 13,461.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,627.42 10,519.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,742.83 1,725.33
Dolar Singapura SGD 1.00 9,993.39 9,892.70
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,991.43 15,827.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,212.14 3,177.76
Yen Jepang JPY 100.00 11,997.71 11,874.56

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5950.026 20.477 563
2 Agriculture 1751.129 -2.958 18
3 Mining 1552.962 25.084 45
4 Basic Industry and Chemicals 640.078 5.136 68
5 Miscellanous Industry 1356.573 4.636 43
6 Consumer Goods 2515.806 9.475 45
7 Cons., Property & Real Estate 505.801 1.377 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1160.060 -0.919 58
9 Finance 1032.495 2.054 90
10 Trade & Service 916.336 3.244 131
No Code Prev Close Change %
1 ENRG 76 102 26 34.21
2 ZINC 575 715 140 24.35
3 RIMO 496 615 119 23.99
4 AKKU 51 62 11 21.57
5 BRMS 58 70 12 20.69
6 TRAM 152 183 31 20.39
7 IMAS 900 1,050 150 16.67
8 ALTO 358 410 52 14.53
9 BYAN 8,000 9,000 1,000 12.50
10 BUMI 212 236 24 11.32
No Code Prev Close Change %
1 MTWI 685 515 -170 -24.82
2 HOME 214 170 -44 -20.56
3 HDTX 390 312 -78 -20.00
4 FMII 540 454 -86 -15.93
5 MREI 4,500 3,860 -640 -14.22
6 INTD 420 366 -54 -12.86
7 MDKI 284 250 -34 -11.97
8 CANI 336 296 -40 -11.90
9 VICO 292 262 -30 -10.27
10 BRAM 7,775 7,000 -775 -9.97
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 152 183 31 20.39
2 HOME 214 170 -44 -20.56
3 BUDI 98 96 -2 -2.04
4 BUMI 212 236 24 11.32
5 RIMO 496 615 119 23.99
6 TLKM 4,270 4,250 -20 -0.47
7 WIKA 1,900 1,990 90 4.74
8 PGAS 1,680 1,745 65 3.87
9 PBRX 500 494 -6 -1.20
10 LEAD 103 108 5 4.85

Recommended Reading