Portal Berita Ekonomi Minggu, 19 November 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:02 WIB. Liga Italia - AS Roma 2 - 1 Lazio
  • 06:02 WIB. Liga Italia - Napoli 2 - 1 AC Milan
  • 06:01 WIB. Liga Inggris - MU 4 - 1 Newcastle United
  • 01:53 WIB. Liga Jerman - Wolfsburg 3 - 1 Freiburg
  • 01:50 WIB. Ligue 1 - PSG 4 - 1 Nantes
  • 01:49 WIB. Liga Jerman - Bayern Muenchen 3 - 1 Augsburg
  • 01:35 WIB. ATP Finals - Roger Federer tersingkir di semifinal ATP Finals usai kalah dari David Goffin 2-6, 6-3, 6-4.
  • 23:59 WIB. Liga Inggris - WBA 0 - 4 Chelsea
  • 23:58 WIB. Liga Inggris - Liverpool 3 - 0 Southampton
  • 23:56 WIB. Liga Inggris - Leicester City 0 - 2 Manchester City
  • 23:23 WIB. Jerman - Otoritas Arab Saudi panggil Duta Besarnya yang berada di Jerman.
  • 23:21 WIB. Sri Mulyani - Sri Mulyani: pertumbuhan ekonomi harus tekan kemiskinan.
  • 23:21 WIB. Tesla - Tesla kenalkan truk bertenaga listrik pertamanya di Los Angeles, AS.
  • 23:20 WIB. Turki - Ekspor serial televisi Turki tertinggi kedua setelah AS.
  • 23:15 WIB. Amerika Serikat - Otoritas AS kembangkan sistem pertahanan berbasis luar angkasa.

OMI Pekerjakan 100 Karyawan Penyandang Disabilitas

Foto Berita OMI Pekerjakan 100 Karyawan Penyandang Disabilitas
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Irawan Santoso, President Director PT Omron Manufacturing Indonesia (OMI) mengatakan, Omron optimistis bahwa otomatisasi industri akan membawa kita pada momentum perubahan yang mengarah ke pabrik pintar. Industri manufaktur seperti sektor otomotif, makanan dan minuman serta produk konsumen lainnya, melakukan investasi yang besar untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memenuhi permintaan pasar yang dipengaruhi oleh tingginya daya beli.

Berkat portofolio produk sensing, control dan think Omron yang luas, kini mereka berada dalam posisi strategis untuk mendukung industri di Indonesia merangkul revolusi industri selanjutnya. Omron memiliki dan mengoperasikan pabrik seluas 20,000 meter persegi di East Jakarta Industrial Park (EJIP) Cikarang, Bekasi yang dilengkapi dengan lini produksi semi-otomatis dan otomatis yang memungkinkan perusahaan dapat melayani berbagai kebutuhan pelanggan secara lebih baik. OMI berencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 325 juta komponen dan modul serta akan meningkatkan jumlah sumber daya manusia menjadi 3.500 karyawan hingga tahun 2020.

"Diantara para karyawan tersebut, OMI saat ini memiliki lebih dari 100 karyawan penyandang disabilitas untuk menyediakan kesempatan bekerja yang sama bagi semua orang. Perusahaan juga mengadopsi Program Gerakan Karyawan Wanita Sehat dan Produktif demi meningkatkan lingkungan kerja untuk pemberdayaan karyawan-karyawan wanita, di mana hasilnya menunjukkan salah satu dari tiga tampuk kepemimpinan operasional di OMI saat ini dipegang oleh seorang wanita," kata Irawan, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Dengan beragam fasilitas olahraga dan rekreasi ringan yang tersedia di dalam pabrik, OMI memicu kreativitas para karyawannya dalam bekerja di departemen mereka masing-masing. Sofyan Tan, Kepala Program Studi Otomotif dan Teknik Robotik BINUS ASO School of Engineering menambahkan, Indonesia sebagai negara dengan potensi ekonomi terbesar diantara negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) lainnya, sekaligus sebagai negara dengan ekonomi terbesar ke-16 di dunia, perlu memandang serius perkembangan teknologi otomatisasi yang saat ini tengah mengalami lompatan ke arah robotisasi.

"Hal ini ditandai dengan semakin cerdasnya mesin meniru kemampuan manusia. Tujuannya tidak lain agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, namun juga menjadi pemain di dunia global. Khususnya pada bidang otomotif, kita telah dapat melihat bagaimana kendaraan sedang mengalami revolusi dari performa menjadi kecerdasan," sambungnya.

Omron juga menyadari pentingnya otomatisasi di industri kesehatan. Industri kesehatan tengah mengalami perubahan yang sangat besar, terutama terkait bagaimana data dan informasi disimpan dan diakses. Hal ini karena industri kesehatan harus menghindari downtime. Dokter dan staf medis harus memiliki akses untuk memperoleh informasi pasien dengan cepat. Misalnya, dokter, pasien dan keluarga harus membuat keputusan yang dapat mengubah hidup pasien berdasarkan informasi yang tercantum pada data riwayat kesehatan karena hal ini dapat menentukan kehidupan pasien.

Sementara itu Aria Verdin, Commercial Manager PT Omron Healthcare Indonesia menuturkan, alat pengukur tekanan darah digital HEM-7280T yang memungkinkan pengguna memonitor data tekanan darah melalui aplikasi Omron Connect dengan cara melakukan sinkronisasi nirkabel dengan ponsel. Hal ini memudahkan pengguna mengumpulkan data hasil pengukuran reguler tekanan darah serta membantu dokter mengevaluasi data tekanan darah tersebut.

Produk alat-alat kesehatan Omron yang telah dikenal luas, di antaranya alat pengukur tekanan daerah digital, nebulizer, termometer, perangkat untuk fitness seperti timbangan berat badan digital, body composition (pengukur komposisi tubuh), dan pedometer serta TENS (alat pemijat elektronik). Omron Healthcare berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyediakan alat-alat kesehatan untuk memonitor jantung, terapi, dan pencegahan penyakit yang inovatif dan sudah teruji secara klinis.

Tag: PT Omron Manufacturing of Indonesia, Irawan Santoso, Sofyan Tan

Penulis: Dina Kusumaningrum

Editor: Rizka Kasila Ariyanthi

Foto: Dina Kusumaningrum

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,622.47 3,586.11
British Pound GBP 1.00 17,989.26 17,803.79
China Yuan CNY 1.00 2,049.73 2,029.21
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,585.00 13,449.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,330.03 10,223.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,739.79 1,722.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,036.94 9,934.26
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,058.83 15,892.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,263.66 3,228.66
Yen Jepang JPY 100.00 12,086.30 11,963.17

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6051.732 13.825 562
2 Agriculture 1744.479 -5.651 18
3 Mining 1583.409 -1.889 43
4 Basic Industry and Chemicals 661.247 4.339 68
5 Miscellanous Industry 1375.383 -5.666 43
6 Consumer Goods 2594.790 -30.613 45
7 Cons., Property & Real Estate 500.839 1.989 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1157.617 -1.198 58
9 Finance 1064.875 15.680 90
10 Trade & Service 900.127 2.538 132
No Code Prev Close Change %
1 ESSA 159 180 21 13.21
2 CANI 280 312 32 11.43
3 RIMO 202 224 22 10.89
4 WINS 350 378 28 8.00
5 IIKP 252 272 20 7.94
6 MYTX 127 137 10 7.87
7 MAMI 98 105 7 7.14
8 ADMG 204 218 14 6.86
9 MARK 1,395 1,490 95 6.81
10 SCMA 2,000 2,130 130 6.50
No Code Prev Close Change %
1 INCF 210 173 -37 -17.62
2 PTSN 242 210 -32 -13.22
3 ARII 950 850 -100 -10.53
4 FORU 208 187 -21 -10.10
5 AIMS 152 137 -15 -9.87
6 RMBA 378 346 -32 -8.47
7 TIRA 262 240 -22 -8.40
8 BULL 184 169 -15 -8.15
9 HDFA 191 176 -15 -7.85
10 CMPP 376 350 -26 -6.91
No Code Prev Close Change %
1 PBRX 488 494 6 1.23
2 MNCN 1,460 1,475 15 1.03
3 SIMA 408 402 -6 -1.47
4 BMTR 590 580 -10 -1.69
5 BTEK 132 130 -2 -1.52
6 BBRI 3,210 3,290 80 2.49
7 RIMO 202 224 22 10.89
8 ESSA 159 180 21 13.21
9 BBCA 21,025 21,175 150 0.71
10 TLKM 4,200 4,200 0 0.00