Portal Berita Ekonomi Sabtu, 21 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 15:40 WIB. Taksi Online - Pengamat Djoko Setijowarno menilai tarif atas dan bawah taksi online wajib diatur oleh pemerintah.
  • 15:38 WIB. London - Real Madrid bidik bek kanan Arsenal, Bellerin pada bursa transfer Januari mendatang.
  • 15:37 WIB. Jamaika - Pensiun sebagai pelari, Usain Bolt kini menjajaki karier sebagai pesepak bola.
  • 15:17 WIB. Bank Sumsel Babel - Bank Sumsel Babel menargetkan penguatan sistem teknologi informasi pada 2018.
  • 15:16 WIB. Jasa Marga - Jasa Marga Jakarta-Cikampek kembali mengaktifkan gerbang tol Karawang Barat 2.
  • 15:13 WIB. Kemenhub - Kementerian Perhubungan didesak memperpanjang dermaga Yos Sodarso di Dobo, Kepulauan Aru.
  • 15:12 WIB. HIMKI - Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia menolak kebijakan ekspor bahan baku rotan.
  • 15:11 WIB. Playkey - Playkey meluncurkan platform cloud beroperasikan blockchain.
  • 15:10 WIB. Taspen - Taspen menyerahkan pembayaran THT dan jaminan kematian kiper Persela Lamongan, Choirul Huda.
  • 15:09 WIB. OJK - OJK mengeluarkan izin operasi bagi 10 lembaga keuangan mikro syariah.
  • 15:08 WIB. Bekraf - Badan Ekonomi Kreatif memberikan dukungan penuh pada penyelenggaraan Jakarta Fashion Week 2018.
  • 11:34 WIB. Politik - Sandiaga segera jengguk Ahok.
  • 11:33 WIB. Media - DPR minta pemerintah beri ruang untuk media daring.
  • 11:32 WIB. Jakarta - Anies minta kali Serua dikeruk.
  • 11:32 WIB. Energi - Jonan: 2.500 desa belum miliki listrik.

Menhub: Cina dan Korea Tertarik Investasi Proyek KA Sulsel

Foto Berita Menhub: Cina dan Korea Tertarik Investasi Proyek KA Sulsel
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan proyek kereta api (KA) Sulsel menarik minat banyak investor asing. Hingga kini, proses penjajakan dengan sejumlah investor dalam megaproyek tersebut terus dikaji. Menteri Budi mengharapkan pengerjaan proyek yang menghabiskan anggaran triliunan rupiah tersebut menggandeng pihak swasta mulai tahun depan.
 
"Banyak (investor) yang mau, Pak Gubernur (Sulsel) kan pintar dagang. Yang mau itu ada dari Korea dan Cina. Dengan pelibatan swasta, diharapkan ada iklim investasi, dimana tidak sekadar mengandalkan APBN saja. Kalau Sulsel bisa tentu akan menjadi contoh yang bagus," kata Menteri Budi, di sela-sela pemantauan posko angkutan Lebaran di Pelabuhan Makassar, belum lama ini.
 
Menteri Budi memaparkan anggaran proyek KA di Sulsel masih bertumpu pada Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Untuk tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran tambahan Rp1,2 triliun. Pengucuran anggaran yang cukup besar dilakukan untuk memastikan megaproyek tersebut terus berjalan. Diketahui, pengerjaan proyek KA sepanjang 140 kilometer itu sempat mandek pada tahun lalu. 
 
Menurut Menhub, sembari pengerjaan proyek dikebut, pihaknya akan mengupayakan agar dalam enam bulan kedepan sudah ada titik terang mengenai investor. Pemerintah sendiri masih tetap optimistis proyek KA di Sulsel bisa rampung sekitar dua tahun mendatang. "Dalam enam bulan ke depan, saya harapkan sudah ada pihak swasta yang terlibat. Adapun proyek ini sesuai target akan rampung pada 2019," tutur dia.
 
Tahap awal, pengerjaan proyek KA di Sulsel akan berfokus pada perampungan rel sepanjang 100 kilometer yang menghubungkan Makassar-Barru. Hal tersebut didahulukan lantaran pihaknya memproyeksikannya sebagai angkutan logistik semen dan batu bara. Sepanjang jalur KA tersebut tercatat ada empat pabrik semen. Dua di antaranya merupakan produsen semen ternama yakni Semen Bosowa dan Semen Tonasa.
 
Menteri Budi juga memastikan proyek KA di Sulsel menjadi prioritas untuk dituntaskan. Terlebih, megaproyek tersebut telah dirapatkan di tingkat pusat yang dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Tahun ini pasti diteruskan (pengerjaan proyek KA di Sulsel) dan didahulukan sebagai angkutan logistik. Kita upayakan pelibatan swasta agar proyek ini bisa menjadi contoh kereta api yang dikelola secara komersial," tutur dia.
 
Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi dukungan dan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pengerjaan proyek KA di daerahnya. "Patut disyukuri bahwa pemerintah pusat menyetujui untuk memberikan anggaran (tambahan) sampai Rp1,2 triliun," katanya.
 
Proyek KA di Sulsel untuk Makassar-Parepare terbentang sepanjang 146,1 kilometer. Megaproyek tersebut sempat mandek pada Oktober 2016. Penyebabnya adalah pemangkasan anggaran infrastruktur nasional. Proyek KA tersebut baru kembali dilanjutkan pada April 2017. 
 
Berdasarkan data yang dihimpun Warta Ekonomi, terdapat lima jalur untuk proyek kereta api trans Sulawesi. Untuk jalur Makassar-Parepare sepanjang 146 kilometer, konstruksinya dikerjakan hingga 2019. Sisanya, ada pula jalur Makassar-Bulukumba (259 kilometer), jalur Bitung-Gorontalo (340 kilometer), jalur Manado-Bitung (48 kilometer) dan jalur Parepare-Mamuju (225 kilometer). 

Tag: Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Karya Sumadi, Infrastruktur, Syahrul Yasin Limpo

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,622.47 3,586.11
British Pound GBP 1.00 17,819.44 17,635.67
China Yuan CNY 1.00 2,055.47 2,034.89
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,585.00 13,449.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,652.00 10,542.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,741.38 1,723.90
Dolar Singapura SGD 1.00 9,998.53 9,896.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,058.83 15,892.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,215.77 3,181.31
Yen Jepang JPY 100.00 12,005.13 11,881.79

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5929.549 19.019 564
2 Agriculture 1754.087 -2.560 18
3 Mining 1527.878 5.182 45
4 Basic Industry and Chemicals 634.942 2.086 68
5 Miscellanous Industry 1351.937 10.222 43
6 Consumer Goods 2506.331 7.379 45
7 Cons., Property & Real Estate 504.424 4.833 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1160.979 7.471 59
9 Finance 1030.441 4.914 90
10 Trade & Service 913.092 -9.075 131
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 462 575 113 24.46
2 AKSI 442 545 103 23.30
3 BACA 193 220 27 13.99
4 TRAM 135 152 17 12.59
5 WTON 575 635 60 10.43
6 NIPS 428 470 42 9.81
7 GPRA 143 157 14 9.79
8 BPFI 450 490 40 8.89
9 DSFI 119 129 10 8.40
10 BRAM 7,200 7,775 575 7.99
No Code Prev Close Change %
1 TRUS 195 127 -68 -34.87
2 HOME 272 214 -58 -21.32
3 TIFA 244 197 -47 -19.26
4 HDTX 478 390 -88 -18.41
5 BIRD 4,700 4,260 -440 -9.36
6 APII 254 234 -20 -7.87
7 MPPA 635 585 -50 -7.87
8 ADMG 224 208 -16 -7.14
9 BUVA 560 525 -35 -6.25
10 JGLE 133 125 -8 -6.02
No Code Prev Close Change %
1 HOME 272 214 -58 -21.32
2 TRAM 135 152 17 12.59
3 BUMI 204 212 8 3.92
4 TIFA 244 197 -47 -19.26
5 TLKM 4,210 4,270 60 1.43
6 PBRX 500 500 0 0.00
7 WIKA 1,810 1,900 90 4.97
8 BBCA 20,325 20,350 25 0.12
9 PGAS 1,660 1,680 20 1.20
10 SRIL 390 388 -2 -0.51