Portal Berita Ekonomi Senin, 18 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:59 WIB. IHSG - IHSG terkoreksi -0,03% di awal sesi I.
  • 08:47 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,25 USD/barel
  • 08:46 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 57,72 USD/barel
  • 08:46 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.466 USD/troy ounce
  • 08:44 WIB. Bursa - Indeks Shanghai dibuka negatif 0,06% pada level 2.889
  • 08:44 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka positif 0,44% pada level 26.442
  • 08:43 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka positif 0,06% pada level 3.240
  • 08:42 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 0,16% pada level 23.341
  • 08:41 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka negatif 0,22% pada level 2.157
  • 08:38 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,10% terhadap Yuan pada level 7,0166 CNY/USD
  • 08:37 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,01% terhadap dollar AS pada level 14.075 IDR/USD
  • 08:35 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,01% terhadap Yen pada level 108,80 JPY/USD
  • 08:34 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,18% terhadap Poundsterling pada level 1,2919 USD/GBP
  • 08:28 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Euro pada level 1,1057 USD/EUR

Perubahan Iklim Berisiko Terhadap Sektor Pertanian

Perubahan Iklim Berisiko Terhadap Sektor Pertanian - Warta Ekonomi
WE Online, Denpasar -

Pengamat masalah pertanian Dr Gede Sedana menilai, kini ada kecendrungan semakin meningkat perubahan iklim, sekaligus rentan terhadap bencana alam dan resiko usaha sektor pertanian.

"Hal itu juga menimbulkan kekhawatiran terhadap sistem pasar yang belum berpihak kepada petani," kata Gede Sedana yang juga dekan Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra Bali di Denpasar, Senin (26/6/2017).

Ia mengatakan, untuk itu diperlukan perlindungan dan pemberdayaan kepada petani. Kondisi itu sejalan dengan Undang-Undang Nomor 19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Tujuan pembentukan undang-undang tersebut untuk memberikan kepastian usahatani, melindungi petani dari fluktuasi harga, praktik ekonomi biaya tinggi, dan gagal panen.

Gede Sedana mengingatkan, Untuk menjamin kepastian usahatani itu Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya berkewajiban untuk memberikan jaminan pemasaran hasil pertanian kepada petani yang melaksanakan usahatani sebagai program untuk mendapatkan penghasilan yang menguntungkan.

Beberapa kasus yang terjadi adalah harga produk pertanian seperti gabah dan pangan serta hortikultura lainnya mengalami fluktuasi harga yang drastis," katanya.

Ia mengatakan, komoditas pertanian dengan harga yang sangat rendah dan tentu mengurangi penghasilan petani dan menimbulkan kerugian bagi petani.

"Ketidakpastian usahatani tersebut dapat menjadi disinsentif bagi petani dalam mengembangkan usaha, sehingga mereka sangat perlu diberikan jaminan pemasaran yang menguntungkan," ujarnya.

Salah satu jaminan pemasaran yang bisa diambil oleh pemerintah yakni pembelian langsung produk petani dan penampungan hasil usahatani oleh pemerintah.

Hal itu dapat dilakukan melalui badan usaha milik daerah. yang dalam operasionalnya melakukan kemitraan dengan kelompok-kelompok usaha di tingkat petani di perdesaan sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, ujar Gede Sedana. (Ant)

Baca Juga

Tag: Perubahan Iklim, Pertanian

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Fajar Sulaiman

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 3,772.00 3,734.27
British Pound GBP 18,285.73 18,098.18
China Yuan CNY 2,017.05 1,996.13
Dolar Amerika Serikat USD 14,145.38 14,004.63
Dolar Australia AUD 9,644.32 9,545.56
Dolar Hong Kong HKD 1,806.72 1,788.72
Dolar Singapura SGD 10,396.43 10,289.96
EURO Spot Rate EUR 15,646.20 15,484.92
Ringgit Malaysia MYR 3,406.88 3,369.74
Yen Jepang JPY 13,002.46 12,869.54

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6128.345 29.395 661
2 Agriculture 1385.589 -12.154 20
3 Mining 1478.551 26.308 49
4 Basic Industry and Chemicals 954.622 15.563 76
5 Miscellanous Industry 1178.252 -5.733 50
6 Consumer Goods 2066.971 -6.238 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.022 -0.825 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1141.280 5.153 75
9 Finance 1264.100 13.290 90
10 Trade & Service 786.548 -7.094 165
No Code Prev Close Change %
1 CITY 180 242 62 34.44
2 MPOW 182 244 62 34.07
3 SINI 476 595 119 25.00
4 BOSS 240 300 60 25.00
5 ESIP 276 344 68 24.64
6 POLA 900 1,100 200 22.22
7 NICK 276 334 58 21.01
8 BRAM 11,725 14,050 2,325 19.83
9 KICI 340 400 60 17.65
10 HRTA 292 340 48 16.44
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 496 372 -124 -25.00
2 DEAL 1,150 865 -285 -24.78
3 PURE 1,130 850 -280 -24.78
4 ENVY 2,750 2,070 -680 -24.73
5 JSKY 730 550 -180 -24.66
6 IRRA 590 450 -140 -23.73
7 ARMY 90 71 -19 -21.11
8 RIMO 67 55 -12 -17.91
9 FORZ 326 268 -58 -17.79
10 POSA 71 60 -11 -15.49
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 242 244 2 0.83
2 BBRI 3,940 4,090 150 3.81
3 MNCN 1,405 1,410 5 0.36
4 TCPI 4,490 4,780 290 6.46
5 PURE 1,130 850 -280 -24.78
6 PSAB 264 262 -2 -0.76
7 RIMO 67 55 -12 -17.91
8 BRPT 1,025 1,075 50 4.88
9 SLIS 5,350 5,100 -250 -4.67
10 SKYB 89 79 -10 -11.24