Portal Berita Ekonomi Senin, 23 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 10:27 WIB. Panglima TNI - Kedubes AS 'siap fasilitasi' kepergian Panglima TNI Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat.
  • 10:27 WIB. Apple - Belum dijual, iPhone X digugat sebuah perusahaan asal Jepang bernama Emonster.
  • 10:21 WIB. Trump - Donald Trump sesumbar mampu tekan Iran tanpa bantuan Uni Eropa.
  • 10:20 WIB. Panglima TNI - Kemlu panggil wakil dubes AS soal pelarangan masuk Panglima Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat.
  • 10:14 WIB. Jepang - Shinzo Abe dorong perubahan konstitusi pasca-menang pemilu Jepang.
  • 10:12 WIB. Rohingya - PBB mencatat 600.000 lebih warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh.
  • 10:10 WIB. Kenya - Paus Fransiskus serukan dialog konstruktif di Kenya.
  • 10:08 WIB. Rohingya - PBB butuhkan dana sebesar Rp5,8 triliun atasi krisis Rohingya.
  • 10:06 WIB. Catalonia - Spanyol desak warga Catalonia abaikan seruan pemimpin separatis.
  • 09:45 WIB. Telekomunikasi - Berkiprah 21 tahun, XL berinovasi dengan menghadirkan sosok virtual asistant bernama Maya.
  • 09:42 WIB. Polytron - Polytron sodorkan aplikasi belanja sendiri, Fira Shop, di ponsel besutannya, Prime 7.
  • 09:39 WIB. Smartphone - Huawei ingin susul ZTE bikin ponsel lipat dengan layar ganda.
  • 09:38 WIB. Micrososft - Windows 10 benamkan TruePlay, fitur anticurang untuk game.
  • 09:17 WIB. Sepak Bola - Wagub Sandiaga ditagih soal stadion Persija.
  • 09:17 WIB. Politik - Presiden Jokowi dan Ketua umum PDIP gelar pertemuan.

Ini Hasil Pertemuan Manajemen 7-Eleven dengan BEI

Foto Berita Ini Hasil Pertemuan Manajemen 7-Eleven dengan BEI
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Manajemen PT Modern Internasional Tbk (MDRN) yang merupakan induk usaha pemilik lisensi 7-Eleven di Indonesia pada hari ini menyambangi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Manajemen MDRN bertemu dengan dua direksi bursa, yakni Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat dan Direktur Perdagangan dan Anggota Bursa BEI Alpino Kianjaya.

Hal ini dilakukan perseroan setelah MDRN memutuskan untuk menutup seluruh gerai 7-Eleven yang dioperasikan oleh anak usahanya Modern Sevel Indonesia pada 30 Juni 2017. Penutupan gerai dilakukan karena keterbatasan sumber daya yang dimiliki perseroan untuk menunjang operasional gerai-gerai 7-Eleven. Hal ini terjadi setelah rencana penjualan dan transfer segmen bisnis kepada Charoen Phokphand Restu Indonesia batal dilaksanakan.

Samsul mengatakan jika dalam pertemuan tersebut, manajemen MDRN menyatakan akan kembali fokus kepada bisnis digital dan alat kesehatan (alkes) yang selama ini digeluti.

"Mereka masih punya bisnis selama ini. Dia akan fokus pada bisnis utama mereka yaitu bisnis digital, satu lagi alkes di situ. Jadi, sebenarnya pendapatan perusahaan masih ada," ujar Samsul di Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Lebih lanjut, Samsul menuturkan jika pihak MDRN menyadari bisnis yang saat ini dijalani harus direstruktur lagi. Oleh karena itu, pihak MDRN berencana untuk memperkuat lini bisnis lainnya serta mencari lini bisnis baru. Namun, Samsul mengaku jika MDRN belum mau membeberkan bisnis baru apa yang akan dijalani perseroan.

"Dia belum ada rencana yang lain. Artinya kalau rencana bisnis baru nanti mungkin ada. Cuma kan mereka enggak bisa sebutkan sekarang, enggak tau deh tuh bagaimana. Yang pasti, bisnisnya mereka bukan hanya ini ada yang lainlah," terang Samsul.

Ia juga mengungkapkan jika dalam pertemuan tersebut manajemen MDRN berencana untuk memberikan penjelasan kepada para pemegang saham dengan menggelar paparan publik (public expose) dalam waktu dekat.

"Mereka jelasin tentang usaha perusahaan. Mereka mau public expose minggu depan. Dia mau public expose secepatnya," terang Samsul.

Tag: 7-Eleven, Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Modern Sevel Indonesia, PT Modern Internasional Tbk

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Reno Esnir

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,627.27 3,590.91
British Pound GBP 1.00 17,951.88 17,767.01
China Yuan CNY 1.00 2,054.68 2,034.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,603.00 13,467.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,638.91 10,529.85
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,743.55 1,726.01
Dolar Singapura SGD 1.00 9,987.52 9,885.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,012.09 15,850.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,215.84 3,181.43
Yen Jepang JPY 100.00 11,957.63 11,837.04

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5929.549 19.019 564
2 Agriculture 1754.087 -2.560 18
3 Mining 1527.878 5.182 45
4 Basic Industry and Chemicals 634.942 2.086 68
5 Miscellanous Industry 1351.937 10.222 43
6 Consumer Goods 2506.331 7.379 45
7 Cons., Property & Real Estate 504.424 4.833 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1160.979 7.471 59
9 Finance 1030.441 4.914 90
10 Trade & Service 913.092 -9.075 131
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 462 575 113 24.46
2 AKSI 442 545 103 23.30
3 BACA 193 220 27 13.99
4 TRAM 135 152 17 12.59
5 WTON 575 635 60 10.43
6 NIPS 428 470 42 9.81
7 GPRA 143 157 14 9.79
8 BPFI 450 490 40 8.89
9 DSFI 119 129 10 8.40
10 BRAM 7,200 7,775 575 7.99
No Code Prev Close Change %
1 TRUS 195 127 -68 -34.87
2 HOME 272 214 -58 -21.32
3 TIFA 244 197 -47 -19.26
4 HDTX 478 390 -88 -18.41
5 BIRD 4,700 4,260 -440 -9.36
6 APII 254 234 -20 -7.87
7 MPPA 635 585 -50 -7.87
8 ADMG 224 208 -16 -7.14
9 BUVA 560 525 -35 -6.25
10 JGLE 133 125 -8 -6.02
No Code Prev Close Change %
1 HOME 272 214 -58 -21.32
2 TRAM 135 152 17 12.59
3 BUMI 204 212 8 3.92
4 TIFA 244 197 -47 -19.26
5 TLKM 4,210 4,270 60 1.43
6 PBRX 500 500 0 0.00
7 WIKA 1,810 1,900 90 4.97
8 BBCA 20,325 20,350 25 0.12
9 PGAS 1,660 1,680 20 1.20
10 SRIL 390 388 -2 -0.51