Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 September 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 07:04 WIB. Aragon - Valentino Rossi akan kembali balapan di MotoGP Aragon usai dinyatakan pulih dari cedera.
  • 07:03 WIB. Madrid - Karim Benzema berniat pensiun di Real Madrid, usai perpanjang kontrak hingga 2021.
  • 07:02 WIB. Sukhoi - Pemerintah akan negosiasi ulang soal barter 11 Sukhoi karena harga saat ini dianggap terlalu mahal.
  • 06:44 WIB. Liga Spanyol (22/9) - Levante 3 - 0 Real Sociedad
  • 06:43 WIB. Liga Spanyol (22/9) - Villareal 0 - 0 Espanyol
  • 06:35 WIB. New York - U.S. West Texas Intermediate (WTI) crude futures ended Thursday (21/9)'s session down 14 cents at $50.55 per barrel.
  • 06:34 WIB. London - Brent crude futures, the international benchmark for oil prices, were up 18 cents at $56.47 a barrel at 2:26 p.m. ET (1826 GMT) on Thursday (21/9).
  • 06:33 WIB. New York - The tech-rich Nasdaq Composite Index tumbled 33.35 points (0.52 per cent) to 6,422.69 on Thursday (21/9).
  • 06:32 WIB. New York - The broad-based S&P 500 dropped 7.64 points (0.30 per cent) to close at 2,500.60 on Thursday (21/9).
  • 06:31 WIB. New York - The Dow Jones Industrial Average finished down 53.36 points (0.24 per cent) at 22,359.23 on Thursday (21/9).
  • 06:31 WIB. New York - The Dow Jones Industrial Average finished down 53.36 points (0.24 per cent) at 22,359.23 on Thursday (21/9).
  • 06:31 WIB. New York - The Dow Jones Industrial Average finished down 53.36 points (0.24 per cent) at 22,359.23 on Thursday (21/9).
  • 23:17 WIB. Turki - Otoritas Turki akan buka pusat perdagangan di New York, AS.
  • 23:16 WIB. Israel - Palestina ajukan bukti kejahatan perang Israel ke ICC.
  • 23:13 WIB. Rodrigo Duterte - Duterte perintahkan kepolisian Filipina agar tembak mati anaknya jika memang terlibat narkoba.

KPPU: Pedagang Perantara Nikmati Rp186 Triliun dari Penjualan Beras

Foto Berita KPPU: Pedagang Perantara Nikmati Rp186 Triliun dari Penjualan Beras
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -
Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Muhammad Syarkawi Rauf, menyatakan pihaknya tengah berfokus menangani disparitas harga beras yang cukup tinggi antara produsen dengan pembeli. Tingginya perbedaan harga tersebut ditengarai karena besarnya keuntungan yang dikeruk oleh orang tengah alias pedagang perantara. 
 
Dalam setahun, Syarkawi menyebut dengan selisih harga berkisar Rp3.000 per liter, pedagang perantara bisa meraup keuntungan mencapai Rp186 triliun. Harga beras di tingkat petani diketahui berkisar Rp7.500 per liter dan dijual ke pembeli sebesar Rp10.500 per liter. Adapun produksi padi di Indonesia mencapai 79-80 juta ton per tahun yang dikonversi menjadi beras tidak kurang dari 40 juta ton.
 
"Benefit yang diperoleh orang tengah yang mencapai Rp186 triliun memang terlampau gede. Padahal, produsen yakni petani hanya menikmati kurang dari Rp100 triliun. Begitu pula dengan pedagang pada end user yang keuntungannya tidak sebesar orang tengah," kata Syarkawi, di sela rapat teknis kemitraan KPPU di Hotel Aryaduta Makassar, Kamis, (13/7/2017).
 
Syarkawi menjelaskan pihaknya sedang mencari formulasi terbaik untuk mengendalikan harga beras. Diinginkannya harga beras di seluruh Indonesia stabil pada kisaran Rp9.000 per liter. Harga di tingkat produsen didorongnya naik menjadi Rp8.000 per liter sehingga kesejahteraan petani lebih terjamin.
 
"Untuk orang tengah, saya pikir cukup dengan keuntungan Rp1.000 per liter. Ya tetap harus ada keuntungan bagi mereka agar tetap eksis, tapi ya jangan terlampau besar. Jangan sampai merugikan petani dan memberatkan masyarakat yang ingin membeli kebutuhan pokok tersebut," tutur alumnus Universitas Hasanuddin tersebut.
 
Menurut Syarkawi, penjualan beras di Indonesia sepatutnya tidak menjadi polemik. Toh, negara ini merupakan penghasil beras dan mengalami surplus. Tinggal bagaimana mengatur penjualan beras tersebut agar tidak malah merugikan petani dan masyarakat yang ingin membeli.
 
"KPPU sebagai lembaga anti-persaingan usaha berupaya memastikan harga pangan terkendali. Caranya dengan memangkas rantai distribusi yang terlalu panjang. Kalau ada praktik kartel dan mafia, ya kami tidak akan main-main dan akan melakukan penegakan hukum," pungkas Syarkawi.

Tag: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Muhammad Syarkawi Rauf, Beras

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,556.17 3,520.79
British Pound GBP 1.00 18,038.27 17,858.41
China Yuan CNY 1.00 2,030.76 2,010.66
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,336.00 13,204.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,694.14 10,585.65
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,708.91 1,691.93
Dolar Singapura SGD 1.00 9,910.82 9,806.89
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,024.54 15,860.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,182.06 3,148.31
Yen Jepang JPY 100.00 11,962.68 11,841.09

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Mar
3 href="MockTestReporting/" />MockTestReporting/ - Feb
4 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
5 href="mock_isuite/" />mock_isuite/ - Dec
6 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10