Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 September 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 21:29 WIB. Garuda - Menteri Rini Soemarno minta maskapai Garuda Indonesia memperbanyak paket wisata domestik.
  • 21:28 WIB. Volvo - Volvo Cars menggandakan investasi di pabrik di AS untuk menambah produksi dengan dana US$1 miliar.
  • 21:27 WIB. Korut - Korut akan membalas ancaman serangan militer dari AS dengan melakukan uji coba senjata nuklir yang lebih dahsyat.
  • 21:26 WIB. CSR - Lotte Mart menggandeng Baznas mengajak pelanggan berdonasi membantu masyarakat kurang mampu.
  • 21:25 WIB. Pelindo II - Pelindo II bakal memulai pembangunan Pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat pada akhir September 2017.
  • 21:24 WIB. Bappenas - Bappenas menawarkan berbagai proyek infrastruktur kepada pada investor asal Korea.
  • 21:23 WIB. Garuda - Garuda Indonesia akan menunda pengiriman total 20 pesawat untuk perusahaan dan unit usahanya.
  • 21:22 WIB. Kemenhub - Kemenhub bakal meningkatkan keandalan menara suar guna mendukung program Tol Laut.
  • 21:21 WIB. Bogor - Pemkot Bogor memastikan kelangkaan pasokan air bersih akibat proyek Tol Bocimi bisa kembali normal pada akhir pekan ini.
  • 21:20 WIB. MICE - Multielok Cosmetic menjual 3.000 saham di Pigeon Indonesia kepada Pigeon Singapore Pte. Ltd.
  • 21:19 WIB. Kemenperin - Kemenperin semakin gencar mempromosikan potensi investasi kawasan industri di luar pulau Jawa.
  • 20:54 WIB. Kemenperin - Kemenperin memperkirakan pendapatan negara dari cukai rokok pada tahun ini akan menurun.

Bayar Utang Bank, SSMS Akan Terbitkan Obligasi

Foto Berita Bayar Utang Bank, SSMS Akan Terbitkan Obligasi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) akan menyelesaikan kewajiban perusahaan dalam melakukan pembayaran utang kepada pihak perbankan dengan cara menerbitkan surat utang atau obligasi. Obligasi yang akan diterbitkan tersebut akan mencapai US$300 juta atau Rp3,99 triliun (Nilai tukar Rp13.300 per dolar AS).  

Direktur Utama SSMS, Vallauthan Subraminam menuturkan utang kepada pihak perbankan terdapat biaya cost of fund yang cukup besar, sehingga pihaknya berencana mengalihkannya ke surat utang. "Makanya kita ke obligasi biar itu ditutup supaya kita ada fleksibilitas juga. Jadi resiko perusahaan bisa dikurangi sampai utang bank tutup dan juga untuk working capital," katanya, di Jakarta, Senin (17/7/2017).

Selain untuk membayar utang, dana dari hasil obligasi juga akan dialokasikan perseroan dalam mengembangkan usaha. Rencana ekspansi tersebut diperkirakan membutuhkan pendanaan. 

"Kita masuk ke obligasi akan beri kita fleksibilitas yang panjang, karena obligasi itu. Kita hanya bayar kupon dan untuk capitalnya kita bisa tutup dengan obligasi yang berikutnya waktu dia mature," jelasnya. 

Rencananya, obligasi tersebut akan dicatatkan di Singapura Stock Exchange. Obligasi tersebut diperkirakan akan memiliki tenor lima hingga tujuh tahun, namun hal tersebut belum dapat dipastikan. Pasalnya, perseroan hingga saat ini masih menunggu proses rating. Perseroan pun menargetkan pada akhir bulan ini proses rating dapat selesai. 

"Nah tentu saja semua langkah yang bisa datang terkait dengan tingkat rating, yang diberikan lembaga rating. Jadi waktu informasi itu dari lembaga rating kita akan bicara ke pihak lain yang terkait dengan strukturasi ini," pungkasnya.

Tag: Vallauthan Subraminam, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Rizka Kasila Ariyanthi

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,571.10 3,535.18
British Pound GBP 1.00 18,194.37 18,008.34
China Yuan CNY 1.00 2,033.37 2,013.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,392.00 13,258.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,613.16 10,504.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,715.14 1,697.94
Dolar Singapura SGD 1.00 9,927.35 9,824.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,008.80 15,845.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,191.61 3,156.67
Yen Jepang JPY 100.00 11,967.83 11,844.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5911.708 5.135 559
2 Agriculture 1790.848 -1.819 18
3 Mining 1449.686 -23.409 44
4 Basic Industry and Chemicals 611.796 -1.479 67
5 Miscellanous Industry 1315.476 -6.099 41
6 Consumer Goods 2534.872 -26.293 45
7 Cons., Property & Real Estate 502.874 -3.817 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.129 -6.709 60
9 Finance 1012.974 22.847 89
10 Trade & Service 916.246 -7.545 130
No Code Prev Close Change %
1 POLY 60 81 21 35.00
2 HDTX 318 396 78 24.53
3 ADMG 171 198 27 15.79
4 OASA 418 482 64 15.31
5 BMTR 540 610 70 12.96
6 NAGA 210 236 26 12.38
7 RMBA 382 428 46 12.04
8 OKAS 545 600 55 10.09
9 PNLF 240 264 24 10.00
10 NIKL 3,150 3,460 310 9.84
No Code Prev Close Change %
1 VOKS 324 290 -34 -10.49
2 INCF 220 200 -20 -9.09
3 KPIG 1,235 1,140 -95 -7.69
4 RDTX 6,950 6,450 -500 -7.19
5 INCO 2,790 2,600 -190 -6.81
6 SCMA 2,340 2,200 -140 -5.98
7 WAPO 121 114 -7 -5.79
8 SIPD 860 815 -45 -5.23
9 BYAN 6,500 6,200 -300 -4.62
10 JGLE 155 148 -7 -4.52
No Code Prev Close Change %
1 BMTR 540 610 70 12.96
2 BBCA 19,050 19,875 825 4.33
3 TLKM 4,690 4,640 -50 -1.07
4 BBRI 15,025 15,675 650 4.33
5 MEDC 895 920 25 2.79
6 KBLI 456 442 -14 -3.07
7 AGRO 570 620 50 8.77
8 BMRI 6,600 6,600 0 0.00
9 UNVR 51,000 50,000 -1,000 -1.96
10 PGAS 1,625 1,610 -15 -0.92