Portal Berita Ekonomi Senin, 23 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:52 WIB. HMD Global - Nokia X5 meluncur dengan Android 8.1 Oreo.
  • 19:50 WIB. Spotify - Spotify belum mau luncurkan fitur blokir.
  • 19:49 WIB. Honor - Honor bakal umumkan smartphone baru, Honor Note 10, di tanah kelahirannya, Tiongkok, pada 31 Juli 2018.
  • 19:46 WIB. Startup - Platform kuis digital asli Indonesia, Kuismilioner.com, kantongi 20 ribu member baru per bulan.
  • 19:44 WIB. HMD Global - Situs web Mobile Magazine Hong Kong sebut Nokia 6.1 Plus akan dijual seharga HKD2288 atau sekitar Rp4,2 juta.
  • 19:43 WIB. Aqua Japan - Aqua Japan optimistis capai target market 32% tahun ini.
  • 19:41 WIB. HMD Global - Nokia 6.1 Plus dijual di China dengan nama Nokia X6.
  • 19:39 WIB. Instagram - Terungkap, 95 juta dari satu miliar akun Instagram ternyata adalah bot alias program komputer.
  • 19:05 WIB. China - Presiden China Xi Jinping menawarkan hibah dana kepada Sri Lanka sebesar US$295 juta.
  • 19:05 WIB. Asoka Mas - Asuransi Asoka Mas menargetkan asuransi pengakutan tumbuh hingga 20% pada tahun ini.
  • 19:04 WIB. Asoka Mas - Asuransi Asoka Mas mencatat premi naik 6% menjadi Rp457 miliar per Juni 2018.
  • 18:50 WIB. Xiaomi - Di Eropa, Mi A2 Lite dibanderol mulai sekitar Rp3,4 juta hingga sekitar Rp4,1 juta.
  • 18:49 WIB. Xiaomi - Di Eropa, Xiaomi membanderol Mi A2 mulai dari sekitar Rp4,6 juta hingga sekitar Rp5,1 juta.
  • 18:46 WIB. Microsoft - Pendapatan Microsoft untuk bisnis gaming-nya di tahun fiskal yang berakhir pada 30 Juni lalu mencapai US$10,35 miliar.
  • 18:43 WIB. HMD Global - Hong Kong dipilih HMD Global jadi tempat diperkenalkannya Nokia 6.1 Plus.

BIN Endus Kartel Perikanan, Bos KPPU Bilang Begini

Foto Berita BIN Endus Kartel Perikanan, Bos KPPU Bilang Begini
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkawi Rauf angkat bicara ihwal pernyataan petinggi Badan Intelijen Negara (BIN) soal dugaan kartel di sektor perikanan yang mengancam keamanan. Kerja BIN dalam menelisik mafia perikanan tersebut didukungnya. KPPU dan BIN, Syarkawi menyatakan senantiasa bertukar informasi mengenai hal tersebut. Namun, pihaknya tidak bisa membocorkan informasi intelijen.

"KPPU dan BIN bekerja sangat dekat. Tapi, namanya BIN tidak bisa kami publikasikan. Intinya kalau surat (informasi) kami saling bertukar," kata Syarkawi kepada Warta Ekonomi di Makassar, belum lama ini.

Menurut Syarkawi, langkah BIN yang turut melakukan pengawasan terhadap potensi kartel di sektor perikanan patut disokong. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menginginkan lembaga negara aktif menjaga stabilitas harga komoditas pangan strategis, termasuk sektor perikanan yang berkontribusi menghasilkan sejumlah komoditas unggulan.

Syarkawi menjelaskan diperlukan adanya sinergitas seluruh pihak, khususnya lembaga negara dalam memberantas praktik kartel. Musababnya, tidak jarang pelaku kartel melakukan perlawanan balik terhadap pemerintah yang getol melakukan upaya bersih-bersih. Di sektor perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan diketahui sangat gencar melakukan upaya pemberantasan mafia perikanan.

"Saat pemerintah mencoba menertibkan berbagai permasalahan di sektor perikanan, tidak jarang ada yang tidak senang dan melakukan perlawanan balik. Itu tidak selalu langsung dilakukan pelaku kartel. Bisa jadi menggunakan pihak lain untuk menyerang," jelas alumnus Universitas Hasanuddin (Unhas) tersebut.

Sebelumnya, Kepala BIN Budi Gunawan menyatakan ada kekuatan kartel yang ingin menyingkirkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dari posisi menteri. Bahkan, Budi menyebut salah satu serangan balik terhadap Susi adalah dengan demo-demo nelayan beberapa waktu lalu.

Deputi VI Bidang Komunikasi dan Informasi BIN Sundawan Salya menjelaskan pernyataan dari Kepala BIN merupakan hasil deteksi dini lembaganya terkait kartel di sektor perikanan. Sundawan menyebut kartel yang disebut bukanlah asosiasi nelayan dan pengusaha di bidang perikanan.

Tag: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Muhammad Syarkawi Rauf, Budi Gunawan, Badan Intelijen Negara (BIN)

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10