Portal Berita Ekonomi Jum'at, 15 Desember 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:53 WIB. Digital - Update, aplikasi Seeing AI Microsoft bisa kenali tulisan tangan.
  • 20:47 WIB. Gadget - Asus dan AMD kembali kolaborasi rilis notebook gaming X550IK dengan banderol sekitar Rp10 juta.
  • 19:33 WIB. Digital - Nilai valuasi Spotify kini berada di angka USD19 miliar atau sekitar Rp257 triliun.
  • 19:28 WIB. Apple - iMac Pro sudah bisa dipesan dengan banderol harga mulai Rp67 juta.
  • 18:03 WIB. Go-Jek - Go-Jek akuisisi 3 startup fintech lokal, Kartuku, Midtrans, dan Mapan.
  • 18:00 WIB. Teknologi - Dell EMC rilis dua produk storage anyar berkategori midrange, SC5020F dan SC7020F.
  • 17:11 WIB. Citibank - Citibank memaparkan ada pergeseran konsumsi nasabah sekitar 1 juta kartu kredit selama Januari-Oktober 2017.

BIN Endus Kartel Perikanan, Bos KPPU Bilang Begini

Foto Berita BIN Endus Kartel Perikanan, Bos KPPU Bilang Begini
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Muhammad Syarkawi Rauf angkat bicara ihwal pernyataan petinggi Badan Intelijen Negara (BIN) soal dugaan kartel di sektor perikanan yang mengancam keamanan. Kerja BIN dalam menelisik mafia perikanan tersebut didukungnya. KPPU dan BIN, Syarkawi menyatakan senantiasa bertukar informasi mengenai hal tersebut. Namun, pihaknya tidak bisa membocorkan informasi intelijen.

"KPPU dan BIN bekerja sangat dekat. Tapi, namanya BIN tidak bisa kami publikasikan. Intinya kalau surat (informasi) kami saling bertukar," kata Syarkawi kepada Warta Ekonomi di Makassar, belum lama ini.

Menurut Syarkawi, langkah BIN yang turut melakukan pengawasan terhadap potensi kartel di sektor perikanan patut disokong. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang menginginkan lembaga negara aktif menjaga stabilitas harga komoditas pangan strategis, termasuk sektor perikanan yang berkontribusi menghasilkan sejumlah komoditas unggulan.

Syarkawi menjelaskan diperlukan adanya sinergitas seluruh pihak, khususnya lembaga negara dalam memberantas praktik kartel. Musababnya, tidak jarang pelaku kartel melakukan perlawanan balik terhadap pemerintah yang getol melakukan upaya bersih-bersih. Di sektor perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan diketahui sangat gencar melakukan upaya pemberantasan mafia perikanan.

"Saat pemerintah mencoba menertibkan berbagai permasalahan di sektor perikanan, tidak jarang ada yang tidak senang dan melakukan perlawanan balik. Itu tidak selalu langsung dilakukan pelaku kartel. Bisa jadi menggunakan pihak lain untuk menyerang," jelas alumnus Universitas Hasanuddin (Unhas) tersebut.

Sebelumnya, Kepala BIN Budi Gunawan menyatakan ada kekuatan kartel yang ingin menyingkirkan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dari posisi menteri. Bahkan, Budi menyebut salah satu serangan balik terhadap Susi adalah dengan demo-demo nelayan beberapa waktu lalu.

Deputi VI Bidang Komunikasi dan Informasi BIN Sundawan Salya menjelaskan pernyataan dari Kepala BIN merupakan hasil deteksi dini lembaganya terkait kartel di sektor perikanan. Sundawan menyebut kartel yang disebut bukanlah asosiasi nelayan dan pengusaha di bidang perikanan.

Tag: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Muhammad Syarkawi Rauf, Budi Gunawan, Badan Intelijen Negara (BIN)

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,637.41 3,601.05
British Pound GBP 1.00 18,337.60 18,152.07
China Yuan CNY 1.00 2,063.29 2,042.71
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,641.00 13,505.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,464.01 10,356.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,746.41 1,728.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,135.23 10,030.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,084.10 15,922.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,346.66 3,310.86
Yen Jepang JPY 100.00 12,163.17 12,038.69

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6119.419 5.766 567
2 Agriculture 1615.559 6.106 19
3 Mining 1564.401 1.285 43
4 Basic Industry and Chemicals 672.709 -3.081 69
5 Miscellanous Industry 1382.572 -1.885 43
6 Consumer Goods 2705.365 24.718 45
7 Cons., Property & Real Estate 486.014 3.440 66
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1145.607 -2.150 60
9 Finance 1081.116 -5.142 89
10 Trade & Service 906.333 3.449 133
No Code Prev Close Change %
1 DWGL 316 394 78 24.68
2 MARI 1,010 1,250 240 23.76
3 MDLN 300 370 70 23.33
4 MYOR 2,070 2,500 430 20.77
5 MFMI 650 770 120 18.46
6 CANI 250 294 44 17.60
7 JGLE 98 115 17 17.35
8 ITMA 565 660 95 16.81
9 RELI 374 426 52 13.90
10 SDMU 304 344 40 13.16
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 595 515 -80 -13.45
2 KBLV 472 422 -50 -10.59
3 RODA 170 155 -15 -8.82
4 ARII 910 855 -55 -6.04
5 ALKA 334 314 -20 -5.99
6 GTBO 185 175 -10 -5.41
7 MTWI 149 141 -8 -5.37
8 IBST 8,550 8,100 -450 -5.26
9 BUMI 272 258 -14 -5.15
10 PORT 390 370 -20 -5.13
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 354 374 20 5.65
2 INKP 5,200 5,200 0 0.00
3 BUMI 272 258 -14 -5.15
4 AISA 480 492 12 2.50
5 BBRI 3,460 3,390 -70 -2.02
6 PBRX 498 520 22 4.42
7 BMTR 575 580 5 0.87
8 TLKM 4,250 4,230 -20 -0.47
9 DWGL 316 394 78 24.68
10 MNCN 1,280 1,295 15 1.17