Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 10:49 WIB. JICA - Kemenperin¬†dan JICA melakukan kerja sama dalam pengembangan industri potensial.
  • 08:58 WIB. Somalia¬†- Somalia deklarasikan perang dengan Al-Shabaab.
  • 08:57 WIB. Filipina - Kapal perang Rusia tiba di Filipina.
  • 08:54 WIB. Malaysia - Dua WNI tewas setelah longsor terjang wilayah di Tanjung Bungah, Penang, Malaysia.
  • 08:53 WIB. Korea Selatan - Dua pesawat supersonik B-1B AS terbang rendah di langit Korea Selatan.
  • 08:51 WIB. Trump - Donald Trump hendak beberkan dokumen rahasia pembunuhan Joh F. Kennedy.
  • 08:50 WIB. Catalonia - Ambil alih Bacelona, Spanyol dicap lakukan 'kudeta' terhadap Catalonia.
  • 08:49 WIB. Korea Utara - Kapal induk AS mampir ke Korea Selatan pasca 'unjuk gigi' kekuatan pada Korea Utara.
  • 08:48 WIB. Nuklir - Vladimir Putin yakin tekonologi masa depan akan lebih ngeri dari bom nuklir.
  • 08:47 WIB. Duterte - Rodrigo Duterte: kalau polisi tidak berani, saya yang akan tembak penjahat.
  • 08:46 WIB. Catalonia - Otoritas Madrid siap ambil Barcelona, pemimpin Catalonia siap melawan.

Menlu Segera Adakan Pertemuan Bilateral Bersama Laos

Foto Berita Menlu Segera Adakan Pertemuan Bilateral Bersama Laos
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan melakukan sebuah pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Laos Saleumxay Kommasith pada 27 Juli dalam rangka membahas peningkatan kerjasama bilateral antar kedua negara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir dalam press briefing di Jakarta, Kamis (20/7/2017) mengatakan bahwa kedua menlu akan melakukan pertemuan bilateral dalam kerangka JCBC atau komisi bersama untuk kerjasama bilateral.

Laos dan Indonesia akan melakukan pertemuan bilateral dalam kerangka JCBC untuk kelima kalinya dalam kunjungan Menlu Laos pekan depan. Pertemuan tersebut juga diselenggarakan untuk merayakan 60 tahun hubungan bilateral antara Indonesia dan Laos.

"Beberapa isu yang menjadi perhatian dalam pertemuan JCBC ini antara lain mengenai kerjasama di bidang politik dan pertahanan dan keamanan, dan juga tentunya paling penting di bidang ekonomi walaupun saat ini dalam kerjasama ekonomi masih banyak potensi yang bisa dikembangkan," ujar Arrmanatha.

Dalam kunjungannya ke Indonesia dari 26-29 Juli 2017, Menlu Laos dijadwalkan untuk mengunjungi Pabrik Pupuk Kujang karena Indonesia sedang menggarap kerjasama untuk mengimpor potasium dari Laos. Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Denny Abdi, mengatakan Pupuk Kujang membutuhkan 70 ribu ton potasium setiap tahunnya dan selama ini Indonesia mengimpor potasium dari Kanada dan Rusia.

"Ada potensi cukup besar di Laos. Kalau bisa digarap harganya bisa 30 persen lebih murah karena jaraknya dekat," ujar Denny.

Sekarang ini Indonesia telah melakukan uji coba impor 500 ton potasium dari Laos. Selain itu, Kemlu lewat Pusdiklat Kemlu telah melakukan pelatihan diplomatik kepada para diplomat-diplomat dari negara-negara sahabat dan Laos pun secara rutin mengirimkan perwakilannya utuk berpartisipasi dalam pelatihan tersebut.

"Menlu Laos juga akan dijadwalkan untuk melihat fasilitas-fasilitas yang dimiliki pusat pelatihan tersebut untuk peningkatan kerjasama ke depan," pungkas Denny. (HYS/Ant)

Tag: Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Retno Lestari Priansari Marsudi, Laos, Denny Abdi

Penulis: ***

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,622.47 3,586.11
British Pound GBP 1.00 17,819.44 17,635.67
China Yuan CNY 1.00 2,055.47 2,034.89
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,585.00 13,449.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,652.00 10,542.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,741.38 1,723.90
Dolar Singapura SGD 1.00 9,998.53 9,896.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,058.83 15,892.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,215.77 3,181.31
Yen Jepang JPY 100.00 12,005.13 11,881.79

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5929.549 19.019 564
2 Agriculture 1754.087 -2.560 18
3 Mining 1527.878 5.182 45
4 Basic Industry and Chemicals 634.942 2.086 68
5 Miscellanous Industry 1351.937 10.222 43
6 Consumer Goods 2506.331 7.379 45
7 Cons., Property & Real Estate 504.424 4.833 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1160.979 7.471 59
9 Finance 1030.441 4.914 90
10 Trade & Service 913.092 -9.075 131
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 462 575 113 24.46
2 AKSI 442 545 103 23.30
3 BACA 193 220 27 13.99
4 TRAM 135 152 17 12.59
5 WTON 575 635 60 10.43
6 NIPS 428 470 42 9.81
7 GPRA 143 157 14 9.79
8 BPFI 450 490 40 8.89
9 DSFI 119 129 10 8.40
10 BRAM 7,200 7,775 575 7.99
No Code Prev Close Change %
1 TRUS 195 127 -68 -34.87
2 HOME 272 214 -58 -21.32
3 TIFA 244 197 -47 -19.26
4 HDTX 478 390 -88 -18.41
5 BIRD 4,700 4,260 -440 -9.36
6 APII 254 234 -20 -7.87
7 MPPA 635 585 -50 -7.87
8 ADMG 224 208 -16 -7.14
9 BUVA 560 525 -35 -6.25
10 JGLE 133 125 -8 -6.02
No Code Prev Close Change %
1 HOME 272 214 -58 -21.32
2 TRAM 135 152 17 12.59
3 BUMI 204 212 8 3.92
4 TIFA 244 197 -47 -19.26
5 TLKM 4,210 4,270 60 1.43
6 PBRX 500 500 0 0.00
7 WIKA 1,810 1,900 90 4.97
8 BBCA 20,325 20,350 25 0.12
9 PGAS 1,660 1,680 20 1.20
10 SRIL 390 388 -2 -0.51