Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 2,81% pada level 27.985.
  • 16:33 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 1,41% pada level 3.052.
  • 16:32 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 1,05% pada level 3.245.
  • 16:29 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,02% pada level 7.573.
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,11% di akhir sesi II.
  • 14:21 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,91% pada level 23.864.
  • 14:20 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 1,01% pada level 2.239.

Makanan dan Pakaian Masih Dominasi Sektor Ritel

Makanan dan Pakaian Masih Dominasi Sektor Ritel - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pertumbuhan sektor ritel di berbagai pusat perbelanjaan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya masih didominasi oleh peritel yang bergerak di bidang usaha makanan-minuman dan juga pakaian.

"Tingkat permintaan dari sektor 'food & beverages' (makanan-minuman) serta 'fashion' (pakaian) masih cukup tinggi selama triwulan-II tahun 2017 ini," ujar Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, James Taylor, dalam sebuah rilis di Jakarta, Jumat (21/7/2017).

Selain itu, hasil riset JLL juga menunjukkan bahwa saat ini pengelola pusat perbelanjaan masih terus menjaga tingkat kompetisi supaya tetap menarik untuk dikunjungi serta mendatangkan peritel baru yang ingin menyewa.

Disorot pula terkait jumlah penyerapan bersih ruang ritel yang lebih rendah dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, yang disebabkan antara lain semakin minimnya jumlah ruang ritel yang tersedia.

Sebagaimana diberitakan, pertumbuhan sektor ritel di Indonesia diperkirakan bakal lebih terus melesat ke depannya dengan semakin banyaknya investor peritel yang mengincar pasar kaum menengah yang terus bertambah serta positifnya pertumbuhan ekonomi nasional.

"Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, setidaknya lima jaringan ritel menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam hal pertumbuhan pendapatan dan laba pada 2016," ujar Senior Associate Director Research Colliers International Ferry Salanto.

Ferry memaparkan, kelima jaringan ritel tersebut tercatat mengalami pertumbuhan pendapatan 5-15 persen pada periode tahun 2015-2016. Karena itu, ujarnya, bisnis ritel di Indonesia ke depannya akan terus menjanjikan baik dari peritel asing maupun lokal.

Sebelumnya, data peningkatan penjualan ritel yang terjadi di berbagai daerah dinilai dapat mendongkrak optimisme terhadap kondisi perekonomian Indonesia sekaligus menunjang stabilitas yang diharapkan kalangan investor.

"Optimisme terhadap ekonomi Indonesia menguat pada perdagangan setelah rilis data penjualan ritel bulan Mei yang mengesankan sebesar 4,3 persen karena peningkatan permintaan bahan pangan," ujar analis perusahaan jasa finansial FXTM, Lukman Otunuga.

Menurut dirinya, data penjualan yang menggembirakan itu juga dinilai bakal mendukung peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, tambahnya, hal tersebut juga sesuai dengan optimisme Bank Indonesia terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang. "Prospek keseluruhan terlihat menjanjikan meninjau data domestik Indonesia yang terus menampilkan isyarat stabilitas," paparnya. (HYS/Ant)

Baca Juga

Tag: Ritel, Ferry Salanto, Bursa Efek Indonesia (BEI)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Khairunnisak Lubis

Loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,658.88 3,622.09
British Pound GBP 1.00 17,846.92 17,667.98
China Yuan CNY 1.00 1,992.90 1,972.73
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,726.29 13,589.71
Dolar Australia AUD 1.00 9,416.23 9,315.75
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,765.87 1,748.28
Dolar Singapura SGD 1.00 10,177.42 10,072.42
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,226.57 15,073.71
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,375.87 3,339.41
Yen Jepang JPY 100.00 12,484.12 12,356.53
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6245.043 -46.614 675
2 Agriculture 1416.471 -20.137 21
3 Mining 1515.967 -26.726 49
4 Basic Industry and Chemicals 958.755 -7.627 77
5 Miscellanous Industry 1224.607 -9.715 51
6 Consumer Goods 2082.610 -16.264 56
7 Cons., Property & Real Estate 480.841 -4.665 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1088.720 -7.886 76
9 Finance 1366.432 -7.402 92
10 Trade & Service 750.830 -4.813 168
No Code Prev Close Change %
1 ZBRA 72 97 25 34.72
2 AMAR 360 450 90 25.00
3 LUCK 450 560 110 24.44
4 PICO 1,225 1,500 275 22.45
5 MYTX 55 66 11 20.00
6 LMAS 160 191 31 19.38
7 INPP 850 990 140 16.47
8 KICI 204 230 26 12.75
9 FITT 85 95 10 11.76
10 CSRA 376 420 44 11.70
No Code Prev Close Change %
1 SONA 6,000 4,800 -1,200 -20.00
2 RELI 166 134 -32 -19.28
3 KAYU 89 72 -17 -19.10
4 KBLV 294 240 -54 -18.37
5 SDRA 850 700 -150 -17.65
6 PORT 595 510 -85 -14.29
7 CARS 145 125 -20 -13.79
8 PADI 133 115 -18 -13.53
9 LMPI 97 84 -13 -13.40
10 IKAI 64 56 -8 -12.50
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,695 1,745 50 2.95
2 TOWR 785 785 0 0.00
3 ANTM 840 795 -45 -5.36
4 LUCK 450 560 110 24.44
5 TLKM 3,810 3,810 0 0.00
6 BBCA 34,375 34,175 -200 -0.58
7 TCPI 6,850 6,700 -150 -2.19
8 PGAS 2,020 1,965 -55 -2.72
9 BBRI 4,630 4,660 30 0.65
10 WSKT 1,445 1,375 -70 -4.84