Portal Berita Ekonomi Kamis, 25 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:39 WIB. BRI - BRI akan mengumumkan nama perusahaan asuransi yang akan diakuisisi pada semester I/2019.
  • 11:39 WIB. BRI - BRI mengalokasikan Rp6 triliun untuk akuisisi dan pengembangan anak usaha tahun ini.
  • 11:37 WIB. BTN - BTN mendorong dunia pendidikan hadapi tantangan era industri 4.0.
  • 11:35 WIB. GMFI - GMF AeroAsia menunjuk Tazar Marta Kurniawan sebagai Plt Dirut.
  • 11:34 WIB. Sido Muncul - Sido Muncul mencatat kenaikan laba bersih 23,53% pada kuartal I/2019.

Deforestasi Hutan Merajalela, Warsi: Hutan Sumatera Hanya Tersisa 11 Juta Hektare

Deforestasi Hutan Merajalela, Warsi: Hutan Sumatera Hanya Tersisa 11 Juta Hektare - Warta Ekonomi
WE Online, Jambi -

Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi mencatat kawasan hutan di Pulau Sumatera tersisa 11 juta hektare, dan apabila laju deforestasi tidak dikendalikan, maka pada 25 tahun mendatang tidak ada lagi hutan di sana.

"Dari analisis Cita Satelit Lansat TM 8 yang kami lakukan, pada 2015 lahan kritis atau areal terbuka meningkat jadi 556 persen, peningkatan perkebunan 141 persen dan peningkatan hutan tanaman industri 381 persen," ujar Anggota Dewan Pengawas KKI Warsi Sukri Sa'ad di Jambi, Jumat (21/7/2017).

Dalam kurun waktu 25 tahun, Pulau Sumatera kehilangan sembilan juta hektare hutan atau pada tahun 1990 tutupan hutan di Sumatera masih 20 juta hektare, namun pada 2015 hutan sumatera yang masih tersisa hanya tinggal 11 juta hektare.

"Jika kondisi ini masih terus berlanjut dan tidak ada upaya yang nyata, maka dalam waktu 25 tahun ke depan tidak akan ada lagi hutan di Sumatera," lanjutnya.

Hilangnya tutupan hutan dalam jumlah yang signifikan menurutnya, telah membawa dampak terhadap masyarakat yang hidup di dalam sekitar kawasan hutan sehingga menjadi termarginalkan. Dampak lain yang muncul juga kata dia seperti bencana ekologi dan hilangnya plasma nutfah serta cadangan biodversity penting, sehingga kondisi tersebut memicu bencana ekologis dan perubahan iklim.

Pihaknya mencatat, pada kurun waktu 2010-2016 di Jambi korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor mencapai 46 orang, dan korban meninggal akibat bencana penambangan liar mencapai 55 orang.

"Deforestasi jug menyebabkan berkurangnya sumber pangan dan ketersediaan air bersih, dampak ini yang paling dirasakan oleh kelompok masyarakat yang tinggal di dalam kawasan hutan dengan kondisi ekonomi yang juga masih rendah," ujarnya.

Dampak akibat laju deforestasi itu memberikan peringatan kepada kita bahwa ada ketimpangan yang terjadi di alam, sehingga sangat diperlukan untuk melakukan pemulihan dan penanganan cepat untuk mengatasi dampak yang lebih luas kedepannya, lanjutnya menambahkan.

Sementara itu, Direktur KKI Warsi Dicki Kurniawan, mengatakan meskipun pemerintah telah mengeluarkan kebijakan moratorium perizinan pembukaan hutan dan lahan perkebunan pada tahun 2011 namun laju deforestasi juga masih tinggi. Selain itu juga yang disayangkan sampai saat ini data-data terkait perizinan itu belum dipublikasikan oleh pihak terkait.

"Selama kurun waktu enam tahun berdasarkan hasil overlay peta indikatif penundaan pemberian izin baru (PPIPB) masih kehilangan tutupan hutan 2,7 juta hektare," pungkas Dicki. (HYS/Ant)

Tag: Hutan, sumatera, penebangan hutan, Hutan Lindung, Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, Sukri Sa'ad

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Vicky Fadil

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,793.33 3,755.17
British Pound GBP 1.00 18,367.32 18,182.56
China Yuan CNY 1.00 2,113.45 2,092.35
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,225.00 14,083.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,988.80 9,886.27
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,814.09 1,795.96
Dolar Singapura SGD 1.00 10,444.97 10,339.94
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,870.83 15,709.59
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,441.81 3,404.98
Yen Jepang JPY 100.00 12,711.11 12,581.97

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6447.885 -14.937 632
2 Agriculture 1442.951 -28.467 21
3 Mining 1811.281 -5.209 47
4 Basic Industry and Chemicals 822.905 -12.606 71
5 Miscellanous Industry 1326.618 -0.874 46
6 Consumer Goods 2506.178 -0.702 52
7 Cons., Property & Real Estate 493.676 2.433 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1162.416 -0.583 73
9 Finance 1299.327 -4.382 91
10 Trade & Service 818.653 3.375 156
No Code Prev Close Change %
1 CAKK 113 141 28 24.78
2 OASA 300 374 74 24.67
3 MBSS 600 705 105 17.50
4 WIIM 256 300 44 17.19
5 KONI 272 318 46 16.91
6 MKPI 15,000 17,175 2,175 14.50
7 FAST 2,100 2,400 300 14.29
8 HDFA 142 162 20 14.08
9 ARTA 406 458 52 12.81
10 MTPS 920 1,035 115 12.50
No Code Prev Close Change %
1 HRME 580 460 -120 -20.69
2 CNTX 570 454 -116 -20.35
3 CPRI 131 112 -19 -14.50
4 ALKA 390 340 -50 -12.82
5 TRIO 121 108 -13 -10.74
6 BUVA 124 111 -13 -10.48
7 LMSH 620 555 -65 -10.48
8 TMPO 178 160 -18 -10.11
9 GSMF 123 111 -12 -9.76
10 MYTX 83 75 -8 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 CPRI 131 112 -19 -14.50
2 JPFA 1,765 1,675 -90 -5.10
3 CAKK 113 141 28 24.78
4 ERAA 1,585 1,655 70 4.42
5 SWAT 118 124 6 5.08
6 CPIN 6,050 5,625 -425 -7.02
7 TLKM 3,850 3,840 -10 -0.26
8 APII 184 185 1 0.54
9 ACES 1,625 1,630 5 0.31
10 BBRI 4,430 4,400 -30 -0.68