Portal Berita Ekonomi Selasa, 16 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:58 WIB. Goldman Sachs - Goldman Sachs Group Inc mengumumkan profit kuartal II, lebih baik dari ekspektasi.
  • 22:49 WIB. Amazon - Prime Day shopping milik Amazon menghasilkan penjualan yang tinggi dari para retailer.
  • 22:37 WIB. Korupsi - Setya Novanto kembali menjalani masa tahanan di LP Sukamiskin.
  • 22:22 WIB. Oil - Brent crude futures  were up 9 cents at $66.57 a barrel by 1333 GMT. 
  • 22:21 WIB. Oil - West Texas Intermediate crude futures rose by 13 cents to $59.71 a barrel. 
  • 22:12 WIB. Inggris - Sport Direct menunda pengumuman laporan keuangan, saham turun 16%.
  • 17:34 WIB. Kasus hoax - Ratna Sarumpaet putuskan tidak banding.
  • 15:52 WIB. Asus - Asus ROG Phone bakal jadi ponsel perdana yang gunakan Snapdragon 855 Plus.

Isu SARA yang Serang Dedi Mulyadi Penuh Unsur Politik

Isu SARA yang Serang Dedi Mulyadi Penuh Unsur Politik - Warta Ekonomi
WE Online, Purwakarta -
Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai isu SARA yang ditargetkan pada Ketua DPD Golkar Dedi Mulyadi, calon gubernur dari Partai Golkar terlalu politis. 
 
Ia menilai, seharusnya kritikan atau koreksi yang dibangun oleh para ulama harusnya bersifat konstruktif dan dilakukan dengan etika yang baik tanpa menjelekan subjek yang dilontari kritikan itu. 
 
“Kritikan ulama itu harus membangun dan tidak menjelekan,” ujar Ujang saat dihubungi pada Jumat (11/8/201). 
 
Belum lama ini, sejumlah ulama mengaku tergabung dalam GEMA (Gerakan Ulama) Jawa Barat meminta kepada DPP Partai Golkar agar menarik kembali rekomendasi yang telah diberikan kepada Dedi Mulyadi untuk bertarung dalam Pilkada Jawa Barat sebagai calon Gubernur dan menggantinya dengan rekomendasi untuk kader Golkar yang lain. 
 
Atas dasar ini, Ujang menilai bahwa langkah ulama tersebut sebagai bagian dari serangan terbuka kepada Dedi Mulyadi. 
 
“Tapi perlu diketahui, serangan terbuka semacam ini dalam politik merupakan hal yang wajar. Apalagi Dedi Mulyadi merupakan Calon Gubernur yang sangat potensial,” ujarnya. 
 
Direktur Eksekutif Indonesia Politikan Review ini juga mengatakan bahwa kasus lama akan dibuka kembali untuk digunakan sebagai serangan yang dianggap akan melumpuhkan kekuatan politik lawan. Cara ini senada dengan upaya ulama tersebut yang membuka kembali isu yang berbau SARA
 
“Soal patung, soal pewayangan, itu isu lama yang dibuka kembali,” katanya. 
 
Tudingan berbau SARA pada Dedi kata Ujang, aeharusnya berakhir jika merujuk pada Surat Polda Jabar Nomor B/278/IV/2016 Ditreskrimum terkait Surat Pemberitahuan Perkembangan Penyidikan Perkara (SP2HP) tertanggal 14 April 2016. Surat itu ditujukan pada pelapor bernama Syahid Kalja alias Muhammad Syahid Joban dan terlapor Dedi Mulyadi.  
 
Surat itu menyebutkan kasus penistaan agama yang dituduhkan pada Dedi dinyatakan tidak dapat dilanjutkan karena tidak cukup bukti dan tidak memenuhi unsur dalam pasal penistaan agama yang dituduhkan.

"Jika tudingan penistaan agama pada Dedi tidak dilanjutkan polisi karena alasan-alasan yuridis, maka jika isu itu dibuka lagi aroma politiknya sangat terasa," ujar dia. 

Tag: Jawa Barat (Jabar), Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), Dedi Mulyadi, Ujang Komarudin

Penulis: Angga Nugraha

Editor: Vicky Fadil

Foto: Angga Nugraha

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,731.60 3,694.08
British Pound GBP 1.00 17,510.54 17,333.99
China Yuan CNY 1.00 2,036.82 2,016.45
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,995.00 13,855.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,844.08 9,742.84
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,789.14 1,771.15
Dolar Singapura SGD 1.00 10,318.51 10,213.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,758.37 15,599.34
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,406.77 3,369.41
Yen Jepang JPY 100.00 12,961.93 12,829.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6401.880 -16.354 652
2 Agriculture 1362.219 -4.003 21
3 Mining 1640.104 10.372 49
4 Basic Industry and Chemicals 800.486 -7.349 72
5 Miscellanous Industry 1307.736 2.373 49
6 Consumer Goods 2348.869 1.590 53
7 Cons., Property & Real Estate 496.094 -3.438 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1236.698 -3.730 74
9 Finance 1326.712 -5.432 91
10 Trade & Service 817.840 -0.912 163
No Code Prev Close Change %
1 BLUE 625 780 155 24.80
2 TRIO 342 426 84 24.56
3 ENVY 885 1,065 180 20.34
4 TMAS 875 1,005 130 14.86
5 GSMF 99 112 13 13.13
6 CINT 268 300 32 11.94
7 TFCO 540 600 60 11.11
8 PALM 234 258 24 10.26
9 IPOL 98 107 9 9.18
10 IBFN 232 252 20 8.62
No Code Prev Close Change %
1 POSA 428 322 -106 -24.77
2 SSTM 525 400 -125 -23.81
3 CSAP 595 520 -75 -12.61
4 BEEF 270 242 -28 -10.37
5 BIPI 58 52 -6 -10.34
6 WICO 600 545 -55 -9.17
7 SMMA 9,975 9,175 -800 -8.02
8 NICK 268 248 -20 -7.46
9 JAWA 121 112 -9 -7.44
10 APLI 100 93 -7 -7.00
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 340 340 0 0.00
2 IPTV 242 246 4 1.65
3 MNCN 1,450 1,445 -5 -0.34
4 TINS 1,025 1,080 55 5.37
5 ANTM 880 895 15 1.70
6 BIPI 58 52 -6 -10.34
7 TLKM 4,280 4,240 -40 -0.93
8 APLN 242 228 -14 -5.79
9 ENVY 885 1,065 180 20.34
10 MYOR 2,220 2,140 -80 -3.60

Recommended Reading