Portal Berita Ekonomi Jum'at, 20 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 22:41 WIB. China - Bank sentral China memperingatkan tentang keruntuhan harga aset secara tiba-tiba.
  • 22:39 WIB. Minyak - Bos OPEC mengatakan permintaan minyak global akan melewati 100 juta barel per hari pada 2020.
  • 22:39 WIB. Aramco - Saudi membutuhkan dana dari Aramco karena resesi memperlambat upaya penghematan.
  • 22:36 WIB. ISIS - Calon pemimpin ISIS di ASEAN diwartakan tewas di Marawi.
  • 22:35 WIB. Rohingya - PBB gagal bujuk Myanmar untuk menerima kembali warga Rohingya.
  • 22:33 WIB. Swedia - Rusia dituding berniat campuri Pemilu Swedia.
  • 22:32 WIB. Israel - Uni Eropa desak Israel agar segera hentikan pembangunan rumah di tanah Palestina.
  • 22:31 WIB. Afghanistan - Turki kecam serangan Taliban di markas militer Afghanistan.
  • 22:30 WIB. Amerika SerikatĀ - Hamas murka setelah diminta untuk menyerahkan senjata oleh AS.
  • 22:29 WIB. Kurdi - Kurdi Irak tegaskan tidak ingin berperang dengan Baghdad.
  • 20:56 WIB. Liga 1 (19/10) - Persib 0 - 0 Madura United

Kerusuhan di Kenya Tewaskan 11 Warga

Foto Berita Kerusuhan di Kenya Tewaskan 11 Warga
Warta Ekonomi.co.id, Nairobi -

Polisi Kenya tembakan timah panas kepada para pendemo, Sabtu (12/8/2017). Peristiwa tersebut menewaskan sedikitnya 11 orang. Menurut pejabat setempat, aksi pemberontakan tersebut ditenggarai oleh terpilihnya Presiden Uhuru Kenyatta.

Kemarahan itu terjadi di Kisumu, kota di bagian barat Kenya, dan daerah kumuh, kemudian merembet ke Nairobi, ibu kota Kenya. Sembilan jasad anak muda, yang ditembak dan menemui ajal pada Jumat malam di daerah kumuh Mathare, Nairobi, dibawa ke tempat penyimpanan mayat di kota, kata perwira keamanan kepada Reuters. Para pria itu dibunuh dalam gerakan penumpasan penjarahan oleh polisi, tambah pejabat tersebut.

Secara terpisah, seorang gadis di Mathare tewas setelah polisi melepaskan "tembakan sporadis", kata seorang saksi. Kawasan di sekitar kota itu setia kepada pemimpin oposisi Raila Odinga, 72, yang partainya menolak hasil pemungutan suara pada Selasa.

Seorang pewarta Reuters di Kisumu, pusat kekerasan etnis pascapemilihan satu dekade lalu malaporkan polisi melancarkan tembakan-tembakan dengan peluru tajam dan gas air mata. Satu pria tewas, kata seorang pejabat pemerintah. Dalam kekerasan satu dekade lalu 1.200 orang meninggal di seantero negeri itu.

Kerusuhan tersebut pecah beberapa saat setelah komisi pemilihan Kenya mengumumkan Jumat malam bahwa Kenyatta, 55, unggul dalam pemungutan suara dan dengan demikian akan memimpin Kenya untuk periode lima tahun kedua kendati oposisi menuduh bahwa pemilihan itu penuh kecurangan.

Menteri Dalam Negeri Fred Matiang'i mengatakan pihak berwenang berhasil mengatasi kerusuhan sehingga tidak meluas dan menyalahkan "unsur-unsur kriminal" berada di belakang aksi-aksi protes dan tak melakukan protes politik yang sah.

Koalisi NASA Odinga tak memberikan bukti atas penolakan terhadap hasil pemungutan suara itu. Kelompok pemantau utama Kenya, ELOG, mengatakan pada Sabtu penghitungan suaranya sesuai dengan hasil resmi, menapikan dugaan-dugaan NASA tentang adanya penipuan.

Terkait dengan kematian pemerotes, rumah sakit utama Kisumu merawat empat orang yang luka-luka kena tembak dan enam orang yang dipukul polisi Kenya.

Moses Odour, 28, yang sedang berada di rumahnya di distrik miskin Obunga ketika polisi merazia rumah-rumah, menariknya keluar kamar tidur dan memukulinya dengan tongkat.

"Ia tidak melawan. Ia diselamatkan oleh saudara perempuan saya, yang tinggal dekat dia. Saudara saya keluar rumah dan berteriak ke polisi, bertanya mengapa mereka memukuli orang-orang," kata Charles Ochieng, saudaranya, yang berbicara atas nama Oduor. (HYS/Ant)

Tag: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kenya, Kenyatta, Fred Matiang'i, Pemberontakan

Penulis: ***

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,623.54 3,587.18
British Pound GBP 1.00 17,945.63 17,762.00
China Yuan CNY 1.00 2,056.04 2,035.47
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,589.00 13,453.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,667.37 10,559.26
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,741.11 1,723.62
Dolar Singapura SGD 1.00 10,005.15 9,899.19
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,036.38 15,871.85
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,217.09 3,182.64
Yen Jepang JPY 100.00 12,024.60 11,902.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5910.530 -18.671 564
2 Agriculture 1756.647 -1.426 18
3 Mining 1522.696 31.327 45
4 Basic Industry and Chemicals 632.856 1.812 68
5 Miscellanous Industry 1341.715 -18.238 43
6 Consumer Goods 2498.952 -31.764 45
7 Cons., Property & Real Estate 499.591 2.704 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1153.508 -11.587 59
9 Finance 1025.527 2.077 90
10 Trade & Service 922.167 -4.510 131
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 182 244 62 34.07
2 KIOS 2,650 3,310 660 24.91
3 ZINC 370 462 92 24.86
4 TGKA 1,900 2,370 470 24.74
5 MTWI 550 685 135 24.55
6 HOME 220 272 52 23.64
7 BYAN 6,500 7,800 1,300 20.00
8 LCGP 96 112 16 16.67
9 WICO 466 520 54 11.59
10 NASA 348 384 36 10.34
No Code Prev Close Change %
1 ARTA 478 380 -98 -20.50
2 ASJT 680 565 -115 -16.91
3 AKSI 530 442 -88 -16.60
4 HDFA 204 185 -19 -9.31
5 MLIA 650 590 -60 -9.23
6 APII 274 254 -20 -7.30
7 CNTX 530 500 -30 -5.66
8 MAPI 6,550 6,225 -325 -4.96
9 LION 845 805 -40 -4.73
10 BIPP 86 82 -4 -4.65
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 182 244 62 34.07
2 SRIL 404 390 -14 -3.47
3 TLKM 4,300 4,210 -90 -2.09
4 BUMI 197 204 7 3.55
5 WSKT 1,980 2,100 120 6.06
6 WSBP 378 400 22 5.82
7 HOME 220 272 52 23.64
8 PGAS 1,660 1,660 0 0.00
9 BMTR 580 595 15 2.59
10 PBRX 496 500 4 0.81