Portal Berita Ekonomi Minggu, 22 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 10:49 WIB. JICA - Kemenperin¬†dan JICA melakukan kerja sama dalam pengembangan industri potensial.
  • 08:58 WIB. Somalia¬†- Somalia deklarasikan perang dengan Al-Shabaab.
  • 08:57 WIB. Filipina - Kapal perang Rusia tiba di Filipina.
  • 08:54 WIB. Malaysia - Dua WNI tewas setelah longsor terjang wilayah di Tanjung Bungah, Penang, Malaysia.
  • 08:53 WIB. Korea Selatan - Dua pesawat supersonik B-1B AS terbang rendah di langit Korea Selatan.
  • 08:51 WIB. Trump - Donald Trump hendak beberkan dokumen rahasia pembunuhan Joh F. Kennedy.
  • 08:50 WIB. Catalonia - Ambil alih Bacelona, Spanyol dicap lakukan 'kudeta' terhadap Catalonia.
  • 08:49 WIB. Korea Utara - Kapal induk AS mampir ke Korea Selatan pasca 'unjuk gigi' kekuatan pada Korea Utara.
  • 08:48 WIB. Nuklir - Vladimir Putin yakin tekonologi masa depan akan lebih ngeri dari bom nuklir.
  • 08:47 WIB. Duterte - Rodrigo Duterte: kalau polisi tidak berani, saya yang akan tembak penjahat.
  • 08:46 WIB. Catalonia - Otoritas Madrid siap ambil Barcelona, pemimpin Catalonia siap melawan.

Implikasi Hukum Komunikasi Krisis Kefarmasian

Foto Berita Implikasi Hukum Komunikasi Krisis Kefarmasian
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pelayanan kefarmasian- sebagai bagian dari pelayanan pengobatan memiliki empat unsur yang sangat mempengaruhi derajat kualitas pelayanan, yaitu aksesibilitas, kualitas, kontinuitas, dan efisiensi.

"Jika keempat unsur tersebut dipenuhi maka pasien/masyarakat dapat mendapatkan pelayanan kefarmasian yang baik," demikian ditegaskan Pakar Manajemen Komunikasi Krisis Kefarmasian Karyanto kepada WartaEkonomi.co.id dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Produk farmasi yang digunakan oleh pasien/masyarakat memiliki risiko yang tinggi jika tidak berkualitas atau tidak sesuai standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dalam proses produksi. Produk farmasi ketika digunakan akan berinterksi dengan tubuh, terjadi proses transformasi/metabolisme menjadi produk metabolit yang lebih polar sehingga lebih mudah dieksresikan terutama melalui urin.

Sarjana Farmasi lulusan UGM yang memiliki pengalaman sebagai praktisi komunikasi perusahaan lebih dari 10 tahun ini menjelaskan bahwa peran farmasis dalam pharmaceutical care yaitu melayani masyarakat sebagai profesional yang bertanggung jawab atas penggunaan obat yang rasional agar tercapai hasil terapi yang optimal.

Aspek hukum yang dapat menjerat karena terjadinya malpraktik dalam pharmaceutical care adalah berupa pidana, perdata, dan administrasi. Terkait dengan ini, farmasis harus paham aspek hukum atas pelayanan dan praktik kefarmasian yang dilakukannya.

"Farmasis, produsen, distributor, dan peritel produk farmasi juga harus memahami manajemen komunikasi krisis agar terhindar dari implikasi hukum atas praktik kefarmasiannya," Karyanto mengingatkan.

Best Practice Komunikasi Krisis Kefarmasian

Mengutip pendapat pakar corporate communication, Paul A Argenti- The Tuck School of Business Dartmouth College (2013: 195), ada empat kondisi yang umum terjadi dalam krisis, yaitu (1) the element of surprise- elemen kejutan yang tidak terduga; (2) insufficient information- informasi yang tidak mencukupi; (3) the quick pace of event- kejadiannya sangat cepat; (4) intense secrutiny- adanya penelitian yang intensif.

Sangat disayangkan, lanjut founder PT Global Medisina Indonesia ini, banyak tenaga profesi/perusahaan yang menganggap remeh fungsi manajemen komunikasi krisis sehingga baru care setelah krisis terlanjur menjalar dan mengancam reputasi.

"Fungsi komunikasinya seperti alat pemadam kebakaran, krisis sudah membakar, lantas farmasis/pihak manajemen perusahaan baru menyadarinya. Semuanya menjadi terlambat," dia menambahkan.

Berikut ini, 15 Best Practice Komunikasi Krisis Kefarmasian yang direkomendasikan Karyanto yaitu

1. Buat pedoman komunikasi krisis sebagai best practice;

2. Tetapkan perencanaan hadapi krisis;

3. Bentuk tim krisis yang kompeten;

4. Lakukan simulasi krisis bersama tim terkait;

5. Tunjuk juru bicara yang cakap;

6. Siapkan saluran komunikasi internal dan eksternal yang sesuai dengan jenis krisis;

7. Jadikan media massa sebagai mitra;

8. Berikan informasi yang akurat dan jujur;

9. Segera respons krisis dengan seksama;

10. Lakukan audit sistem/pedoman komunikasi krisis agar terbarui;

11. Pastikan semua proses bisnis di perusahaan/organisasi comply dengan aturan yang berlaku;

12. Tangani dengan tuntas setiap komplain pelanggan, siapa tahu hal ini dapat menjadi early warning akan datangnya krisis;

13. Janggan panik, tetap bersikap tenang, pastikan SOP krisis diimplementasikan dengan baik;

14. Lakukan komunikasi dengan para pihak (otoritas berwenang, mitra bisnis, komunitas profesi kesehatan, komunitas pelanggan) pada waktu yang tepat untuk menjelaskan krisis yang terjadi;

15. Jika diperlukan, lakukan advokasi untuk memastikan agar di kemudian hari tidak terjadi krisis serupa atau libatkan konsultan komunikasi krisis/konsultan hukum untuk mendampingi dan memberikan saran-saran yang bernas.

Tag: Karyanto, Komunikasi Krisis Kefarmasian

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Karyanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,622.47 3,586.11
British Pound GBP 1.00 17,819.44 17,635.67
China Yuan CNY 1.00 2,055.47 2,034.89
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,585.00 13,449.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,652.00 10,542.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,741.38 1,723.90
Dolar Singapura SGD 1.00 9,998.53 9,896.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,058.83 15,892.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,215.77 3,181.31
Yen Jepang JPY 100.00 12,005.13 11,881.79

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5929.549 19.019 564
2 Agriculture 1754.087 -2.560 18
3 Mining 1527.878 5.182 45
4 Basic Industry and Chemicals 634.942 2.086 68
5 Miscellanous Industry 1351.937 10.222 43
6 Consumer Goods 2506.331 7.379 45
7 Cons., Property & Real Estate 504.424 4.833 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1160.979 7.471 59
9 Finance 1030.441 4.914 90
10 Trade & Service 913.092 -9.075 131
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 462 575 113 24.46
2 AKSI 442 545 103 23.30
3 BACA 193 220 27 13.99
4 TRAM 135 152 17 12.59
5 WTON 575 635 60 10.43
6 NIPS 428 470 42 9.81
7 GPRA 143 157 14 9.79
8 BPFI 450 490 40 8.89
9 DSFI 119 129 10 8.40
10 BRAM 7,200 7,775 575 7.99
No Code Prev Close Change %
1 TRUS 195 127 -68 -34.87
2 HOME 272 214 -58 -21.32
3 TIFA 244 197 -47 -19.26
4 HDTX 478 390 -88 -18.41
5 BIRD 4,700 4,260 -440 -9.36
6 APII 254 234 -20 -7.87
7 MPPA 635 585 -50 -7.87
8 ADMG 224 208 -16 -7.14
9 BUVA 560 525 -35 -6.25
10 JGLE 133 125 -8 -6.02
No Code Prev Close Change %
1 HOME 272 214 -58 -21.32
2 TRAM 135 152 17 12.59
3 BUMI 204 212 8 3.92
4 TIFA 244 197 -47 -19.26
5 TLKM 4,210 4,270 60 1.43
6 PBRX 500 500 0 0.00
7 WIKA 1,810 1,900 90 4.97
8 BBCA 20,325 20,350 25 0.12
9 PGAS 1,660 1,680 20 1.20
10 SRIL 390 388 -2 -0.51