Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 September 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 22:03 WIB. Liga Italia (23/9) - AS Roma 3 - 1 Udinese
  • 22:02 WIB. Liga Inggris (23/9) - Stoke City 0 - 2 Chelsea
  • 22:02 WIB. Liga Inggris (23/9) - Southampton 0 - 1 Manchester United
  • 21:58 WIB. Liga Inggris (23/9) - West Ham 2 - 3 Tottenham Hotspurs
  • 21:07 WIB. Investasi - Satgas Investasi menghentikan usaha pengelolaan investasi ilegal yang dilakukan lima entitas.
  • 21:05 WIB. PLN - PLN akan membangun tower transmisi listrik crossing Jawa-Bali setinggi 367 meter.
  • 21:04 WIB. China - Kota Beijing tercatat sebagai salah satu kota tersibuk di dunia dan memiliki jumlah penduduk yang cukup padat.
  • 21:03 WIB. Kementan - Kementerian Pertanian membagikan satu ton benih gratis untuk masing-masing kabupaten kota di Jawa Tengah.
  • 21:02 WIB. BMW - BMW berencana untuk membuat model Seri 8 teranyar di Dingolfing, Jerman pada 2018.
  • 21:02 WIB. Daimler AG - Daimler AG berencana menghabiskan US$1 miliar untuk memulai produksi kendaraan listrik Mercedes-Benz di AS.
  • 21:01 WIB. AS - Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan aturan larangan masuk Amerika Serikat yang lebih ketat dan spesifik.
  • 21:00 WIB. Iran - Iran berhasil menguji sebuah rudal balistik baru dengan jarak tempuh 2.000 km.
  • 20:59 WIB. Intel - Intel Corp menginvestasikan US$1 juta pada perusahaan-perusahaan yang berkontribusi untuk kemajuan kecerdasan buatan.
  • 20:59 WIB. Bosch - Bosch menciptakan teknologi yang memungkinkan ponsel pintar berfungsi selayaknya kunci mobil.
  • 20:58 WIB. Mastercard - Mastercard baru-baru ini merilis Mastercard's Global Destination Cities Index.

Satgas Investasi: Manajemen Keuangan First Travel Buruk!

Foto Berita Satgas Investasi: Manajemen Keuangan First Travel Buruk!
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ketua Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tongam L Tobing menuturkan kasus penipuan yang dilakukan perusahaan perjalanan umrah, First Travel, berbeda dengan kasus-kasus investasi ilegal pada umumnya.

"Berbeda dengan kasus investasi ilegal pada umumnya. Dalam First Travel masyarakat tergiur dengan promo umrah. Pada saat mendaftar para jamaah ini memberikan uang muka bahkan melunasi tetapi dengan janji-janji akan memberangkatkan mungkin dalam waktu tertentu. Tetapi, kenyataannya First Travel tidak menepati janji," kata Tongam dalam diskusi di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Tongam mengatakan model bisnis yang dilakukan oleh First Travel memang akan menyebabkan kerugian terus-menerus terhadap perusahaan. Perusahaan itu menawarkan paket umrah promo namun di sisi lain tidak menghitung besaran beban dana subsidi yang harus ditanggung.

"Dari analisis kami ada kesalahan manajemen keuangan di First Travel. Program umrah promo ini disubsidi dari keuangan First Travel itu sendiri. Kita bisa bayangkan dengan jumlah yang sangat besar mendapatkan subsidi tentu menguras keuangan First Travel. Apalagi kita ketahui program promo umrah ini bukan hanya Rp14,3 juta, bahkan mereka juga mengeluarkan promo Rp8.888.888 dalam rangka ulang tahun Fisrt Travel ke-8. Ini menjadi sangat besar karena mereka harus menyubsidi jauh lebih besar lagi dari program tersebut," papar dia.

Selain itu, kata dia, First Travel tidak fokus dalam bisnis utama yakni travel umrah. Diketahui, Fisrt Travel juga melakukan bisnis di luar travel umrah yang keuangannya diambil dari First Travel.

"Ini sangat membahayakan keuangan Fisrt Travel," tegas dia.

Tag: OJK, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Tongam Lumban Tobing, First Travel

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,571.10 3,535.18
British Pound GBP 1.00 18,194.37 18,008.34
China Yuan CNY 1.00 2,033.37 2,013.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,392.00 13,258.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,613.16 10,504.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,715.14 1,697.94
Dolar Singapura SGD 1.00 9,927.35 9,824.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,008.80 15,845.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,191.61 3,156.67
Yen Jepang JPY 100.00 11,967.83 11,844.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5911.708 5.135 559
2 Agriculture 1790.848 -1.819 18
3 Mining 1449.686 -23.409 44
4 Basic Industry and Chemicals 611.796 -1.479 67
5 Miscellanous Industry 1315.476 -6.099 41
6 Consumer Goods 2534.872 -26.293 45
7 Cons., Property & Real Estate 502.874 -3.817 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.129 -6.709 60
9 Finance 1012.974 22.847 89
10 Trade & Service 916.246 -7.545 130
No Code Prev Close Change %
1 POLY 60 81 21 35.00
2 HDTX 318 396 78 24.53
3 ADMG 171 198 27 15.79
4 OASA 418 482 64 15.31
5 BMTR 540 610 70 12.96
6 NAGA 210 236 26 12.38
7 RMBA 382 428 46 12.04
8 OKAS 545 600 55 10.09
9 PNLF 240 264 24 10.00
10 NIKL 3,150 3,460 310 9.84
No Code Prev Close Change %
1 VOKS 324 290 -34 -10.49
2 INCF 220 200 -20 -9.09
3 KPIG 1,235 1,140 -95 -7.69
4 RDTX 6,950 6,450 -500 -7.19
5 INCO 2,790 2,600 -190 -6.81
6 SCMA 2,340 2,200 -140 -5.98
7 WAPO 121 114 -7 -5.79
8 SIPD 860 815 -45 -5.23
9 BYAN 6,500 6,200 -300 -4.62
10 JGLE 155 148 -7 -4.52
No Code Prev Close Change %
1 BMTR 540 610 70 12.96
2 BBCA 19,050 19,875 825 4.33
3 TLKM 4,690 4,640 -50 -1.07
4 BBRI 15,025 15,675 650 4.33
5 MEDC 895 920 25 2.79
6 KBLI 456 442 -14 -3.07
7 AGRO 570 620 50 8.77
8 BMRI 6,600 6,600 0 0.00
9 UNVR 51,000 50,000 -1,000 -1.96
10 PGAS 1,625 1,610 -15 -0.92