Portal Berita Ekonomi Minggu, 19 November 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:44 WIB. Politik - Golkar DIY minta ganti ketua umum.
  • 17:42 WIB. Politik - Akbar Tanjung minta Golkar segera tentukan pimpinan baru.
  • 17:41 WIB. Pangan - Harga daging Sapi di Bandar Lampung tembus Rp120 ribu/kg.
  • 17:39 WIB. Daerah - Menteri BUMN akan tinjau langsung pembangunan di Papua.
  • 17:39 WIB. Jayapura - Pemkot Jayapura akan melarang penjualan petasan menjelang perayaan Natal 25 Desember 2017.
  • 17:38 WIB. Daerah - BPJS TK akan gelar pasar murah di Jambi.
  • 17:38 WIB. Ayam - Kebutuhan daging ayam bagi kalangan masyarakat Rejang Lebong mencapai delapan ton per hari.
  • 17:37 WIB. Daerah - BPBD Bekasi pasang alat deteksi bencana.
  • 17:33 WIB. Baja - Krakatau Steel mendorong keberpihakan perusahaan dalam negeri untuk menggunakan produk baja nasional.
  • 17:32 WIB. Setnov - Polda Metro menduga kecepatan kendaraan yang ditumpangi Setya Novanto saat kecelakaan sekitar 40 km per jam.
  • 17:30 WIB. Kemiskinan - Pemkab Gorontalo menggenjot pengentasan kemiskinan lewat program prioritas di sektor pembangunan.
  • 17:30 WIB. India - Pemerintah India meluncurkan kembali perangko edisi Ramayana di Denpasar, Bali.
  • 15:59 WIB. Digital - iPhone X masuk 25 penemuan terbaik 2017 versi Time.
  • 15:57 WIB. Digital - Muncul Youtube APK yang suguhkan model "gelap", Google berantas semua Youtube berformat APK.
  • 15:53 WIB. Digital - Lepas jadi bos Indosat, Alexander Rusli terjun ke dunia startup.

Kekerasan Kepada Warga Rohingya, Suu Kyi: Ini Semua Lantaran Teroris!

Foto Berita Kekerasan Kepada Warga Rohingya, Suu Kyi: Ini Semua Lantaran Teroris!
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Aung San Suu Kyi pada hari Rabu (6/9/2017) menyalahkan "teroris" karena "gunung es kesalahan informasi yang salah" atas kekerasan di negara bagian Rakhine namun tidak menyebutkan hampir 126.000 Muslim Rohingya yang telah melarikan diri dari perbatasan ke Bangladesh sejak 25 Agustus.

Pemimpin Myanmar yang beragama Buddha tersebut mendapat tekanan dari negara-negara dengan populasi Muslim selama krisis kemanusiaan di Myanmar, dan pada hari Selasa Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan risiko terkait dengan pembersihan etnis dan destabilisasi regional.

Dalam sebuah surat yang notabene jarang dikeluarkan mengungkapkan kekhawatiran bahwa kekerasan yang telah berkecamuk selama hampir dua minggu di negara bagian barat laut Myanmar tersebut dapat memicu bencana kemanusiaan, Guterres mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menahan diri dan menahan diri.

Aung San Suu Kyi berbicara melalui telepon pada hari Selasa dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan, yang telah mendesak para pemimpin dunia untuk berbuat lebih banyak untuk membantu sekitar 1,1 juta populasi manusia terancam akan aksi genosida.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya di Facebook, Suu Kyi mengatakan bahwa pemerintah telah "mulai membela semua orang di Rakhine dengan cara terbaik" dan memperingatkan terhadap kesalahan informasi yang dapat merusak hubungan dengan negara lain.

Dirinya merujuk pada gambar di Twitter tentang pembunuhan yang diposkan oleh wakil perdana menteri Turki yang kemudian dihapus karena gambar tersebut bukan berasal dari Myanmar.

"Dirinya mengatakan bahwa informasi palsu yang juga mengakibatkan kesalahan informasi yang diterima oleh wakil perdana menteri Turki hanyalah puncak dari kesalahan informasi yang sudah diperhitungkan untuk menciptakan banyak masalah di antara negara-negara yang notabene berbeda dan dengan tujuan untuk mempromosikan kepentingan para teroris," pihak berwenang kantor Aung San Suu Kyi mengatakan dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip dari laman Reuters, Rabu (6/9/2017).

Kekerasan terbaru di negara bagian Rakhine dimulai 12 hari yang lalu ketika gerilyawan Rohingya menyerang puluhan pos polisi dan sebuah pangkalan militer. Bentrokan berikutnya dan serangan balik militer telah menewaskan setidaknya 400 orang dan memicu eksodus penduduk desa ke Bangladesh.

Aung San Suu Kyi telah dituduh oleh kritikus Barat karena tidak berbicara mengenai minoritas yang telah lama mengeluhkan penganiayaan, dan beberapa orang telah meminta Hadiah Nobel Perdamaian yang dimenangkannya pada tahun 1991 sebagai juara demokrasi untuk dicabut.

Myanmar mengatakan pasukan keamanannya memerangi sebuah aksi yang sah dalam rangka melawan "teroris" yang bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap pos polisi dan tentara sejak Oktober lalu.

Pejabat Myanmar menyalahkan militan Rohingya atas pembakaran rumah dan juga kematian warga sipil. Namun, pemerhati HAM mengatakan Muslim Rohingya melarikan diri ke negara tetangga Bangladesh dari tentara Myanmar yang berusaha untuk memaksa mereka keluar dengan sebuah aksi pembakaran dan juga pembunuhan.

Tag: Myanmar, Muslim Rohingya, Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), Aung San Suu Kyi, Bangladesh, Recep Tayyip Erdogan, Turki

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Athit Perawongmetha

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,622.47 3,586.11
British Pound GBP 1.00 17,989.26 17,803.79
China Yuan CNY 1.00 2,049.73 2,029.21
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,585.00 13,449.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,330.03 10,223.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,739.79 1,722.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,036.94 9,934.26
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,058.83 15,892.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,263.66 3,228.66
Yen Jepang JPY 100.00 12,086.30 11,963.17

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6051.732 13.825 562
2 Agriculture 1744.479 -5.651 18
3 Mining 1583.409 -1.889 43
4 Basic Industry and Chemicals 661.247 4.339 68
5 Miscellanous Industry 1375.383 -5.666 43
6 Consumer Goods 2594.790 -30.613 45
7 Cons., Property & Real Estate 500.839 1.989 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1157.617 -1.198 58
9 Finance 1064.875 15.680 90
10 Trade & Service 900.127 2.538 132
No Code Prev Close Change %
1 ESSA 159 180 21 13.21
2 CANI 280 312 32 11.43
3 RIMO 202 224 22 10.89
4 WINS 350 378 28 8.00
5 IIKP 252 272 20 7.94
6 MYTX 127 137 10 7.87
7 MAMI 98 105 7 7.14
8 ADMG 204 218 14 6.86
9 MARK 1,395 1,490 95 6.81
10 SCMA 2,000 2,130 130 6.50
No Code Prev Close Change %
1 INCF 210 173 -37 -17.62
2 PTSN 242 210 -32 -13.22
3 ARII 950 850 -100 -10.53
4 FORU 208 187 -21 -10.10
5 AIMS 152 137 -15 -9.87
6 RMBA 378 346 -32 -8.47
7 TIRA 262 240 -22 -8.40
8 BULL 184 169 -15 -8.15
9 HDFA 191 176 -15 -7.85
10 CMPP 376 350 -26 -6.91
No Code Prev Close Change %
1 PBRX 488 494 6 1.23
2 MNCN 1,460 1,475 15 1.03
3 SIMA 408 402 -6 -1.47
4 BMTR 590 580 -10 -1.69
5 BTEK 132 130 -2 -1.52
6 BBRI 3,210 3,290 80 2.49
7 RIMO 202 224 22 10.89
8 ESSA 159 180 21 13.21
9 BBCA 21,025 21,175 150 0.71
10 TLKM 4,200 4,200 0 0.00