Portal Berita Ekonomi Jum'at, 15 Desember 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:53 WIB. Digital - Update, aplikasi Seeing AI Microsoft bisa kenali tulisan tangan.
  • 20:47 WIB. Gadget - Asus dan AMD kembali kolaborasi rilis notebook gaming X550IK dengan banderol sekitar Rp10 juta.
  • 19:33 WIB. Digital - Nilai valuasi Spotify kini berada di angka USD19 miliar atau sekitar Rp257 triliun.
  • 19:28 WIB. Apple - iMac Pro sudah bisa dipesan dengan banderol harga mulai Rp67 juta.
  • 18:03 WIB. Go-Jek - Go-Jek akuisisi 3 startup fintech lokal, Kartuku, Midtrans, dan Mapan.
  • 18:00 WIB. Teknologi - Dell EMC rilis dua produk storage anyar berkategori midrange, SC5020F dan SC7020F.
  • 17:11 WIB. Citibank - Citibank memaparkan ada pergeseran konsumsi nasabah sekitar 1 juta kartu kredit selama Januari-Oktober 2017.

Jumat ini Rupiah Makin Perkasa terhadap Dolar AS, ini Penyebabnya

Foto Berita Jumat ini Rupiah Makin Perkasa terhadap Dolar AS, ini Penyebabnya
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Nilai tukar rupiah semakin perkasa menjelang akhir pekan. Di pasar spot, nilai tukar rupiah menguat 0,6% ke level Rp13.227 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (8/9/2017). Ini merupakan posisi terkuat rupiah sejak 11 November 2016. Sementara kurs tengah Bank Indonesia (BI) menunjukkan penguatan kurs rupiah ke level Rp13.284 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.331 per dolar AS.

Apa yang menyebabkan Rupiah begitu perkasa terhadap Dolar AS? Menurut Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara, ekspektasi pasar terhadap dolar AS yang mulai berbalik arah (tren pembalikan) menjadikan dolar AS tidak berdaya menghadapi mata uang Rupiah termasuk mata uang emerging market lainnya.

Mirza menuturkan, pada awal tahun trennya suku bunga acuan AS akan naik lebih cepat karena pertumbuhan ekonomi AS bakal melaju kencang diluar perkiraan, sehingga dolar AS menarik minat pelaku pasar.

"Tapi kan ternyata ekonomi AS tumbuh bagus tapi tidak secepat perkiraan, agak melandai. Inflasi di AS melandai di bawah 2 persen. Terus perkiraan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) tadinya di awal tahun bisa naik 4 kali bahkan 5 kali. Ini sudah naik 2 kali tahun ini tapi mau naik sekali lagi belum tentu. September ini rasanya nggak. Desember nanti change untuk naik sudah di bawah 35%," ujar Mirza di kompleks perkantoran BI, Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Hal itu membuat dolar AS kurang menarik karena suku bunganya tidak jadi naik dan ekonomi AS tidak tumbuh lebih tinggi dari perkiraan. Akibatnya, kata Mirza, terjadi tren pembalikan di mana ekspektasi orang/pasar terhadap dolar AS, dan dolar AS terhadap mata uang global menurun.

"Surat utang berdenominasi dolar AS yang awal tahun bisa mencapai 2,5 persen untuk tenor 10 tahun sekarang trennya turun terus. Kemarin terakhir sudah 2,0 sekian persen. Ini membuat Dolar AS melemah, ya mata uang Indonesia dan emerging market menguat," terang Mirza.

Tag: Rupiah, Dolar Amerika Serikat (AS), Mirza Adityaswara, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rizka Kasila Ariyanthi

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,637.41 3,601.05
British Pound GBP 1.00 18,337.60 18,152.07
China Yuan CNY 1.00 2,063.29 2,042.71
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,641.00 13,505.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,464.01 10,356.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,746.41 1,728.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,135.23 10,030.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,084.10 15,922.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,346.66 3,310.86
Yen Jepang JPY 100.00 12,163.17 12,038.69

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6119.419 5.766 567
2 Agriculture 1615.559 6.106 19
3 Mining 1564.401 1.285 43
4 Basic Industry and Chemicals 672.709 -3.081 69
5 Miscellanous Industry 1382.572 -1.885 43
6 Consumer Goods 2705.365 24.718 45
7 Cons., Property & Real Estate 486.014 3.440 66
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1145.607 -2.150 60
9 Finance 1081.116 -5.142 89
10 Trade & Service 906.333 3.449 133
No Code Prev Close Change %
1 DWGL 316 394 78 24.68
2 MARI 1,010 1,250 240 23.76
3 MDLN 300 370 70 23.33
4 MYOR 2,070 2,500 430 20.77
5 MFMI 650 770 120 18.46
6 CANI 250 294 44 17.60
7 JGLE 98 115 17 17.35
8 ITMA 565 660 95 16.81
9 RELI 374 426 52 13.90
10 SDMU 304 344 40 13.16
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 595 515 -80 -13.45
2 KBLV 472 422 -50 -10.59
3 RODA 170 155 -15 -8.82
4 ARII 910 855 -55 -6.04
5 ALKA 334 314 -20 -5.99
6 GTBO 185 175 -10 -5.41
7 MTWI 149 141 -8 -5.37
8 IBST 8,550 8,100 -450 -5.26
9 BUMI 272 258 -14 -5.15
10 PORT 390 370 -20 -5.13
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 354 374 20 5.65
2 INKP 5,200 5,200 0 0.00
3 BUMI 272 258 -14 -5.15
4 AISA 480 492 12 2.50
5 BBRI 3,460 3,390 -70 -2.02
6 PBRX 498 520 22 4.42
7 BMTR 575 580 5 0.87
8 TLKM 4,250 4,230 -20 -0.47
9 DWGL 316 394 78 24.68
10 MNCN 1,280 1,295 15 1.17