Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:56 WIB. New York - The dollar index, which tracks the greenback against six major currencies, was down 0.21 percent to 90.39 on Monday (22/1).
  • 06:54 WIB. New York - U.S. crude rose 25 cents, or 0.4 percent on Monday (22/1),, to close at $63.62 a barrel.
  • 06:53 WIB. London - Brent on Jan. 22 had hit $70.37, the highest since December 2014.
  • 06:52 WIB. New York - The Nasdaq Composite added 71.65 points (0.98 per cent) to 7,408.03 on Monday (22/1).
  • 06:51 WIB. New York - The S&P 500 gained 22.67 points (0.81 per cent) to 2,832.97 on Monday (22/1).
  • 06:50 WIB. New York - The Dow Jones Industrial Average rose 142.88 points (0.55 percent) to 26,214.60 on Monday (22/1).
  • 06:46 WIB. BUMN - Kementerian BUMN menargetkan belanja modal BUMN konstruksi naik 22,8% menjadi Rp140 triliun pada 2018.
  • 06:46 WIB. IHSG - Binaartha Sekuritas memprediksi IHSG masih akan terkoreksi dalam perdagangan hari ini.
  • 06:45 WIB. IHSG - Reliance Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak cenderung tertekan dengan range pergerakan 6.467-6.530.
  • 06:45 WIB. IHSG - Indosurya Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpotensi besar mengalami kenaikan pada hari ini.
  • 06:44 WIB. AP II - Angkasa Pura II menyiapkan dana Rp1,4 triliun untuk pengembangan Bandara Kertajati.
  • 06:44 WIB. Migas - Kementerian ESDM memastikan hasil lelang blok migas akan diumumkan pada awal Februari 2018.
  • 06:34 WIB. 99.co - Portal properti 99.co mengakuisisi UrbanIndo.com yang memiliki 1,2 juta listing aktif.
  • 20:58 WIB. PT Barata Indonesia - PT Barata Indonesia gandeng PT Berkah Alam Lestari Energi untuk bangun PLTMH Batang Toru 3 (2x5) MW.
  • 20:55 WIB. BNI - BNI catat DPK yang terkumpul dalam program laku pandai sebesar Rp562 miliar.

3 Kiat Penting dalam Pengembangan Destinasi Wisata Ala Menpar

Foto Berita 3 Kiat Penting dalam Pengembangan Destinasi Wisata Ala Menpar
Warta Ekonomi.co.id, Banyuwangi -

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan tiga poin penting dalam pengembangan destinasi wisata. Hal itu disampaikan Arief saat meresmikan Harvest Resort & Village di Banyuwangi. 

Pertama, dalam pengembangan destinasi dia memperkenalkan 3A, Atraksi, Akses dan Amenitas. Hadirnya Harvest Resort & Village itu adalah bentuk pengembangan amenitas, yang menjadi critical bagi pengembangan destinasi.

Kedua, point penting yang disampaikan Menpar Arief Yahya adalah pembangunan ballroom/conference venue/conference venue yang besar di Banyuwangi yang berkapasitas 1.000 orang di Harvest Resort & Village itu.

“Itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk gelaran event MICE sebanyak banyaknya. Karena MICE ini makin menjanjikan,” kata Arief dalam keterangan resminya yang diterima di Bandung, Minggu (10/9/2017)

Menpar Arief Yahya menjelaskan, Keuntungan dari berkembangnya MICE tourism adalah wisman MICE melakukan spending dua kali lebih banyak daripada wisman biasa. ARPU atau Average Revenue Per User-nya jauh lebih tinggi, dan lokasi atau daerah penyelenggaraan MICE akan memperoleh keuntungan berupa perbaikan berbagai sektor yang ada.

Dia mencontohkan, semakin sering conferences, diskusi tentang perikanan dilakukan di Banyuwangi, maka sektor perikanan akan semakin maju.

Ketiga, point yang penting menurut Menpar Arief Yahya adalah, untuk maju memenangkan persaingan, khususnya ketika bidding untuk event MICE nasional maupun internasional, maka Banyuwangi harus Incorporated. Bersatu membawa nama baik Banyuwangi dan Indonesia di pentas dunia.

“Ketika bersatu, maka kita akan kuat dan memenangkan persaingan. Banyuwangi punya prospek bagus di pariwisata, masyarakatnya juga semakin ramah dan punya semangat hospitality yang bagus,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief menyebutkan bahwa Banyuwangi akan banyak investasi di bidang pariwisata. 

“Banyuwangi sukses sebagai Kota Festival, dalam setahun ada 72 events dan konsisten, dari tahun ke tahun. Itu menjadi kekuatan atraksi Banyuwangi,” jelas Menteri yang asli orang Banyuwangi itu.

Top 3 Event Banyuwangi, kata dia, adalah Tour de Ijen, Banyuwanhi Ethno Carnival (BEC), dan Gandrung Sewu, seribu penari gandrung yang menggemparkan dunia itu. Wisata Baharinya punya Marina Boom Banyuwangi.

“Destinasi Wisata Baru antara lain Pantai Cacalan, air terjun watugedek sempu, hutan pinus songgon, pantai syariah pusan, icon pariwisata (spot selfie),” kata Menpar Arief Yahya.

Di kesempatan yang sama, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, dirinya hanya memberikan perizinan untuk pembangunan hotel bintang 3 dan bintang 4 serta homestay. Izin tidak akan diberikan untuk pembangunan hotel kelas Melati.

"Kita sengaja hanya beri izin hotel berbintang dan homestay sebagai bagian dari kontrol tata kota. Saya tidak akan izinkan dibangun hotel Melati. Karena terbukti hotel Melati hanya menjual jam-jam-an untuk sesuati yang tidak benar," kata Bupati Anas yang disambut gelak tawa hadirin.

Pengendalian pendirian hotel ini sengaja dilakukan guna menjaga iklim investasi di Banyuwangi. Saat tak ada kontrol, dikhawatirkan akan memunculkan persaingan yang tidak sehat.

Seperti diketahui, sejumlah hotel berbintang berjejaring kini dibangun di Banyuwangi. Di antaranya, jaringan Hotel Aston dan Hotel Agastya. Pembangunan Hotel Aston yang berlokasi di Jalan Brawijaya telah dimulai sejak Oktober 2016 lalu. Hotel delapan lantai tersebut diproyeksi mulai beroperasi Oktober mendatang. Sementara itu, pembangunan Hotel Agastya yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, juga terus berlangsung.

Anas mengatakan, pengusaha hotel menanamkan investasi di Bumi Blambangan murni pertimbangan bisnis. Artinya, pihak investor telah menghitung return of investment (ROI) alias rasio provitabilitas. Untuk itu, pihak Pemerintah Daerah menargetkan Banyuwangi menjadi Kota MICE.

“Selama ini orang lebih memilih Kota Batu, Surabaya, Bali untuk lokasi rapat. Kalau mereka memilih Banyuwangi, bisa jadi jumlah kamar hotel yang ada saat ini akan kurang. Nah, saat itu terjadi, izin pendirian hotel baru akan dibuka kembali, sehingga investor bisa mendapatkan kepastian,” pungkasnya. 

Adapun, owner Harvest Resort & Village, Aminoto mengatakan, sejak lama yakin Banyuwangi bakal tumbuh pesat. Sebab itu dirinya tidak ragu berinvestasi membangun hotel di negeri Sunrise of Java ini.

"Ini sebagai dukungan kita atas tumbuh pesatnya pariwisata di Banyuwangi. Kami melihat dari tahun ke tahun kunjungan wisatawan di Banyuwangi terus meningkat dan kebutuhan amenitasnya masih kurang," kata Aminoto.

Dengan nilai investasi lebih dari Rp50 miliar, Harvest Resort & Village ini menyasar kelas menengah ke atas. Dengan jumlah kamar sebanyak 40 kamar, tingkat okupansinya ditarget mencapai 80 persen.

"Kita baru buka dua bulan saja okupansinya sudah 20-50 persen dimana sebagian besar tamunya adalah wisatawan asing. Nantinya jumlah kamar akan terus kita tambah dan kami optimis okupansinya bisa mencapai 80 persen. Karena makin lama makin banyak orang yang datang ke Banyuwangi," ungkap Aminoto.

Apa yang dikatakan Aminoto ini faktanya memang benar. Akhir-akhir ini, atau di momen-momen tertentu, kamar hottel di Banyuwangi kerap full. Banyak yang tidak kebagian kamar sehingga terpaksa menginap di kota tetangga seperti Jember. Bahkan pernah terjadi rombongan Anggota DPR RI yang terpaksa putar balik ke Surabaya karena tidak kebagian kamar hotel saat melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi.

Aminoto melanjutkan, pihaknya akan terus berekspansi bila pertumbuhan wisatawan di Banyuwangi makin besar dengan membangun hotel lainnya. Menurutnya langkah ini tidak kontra produktif dengan program pemerintah yang menggalakkan homestay karena beda segmen.

"Saya sangat mendukung program homestay yang dicanangkan Kemenpar karena memang itu sangat dibutuhkan dengan meningkatnya kunjungan. Tapi bagian kami menangani yang kelas menengah ke atas karena itu juga masih dibutuhkan. Banyak kantor-kantor perusahaan atau instansi juga membutuhkan fasilitas ballroom," tambah Aminoto.

Pengembangan industri pariwisata di Banyuwangi begitu cepat. Data menunjukan kenaikan jumlah wisman  dan wisnus yang fenomenal dibanding dengan "Beyond Bali destinations" lainnya di Indonesia. 

Tahun 2016 tercatat lebih dari 4,6 Juta wisnus yang berkunjung ke Banyuwangi, melonjak 85% dari tahun 2015 dengan 2,5 juta Wisnus; dan jumlah tersebut hampir 3 kali lipat jumlah penduduk Banyuwangi sebanyak 1,6 juta warga.

Sedangkan kunjungan wisman tahun lalu juga tumbuh 33% dan mencapai 141 ribu wisman, sebelumnya sebesar 105 ribu wisman di 2015; relatif sangat besar bagi destinasi yang baru. 

Pada semester I tahun 2017 penanaman modal dalam negeri Jawa Timur masuk ke dalam urutan ke 3 setelah jawa barat dan  Jawa Tengah. Sedangkan kabar menggembirakan untuk penanaman modal asing di Banyuwangi mendapatkan posisi ke II tertinggi setelah Kota Surabaya. Itu pun belum termasuk 4 project yang belum selesai di tahun 2016.

Data hotel di Kabupaten Banyuwangi, jumlah hotel di 2016 sebanyak 76 hotel dengan total jumlah 2.385 kamar dan 3.571 tempat tidur. Saat ini ada tambahan hotel baru yakni Hotel eL Royale Hotel & Resort Banyuwangi (Bintang 4), progres pembangunan Hotel Aston (Bintang 3), dan Singgasana (Hotel Bintang 4). 

Tag: Banyuwangi, Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Arief Yahya

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Menpar Dok

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,573.22 3,537.40
British Pound GBP 1.00 18,587.19 18,394.70
China Yuan CNY 1.00 2,090.25 2,069.35
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,401.00 13,267.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,704.72 10,595.03
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,713.60 1,696.44
Dolar Singapura SGD 1.00 10,144.59 10,039.35
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,390.76 16,224.21
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,402.13 3,365.55
Yen Jepang JPY 100.00 12,095.86 11,971.67

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6500.529 9.633 571
2 Agriculture 1634.733 20.582 19
3 Mining 1894.135 46.884 43
4 Basic Industry and Chemicals 706.676 -6.670 69
5 Miscellanous Industry 1376.837 -13.667 43
6 Consumer Goods 2929.549 15.621 47
7 Cons., Property & Real Estate 513.620 -3.545 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1179.922 -3.408 62
9 Finance 1149.544 0.505 90
10 Trade & Service 942.561 5.105 133
No Code Prev Close Change %
1 LCKM 605 755 150 24.79
2 SONA 2,300 2,800 500 21.74
3 LEAD 90 106 16 17.78
4 ALKA 625 735 110 17.60
5 MBSS 735 855 120 16.33
6 CANI 234 266 32 13.68
7 FINN 156 177 21 13.46
8 IKAI 114 126 12 10.53
9 MTRA 342 376 34 9.94
10 ITMA 760 835 75 9.87
No Code Prev Close Change %
1 JECC 5,300 4,720 -580 -10.94
2 DPNS 384 350 -34 -8.85
3 MLIA 620 570 -50 -8.06
4 SKBM 750 700 -50 -6.67
5 GOLD 560 525 -35 -6.25
6 FISH 2,350 2,210 -140 -5.96
7 INTP 22,575 21,450 -1,125 -4.98
8 EXCL 3,150 3,000 -150 -4.76
9 LPCK 3,460 3,310 -150 -4.34
10 TIRT 99 95 -4 -4.04
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,350 2,470 120 5.11
2 BUMI 288 298 10 3.47
3 FINN 156 177 21 13.46
4 BMTR 650 665 15 2.31
5 LEAD 90 106 16 17.78
6 ADRO 2,180 2,310 130 5.96
7 BBRI 3,620 3,650 30 0.83
8 MBSS 735 855 120 16.33
9 PBRX 498 486 -12 -2.41
10 UNTR 37,400 38,525 1,125 3.01