Portal Berita Ekonomi Jum'at, 20 Juli 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:54 WIB. Semen -¬†Mendag Enggartiasto Lukita memastikan tidak mengeluarkan izin impor produk semen dan turunannya.
  • 05:52 WIB. INCO - Vale Indonesia mencatat produksi nikel naik 9,90% pada kuartal II-2018.
  • 22:09 WIB. Papua - Bertemu Menlu PNG, Menlu RI paparkan kemajuan Papua.
  • 22:08 WIB. Korea Utara - Kim Jong-un mendadak panggil Dubes Korut sedunia ke Pyongyang.
  • 22:06 WIB. Malaysia - Pengirim ancaman pembunuhan kepada Raja Malaysia ditangkap.
  • 22:06 WIB. 1MDB - Surat perintah penangkapan 2 mantan pejabat 1MDB diterbitkan.
  • 22:05 WIB. Najib Razak - Istri Najib Razak dituntut bayar 60 juta ringgit.
  • 22:03 WIB. Palestiina - Presiden Abbas: Hubungan Palestina dengan AS tak akan membaik.
  • 22:02 WIB. WNI - Indonesia minta Malaysia beri akses terkait 3 WNI terduga teroris.
  • 22:02 WIB. Turki - Uni Eropa sambut baik pencabutan status masa darurat di Turki.
  • 22:01 WIB. Filipina - AS gelontorkan US$26,5 juta ke Filipina untuk misi antiteror.
  • 22:00 WIB. Piala Dunia - Wisatawan asing belanjakan US$1,5 miliar selama Piala Dunia di Rusia.
  • 20:53 WIB. Telekomunikasi - Indonesia rogoh Rp50 miliar untuk pengadaan internet pertemuan IMF-World Bank.
  • 20:51 WIB. Microsoft - Ogah disalahgunakan, Microsoft usulkan aturan teknologi pengenalan wajah.
  • 20:50 WIB. Samsung - Samsung akan umumkan smartwatch barunya, Galaxy Watch, pada 9 Agustus 2018, bersamaan dengan Galaxy Note 9.¬†

Jokowi - Prabowo Subianto Tarung Ulang di 2019?

Foto Berita Jokowi - Prabowo Subianto Tarung Ulang di 2019?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memiliki peluang paling besar untuk kembali bertarung dalam arena pemilihan umum Presiden 2019 mendatang. Meski belum melampaui Jokowi, Prabowo memiliki tingkat elektabilitas paling tinggi dibanding sejumlah tokoh lain.

Hal ini setidaknya tampak jelas dalam survei dari Lembaga Centre for Strategic and International Studies (CSIS) periode 23-30 Agustus, di mana elektabilitas Jokowi terus naik dan kini mencapai angka 50,9%. Sementara rival terdekatnya Prabowo Subianto mengalami stagnasi suara.

“Meskipun tingkat elektabilitas Jokowi sudah naik mencapai 50,9%, namun angka tersebut belum menjadi angka aman bagi seorang petahana,” kata Peneliti Departemen Politik dan Hubungan Internasional, CSIS Arya Fernandes dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Arya mengingkatkan bahwa selain poros Joko Widodo dan Prabowo Subianto, tidak menutup kemungkinan terbentuknya poros alternatif bila Demokrat berhasil menarik dukungan dari PPP, PKB,dan PAN. Poros ini diperkirakan mungkin akan mengusung Agus Harimurti Yudhoyono yang bisa saja menjadi kuda hitam.

“Dukungan terhadap Jokowi masih kuat berasal dari pemilih partai-partai pendukung utama pemerintah seperti PDIP, Golkar, Nasdem, Hanura PKB, dan PPP.  Namun dua pemilih partai pendukung lainnya seperti PAN dan Hanura masih terbelah dan banyak memilih Prabowo. Sementara dukungan kepada Prabowo solid dari Gerindra, PKS, Demokrat, PBB, dan Perindo,” Papar Arya.

Sementara itu, dari sisi evaluasi terhadap pemerintahan, dukungan terbesar kepada Jokowi berasal dari masyarakat yang mengaku puas dengan kinerja pemerintahan. Sementara masyarakat yang tidak puas cenderung memilih Prabowo Subianto.

“Dari sisi umur meskipun semua segmen umur Jokowi unggul, namun lemah dari segmen umur 20-29 tahun yang banyak memilih Prabowo Subianto,” ucap dia.

Survei CSIS untuk tahun 2017 dilakukan pada tanggal 23-30 Agustus dengan 1.000 responden secara acak (probability sampling) dari 34 provinsi di Indonesia. Responden adalah masyarakat Indonesia yang sudah memiliki hak pilih. Margin of error dari survei ini sebesar 3,1% dan tingkat kepercayaan 95%.

Tag: Arya Fernandes, Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Joko Widodo (Jokowi), Prabowo Subianto Djojohadikusumo

Penulis: Boyke P. Siregar

Editor: Rizka Kasila Ariyanthi

Foto: Boyke P. Siregar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10