Portal Berita Ekonomi Minggu, 19 November 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:39 WIB. Jakarta - Gubernur DKI, Anies Baswedan akan menambah anggaran untuk guru PAUD.
  • 13:38 WIB. NBA Score - Dallas Mavericks 111 - 79 Milwaukee Bucks
  • 13:38 WIB. NBA Score - Boston Celtics 110 - 99 Atlanta Hawks
  • 13:37 WIB. NBA Score - Utah Jazz 125 - 85 Orlando Magic
  • 13:36 WIB. Jakarta - Monas akan dibuka untuk kegiatan agama mulai 26 November mendatang.
  • 13:35 WIB. Golkar - Akbar Tanjung menilai Golkar terancam kehilangan kursi di DPR dengan adanya kasus Novanto.
  • 13:33 WIB. Palembang - Sriwijaya FC akan umumkan pelatih baru pada akhir November.
  • 11:54 WIB. Telekomunikasi - Jaringan ponsel mobile EE bersama Huawei demonstrasikan jaringan 5G, tunjukkan angka kecepatan download 2,8 Gbps.
  • 11:49 WIB. Digital - Spotify akuisisi layanan studio rekaman online, Soundtrap.
  • 11:10 WIB. YLKI - YLKI Sumatera Utara meminta Polda Sumut mengusut kuliner yang diduga dicampur dengan biji ganja.
  • 11:08 WIB. Nelayan - Nelayan pantai selatan Lebak mulai memasuki musim panen ikan kakap merah.
  • 11:07 WIB. Perhotelan - Pengusaha perhotelan mengincar kawasan Desa Canggu di Bali sebagai salah satu pusat akomodasi penginapan.
  • 11:06 WIB. DIY - Perhimpunan Hotel dan Restoran DIY memperkirakan rata-rata okupansi hotel saat libur akhir tahun naik 10 persen.

Diprotes Amerika soal Rohingya, Pemerintah Myanmar Melunak

Foto Berita Diprotes Amerika soal Rohingya, Pemerintah Myanmar Melunak
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Tekanan dunia terus membesar pada Selasa agar Myanmar segera mengakhiri kekerasan, yang membuat lebih dari 300.000 warga suku Rohingya mengungsi ke Bangladesh. Amerika Serikat mendesak negara itu melindungi warga, sementara Bangladesh meminta pembentukan daerah aman, yang memungkinkan pengungsi pulang. Pemerintahan dengan suku besar Bamar di Myanmar beralasan bahwa mereka menggunakan kekerasan untuk memburu kelompok keras Rohingya, yang menjadi dalang penyerangan sejumlah pos polisi dan pangkalan militer pada 25 Agustus. Mereka mengaku melakukan segala cara untuk tidak menyasar warga.

Kubu pemerintah juga mengatakan bahwa 400 orang tewas akibat pertempuran di negara bagian Rakhine itu. Pejabat tertinggi lembaga HAM PBB mengecam Myanmar pada Senin karena melakukan "operasi militer kejam" terhadap Rohingya, dan menyebutnya sebagai "contoh tipikal pembersihan etnis." Sementara itu, Amerika Serikat mengatakan bahwa eksodus etnis Rohingya menunjukkan bahwa pasukan keamanan Myanmar tidak melindungi warga sipil. Washington selama ini merupakan pendukung utama transisi demokrasi Myanmar dari pemerintahan junta militer yang kini dipimpin oleh penerima Hadiah Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi.

"Kami mendesak otoritas keamanan Burma untuk menghormati aturan hukum, menghentikan kekerasan dan mengakhiri eksodus pengungsi dari kalangan warga sipil," kata Gedung Putih.

Kementerian Luar Negeri Myanmar sendiri mengaku juga prihatin atas situasi di Rakhine. Namun mereka bersikukuh pasukan militer tengah menjalankan operasi yang bertujuan menegakkan keamanan sebagai respon atas aksi ekstrimisme.

"Pemerintah Myanmar juga merasakan kekhawatiran komunitas internasional terkait pengungsi dan penderitaan masyarakat akibat eskalasi kekerasan yang diakibatkan oleh tindakan terorisme," kata kementerian luar negeri dalam pernyataan tertulis.

Tag: Myanmar, Amerika Serikat (AS), Muslim Rohingya

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Reuters/Mohammad Ponir Hossain

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,622.47 3,586.11
British Pound GBP 1.00 17,989.26 17,803.79
China Yuan CNY 1.00 2,049.73 2,029.21
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,585.00 13,449.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,330.03 10,223.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,739.79 1,722.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,036.94 9,934.26
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,058.83 15,892.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,263.66 3,228.66
Yen Jepang JPY 100.00 12,086.30 11,963.17

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6051.732 13.825 562
2 Agriculture 1744.479 -5.651 18
3 Mining 1583.409 -1.889 43
4 Basic Industry and Chemicals 661.247 4.339 68
5 Miscellanous Industry 1375.383 -5.666 43
6 Consumer Goods 2594.790 -30.613 45
7 Cons., Property & Real Estate 500.839 1.989 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1157.617 -1.198 58
9 Finance 1064.875 15.680 90
10 Trade & Service 900.127 2.538 132
No Code Prev Close Change %
1 ESSA 159 180 21 13.21
2 CANI 280 312 32 11.43
3 RIMO 202 224 22 10.89
4 WINS 350 378 28 8.00
5 IIKP 252 272 20 7.94
6 MYTX 127 137 10 7.87
7 MAMI 98 105 7 7.14
8 ADMG 204 218 14 6.86
9 MARK 1,395 1,490 95 6.81
10 SCMA 2,000 2,130 130 6.50
No Code Prev Close Change %
1 INCF 210 173 -37 -17.62
2 PTSN 242 210 -32 -13.22
3 ARII 950 850 -100 -10.53
4 FORU 208 187 -21 -10.10
5 AIMS 152 137 -15 -9.87
6 RMBA 378 346 -32 -8.47
7 TIRA 262 240 -22 -8.40
8 BULL 184 169 -15 -8.15
9 HDFA 191 176 -15 -7.85
10 CMPP 376 350 -26 -6.91
No Code Prev Close Change %
1 PBRX 488 494 6 1.23
2 MNCN 1,460 1,475 15 1.03
3 SIMA 408 402 -6 -1.47
4 BMTR 590 580 -10 -1.69
5 BTEK 132 130 -2 -1.52
6 BBRI 3,210 3,290 80 2.49
7 RIMO 202 224 22 10.89
8 ESSA 159 180 21 13.21
9 BBCA 21,025 21,175 150 0.71
10 TLKM 4,200 4,200 0 0.00

Recommended Reading