Portal Berita Ekonomi Senin, 28 Mei 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:20 WIB. TUGU - Asuransi Tugu Pratama resmi melakukan pencatatan perdana saham di BEI.
  • 10:41 WIB. Samsung - Asisten cerdas Bixby bakal hadir di semua smartphone Samsung.
  • 10:40 WIB. Amazon - Perangkat Alexa curi dan sebar percakapan pengguna.
  • 10:39 WIB. ZTE - Batal dicekal, ZTE diminta Trump bayar denda Rp16,8 triliun.
  • 10:38 WIB. Telkomsel - Ulang tahun ke-23, Telkomsel janji perkuat bisnis digital.
  • 10:34 WIB. Elon Musk - Elon Musk dituding salah total soal kecerdasan buatan.
  • 10:32 WIB. Google - Temukan kelemahan Google, remaja 18 tahun asal Uruguay bernama Ezequiel Pereira diganjar Rp506 juta.
  • 10:30 WIB. Samsung - Galaxy Note 9 bakal punya varian RAM 8 GB.
  • 10:29 WIB. Hillary Clinton - Hillary Clinton ingin jadi CEO Facebook.
  • 10:28 WIB. Apple - Apple dikabarkan sedang merancang chip Near Field Communication (NFC) iPhone yang memiliki kemampuan untuk membuka pintu rumah. 
  • 10:26 WIB. YouTube - Ada video yang merendahkan Nabi Muhammad SAW, YouTube bakal diblokir Mesir selama sebulan.
  • 10:24 WIB. Nasional Re - PT Reasuransi Nasional Indonesia targetkan perolehan premi bruto sebanyak Rp6,4 triliun di tahun ini.
  • 10:23 WIB. BNI - Pada akhir 2018, BNI menarget fee dari bisnis remitansi dapat tumbuh 18% YoY menjadi Rp183 miliar.
  • 10:19 WIB. Nasonal Re -  Di tahun 2017,  PT Reasuransi Nasional Indonesia bukukan premi bruto sebesar Rp5,6 triliun.
  • 10:17 WIB. Nasional Re - PT Reasuransi Nasional Indonesia bakal genjot bisnis reasuransi jiwa.

Diprotes Amerika soal Rohingya, Pemerintah Myanmar Melunak

Foto Berita Diprotes Amerika soal Rohingya, Pemerintah Myanmar Melunak
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Tekanan dunia terus membesar pada Selasa agar Myanmar segera mengakhiri kekerasan, yang membuat lebih dari 300.000 warga suku Rohingya mengungsi ke Bangladesh. Amerika Serikat mendesak negara itu melindungi warga, sementara Bangladesh meminta pembentukan daerah aman, yang memungkinkan pengungsi pulang. Pemerintahan dengan suku besar Bamar di Myanmar beralasan bahwa mereka menggunakan kekerasan untuk memburu kelompok keras Rohingya, yang menjadi dalang penyerangan sejumlah pos polisi dan pangkalan militer pada 25 Agustus. Mereka mengaku melakukan segala cara untuk tidak menyasar warga.

Kubu pemerintah juga mengatakan bahwa 400 orang tewas akibat pertempuran di negara bagian Rakhine itu. Pejabat tertinggi lembaga HAM PBB mengecam Myanmar pada Senin karena melakukan "operasi militer kejam" terhadap Rohingya, dan menyebutnya sebagai "contoh tipikal pembersihan etnis." Sementara itu, Amerika Serikat mengatakan bahwa eksodus etnis Rohingya menunjukkan bahwa pasukan keamanan Myanmar tidak melindungi warga sipil. Washington selama ini merupakan pendukung utama transisi demokrasi Myanmar dari pemerintahan junta militer yang kini dipimpin oleh penerima Hadiah Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi.

"Kami mendesak otoritas keamanan Burma untuk menghormati aturan hukum, menghentikan kekerasan dan mengakhiri eksodus pengungsi dari kalangan warga sipil," kata Gedung Putih.

Kementerian Luar Negeri Myanmar sendiri mengaku juga prihatin atas situasi di Rakhine. Namun mereka bersikukuh pasukan militer tengah menjalankan operasi yang bertujuan menegakkan keamanan sebagai respon atas aksi ekstrimisme.

"Pemerintah Myanmar juga merasakan kekhawatiran komunitas internasional terkait pengungsi dan penderitaan masyarakat akibat eskalasi kekerasan yang diakibatkan oleh tindakan terorisme," kata kementerian luar negeri dalam pernyataan tertulis.

Tag: Myanmar, Amerika Serikat (AS), Muslim Rohingya

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Reuters/Mohammad Ponir Hossain

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5975.742 29.204 583
2 Agriculture 1545.561 -3.579 19
3 Mining 1874.083 5.539 44
4 Basic Industry and Chemicals 797.876 9.669 69
5 Miscellanous Industry 1255.404 1.089 44
6 Consumer Goods 2467.513 7.000 45
7 Cons., Property & Real Estate 463.741 1.542 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1016.181 -6.306 65
9 Finance 1058.646 9.953 92
10 Trade & Service 911.636 5.660 140
No Code Prev Close Change %
1 HOME 120 156 36 30.00
2 CMPP 240 300 60 25.00
3 TRUK 430 535 105 24.42
4 SKBM 436 535 99 22.71
5 VINS 128 150 22 17.19
6 CAMP 444 520 76 17.12
7 NELY 118 134 16 13.56
8 SKYB 430 488 58 13.49
9 KBLV 540 600 60 11.11
10 NAGA 218 242 24 11.01
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 585 458 -127 -21.71
2 YPAS 790 620 -170 -21.52
3 SONA 3,200 2,750 -450 -14.06
4 RDTX 6,500 5,625 -875 -13.46
5 FREN 110 97 -13 -11.82
6 MITI 131 116 -15 -11.45
7 IDPR 900 800 -100 -11.11
8 SDMU 298 272 -26 -8.72
9 TRUS 238 218 -20 -8.40
10 CNTX 650 600 -50 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 BHIT 119 121 2 1.68
2 PGAS 2,170 2,080 -90 -4.15
3 BBRI 3,060 3,120 60 1.96
4 KREN 750 740 -10 -1.33
5 ERAA 2,730 2,730 0 0.00
6 MNCN 1,235 1,240 5 0.40
7 TARA 830 840 10 1.20
8 UNTR 36,950 37,500 550 1.49
9 TLKM 3,560 3,560 0 0.00
10 INKP 15,250 16,000 750 4.92