Portal Berita Ekonomi Rabu, 24 Januari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:17 WIB. London - Brent crude futures settled up 93 cents, or 1.4 percent, to $69.96 on Tuesday (23/1).
  • 07:15 WIB. New York - U.S. West Texas Intermediate (WTI) crude futures closed up 90 cents to $64.47 a barrel on Tuesday (23/1).
  • 07:14 WIB. New York - The Dow Jones Industrial Average dropped 3.79 points (0.01 per cent) to 26,210.81 on Tuesday (23/1).
  • 07:12 WIB. New York - The broad-based S&P 500 also finished at a the third straight all-time high, gaining 6.16 points (0.22 per cent) to 2,839.13 on Tuesday (23/1).
  • 07:10 WIB. New York - The tech-rich Nasdaq ended at a record for the third straight session, gaining 52.26 points (0.71 per cent) to reach 7,460.29 on Tuesday (23/1).
  • 07:10 WIB. New York - The tech-rich Nasdaq ended at a record for the third straight session, gaining 52.26 points (0.71 per cent) to reach 7,460.29 on Tuesday (23/1).
  • 06:32 WIB. ESDM - Kementerian ESDM memastikan lelang blok migas dimulai sekitar 16 Februari 2018 atau 17 Februari 2018.
  • 06:31 WIB. Garam - Petambak garam meminta pemerintah mengkaji kembali rencana impor garam industri sebanyak 3,7 juta ton.
  • 06:30 WIB. BMW - BMW Group Indonesia akan meluncurkan lebih dari 10 produk anyar sepanjang 2018.
  • 06:30 WIB. IHSG - Reliance Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak terkoreksi jangka pendek, setelah menyentuh level tertinggi.
  • 06:29 WIB. IHSG - Binaartha Sekuritas memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan penguatan pascatembus level 6.600.
  • 06:28 WIB. IHSG - Indosurya Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak di level 6.538-6.671 hari ini.
  • 19:35 WIB. Uang Virtual - Pemerintah sepakat larang total penggunaan uang virtual.
  • 19:34 WIB. Jim Mattis - Bertemu dengan Presiden Jokowi, Menhan AS, Jim Mattis diskusi soal Korea Utara.
  • 19:33 WIB. Kopassus - Indonesia minta Menhan AS cabut sanksi terhadap Kopassus.

Bu Sri Sudah Tak Lagi Andalkan Tax Amnesty...

Foto Berita Bu Sri Sudah Tak Lagi Andalkan Tax Amnesty...
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan mengoptimalkan sumber penerimaan pajak dan melakukan berbagai antisipasi untuk mendorong pendapatan negara pada semester II-2017.

"Semua potensi akan kita gali, tapi pada saat yang sama, jangan sampai membuat pelaku ekonomi terlalu khawatir," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Menurut Sri Mulyani, penggalian potensi tersebut harus dilakukan karena penerimaan pajak saat ini tidak bisa bergantung dari uang tebusan amnesti pajak seperti tahun lalu. "Kita harus menginventarisasi dan mengindentifikasi apa-apa yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan Rp100 triliun yang dulu diperoleh dari amnesti pajak," katanya.

Ia memastikan upaya optimalisasi itu dilakukan dengan terus memantau pergerakan harga komoditas seperti minyak yang selama ini menjadi sumber utama penerimaan negara. "Harga komoditas, walaupun bisa menyumbang penerimaan negara dari PNBP, royalti maupun pajak, kita tetap harus hati-hati," ujar Sri Mulyani.

Sebelumnya, harga minyak dunia yang cenderung mengalami penurunan dalam empat tahun terakhir menjadi salah satu alasan penerimaan dari sektor pajak tidak pernah mencapai target. Sementara itu, Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan perpajakan hingga 31 Agustus 2017 telah mencapai Rp780,03 triliun atau 53 persen dari target dalam APBNP.

Dari penerimaan perpajakan itu, realisasi penerimaan pajak dalam negeri tercatat mencapai Rp755,81 triliun atau 52,6 persen dari target dalam APBNP. Pada akhir Agustus 2016, realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp711,4 triliun atau 46 persen dari target dengan penerimaan pajak dalam negeri Rp689,1 triliun atau 45,8 persen, meski terdapat penerimaan hasil amnesti pajak. (Ant)

Tag: Tax Amnesty, Sri Mulyani Indrawati

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,568.95 3,533.13
British Pound GBP 1.00 18,722.94 18,528.87
China Yuan CNY 1.00 2,091.11 2,070.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,385.00 13,251.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,708.00 10,598.15
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,711.86 1,694.70
Dolar Singapura SGD 1.00 10,150.92 10,045.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,407.33 16,239.10
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,408.45 3,371.76
Yen Jepang JPY 100.00 12,068.34 11,944.29

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6635.334 134.805 571
2 Agriculture 1645.172 10.439 19
3 Mining 1930.280 36.145 43
4 Basic Industry and Chemicals 715.112 8.436 69
5 Miscellanous Industry 1416.317 39.480 43
6 Consumer Goods 3029.913 100.364 47
7 Cons., Property & Real Estate 516.398 2.778 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1186.980 7.058 62
9 Finance 1176.152 26.608 90
10 Trade & Service 955.975 13.414 133
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 79 106 27 34.18
2 GTBO 264 330 66 25.00
3 AHAP 160 194 34 21.25
4 SONA 2,800 3,350 550 19.64
5 HRUM 2,700 3,130 430 15.93
6 BRNA 1,200 1,380 180 15.00
7 LPPS 101 115 14 13.86
8 OKAS 348 384 36 10.34
9 PTRO 2,180 2,390 210 9.63
10 GMFI 350 382 32 9.14
No Code Prev Close Change %
1 KBLV 498 436 -62 -12.45
2 AMIN 414 374 -40 -9.66
3 FINN 177 163 -14 -7.91
4 JRPT 865 800 -65 -7.51
5 NELY 124 115 -9 -7.26
6 DWGL 496 462 -34 -6.85
7 GOLD 525 490 -35 -6.67
8 IKAI 126 118 -8 -6.35
9 AMFG 6,050 5,700 -350 -5.79
10 TFCO 720 680 -40 -5.56
No Code Prev Close Change %
1 PGAS 2,470 2,690 220 8.91
2 TLKM 4,130 4,090 -40 -0.97
3 BBRI 3,650 3,920 270 7.40
4 BMTR 665 665 0 0.00
5 BUMI 298 298 0 0.00
6 DOID 990 1,050 60 6.06
7 TRAM 254 264 10 3.94
8 HRUM 2,700 3,130 430 15.93
9 ADRO 2,310 2,420 110 4.76
10 KREN 550 550 0 0.00