Portal Berita Ekonomi Sabtu, 18 November 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:23 WIB. Jerman - Otoritas Arab Saudi panggil Duta Besarnya yang berada di Jerman.
  • 23:21 WIB. Sri Mulyani - Sri Mulyani: pertumbuhan ekonomi harus tekan kemiskinan.
  • 23:21 WIB. Tesla - Tesla kenalkan truk bertenaga listrik pertamanya di Los Angeles, AS.
  • 23:20 WIB. Turki - Ekspor serial televisi Turki tertinggi kedua setelah AS.
  • 23:15 WIB. Amerika Serikat - Otoritas AS kembangkan sistem pertahanan berbasis luar angkasa.
  • 23:14 WIB. Palestina - Otoritas AS ancam akan tutup kantor perwakilannya di Palestina.
  • 23:13 WIB. Lebanon - Otoritas Arab Saudi minta warganya segara tinggalkan Lebanon.
  • 23:12 WIB. Lebanon - Bahas krisis Politik, PM Lebanon melawat ke Prancis.
  • 23:10 WIB. Israel - Menlu Berut: perang melawan Beirut, Israel akan kalah.
  • 22:01 WIB. Bawang Merah - Harga bawang merah di Kepulauan Bangka Belitung mengalami kenaikan.
  • 22:00 WIB. Cabai - Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Kepulauan Bangka Beltung turun.
  • 22:00 WIB. Toyota - Toyota wilayah Riau memberikan penghargaan ke 23 karyawan berupa emas.
  • 21:59 WIB. Pertanian - BPTP Provinsi Riau berkomitmen mendorong pengembangan pertanian di daerah perbatasan.
  • 21:58 WIB. Medco - Produksi minyak dan gas bumi Medco E&P Indonesia dan Medco E&P Natuna naik pada semester pertama 2017.
  • 21:56 WIB. Pertamina Lubricants - Pertamina Lubricants berhasil meraih Platinum SNI Award 2017 dari Badan Standardisasi Nasional.

Bu Sri Sudah Tak Lagi Andalkan Tax Amnesty...

Foto Berita Bu Sri Sudah Tak Lagi Andalkan Tax Amnesty...
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan mengoptimalkan sumber penerimaan pajak dan melakukan berbagai antisipasi untuk mendorong pendapatan negara pada semester II-2017.

"Semua potensi akan kita gali, tapi pada saat yang sama, jangan sampai membuat pelaku ekonomi terlalu khawatir," kata Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Menurut Sri Mulyani, penggalian potensi tersebut harus dilakukan karena penerimaan pajak saat ini tidak bisa bergantung dari uang tebusan amnesti pajak seperti tahun lalu. "Kita harus menginventarisasi dan mengindentifikasi apa-apa yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan Rp100 triliun yang dulu diperoleh dari amnesti pajak," katanya.

Ia memastikan upaya optimalisasi itu dilakukan dengan terus memantau pergerakan harga komoditas seperti minyak yang selama ini menjadi sumber utama penerimaan negara. "Harga komoditas, walaupun bisa menyumbang penerimaan negara dari PNBP, royalti maupun pajak, kita tetap harus hati-hati," ujar Sri Mulyani.

Sebelumnya, harga minyak dunia yang cenderung mengalami penurunan dalam empat tahun terakhir menjadi salah satu alasan penerimaan dari sektor pajak tidak pernah mencapai target. Sementara itu, Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan perpajakan hingga 31 Agustus 2017 telah mencapai Rp780,03 triliun atau 53 persen dari target dalam APBNP.

Dari penerimaan perpajakan itu, realisasi penerimaan pajak dalam negeri tercatat mencapai Rp755,81 triliun atau 52,6 persen dari target dalam APBNP. Pada akhir Agustus 2016, realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp711,4 triliun atau 46 persen dari target dengan penerimaan pajak dalam negeri Rp689,1 triliun atau 45,8 persen, meski terdapat penerimaan hasil amnesti pajak. (Ant)

Tag: Tax Amnesty, Sri Mulyani Indrawati

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,622.47 3,586.11
British Pound GBP 1.00 17,989.26 17,803.79
China Yuan CNY 1.00 2,049.73 2,029.21
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,585.00 13,449.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,330.03 10,223.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,739.79 1,722.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,036.94 9,934.26
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,058.83 15,892.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,263.66 3,228.66
Yen Jepang JPY 100.00 12,086.30 11,963.17

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6051.732 13.825 562
2 Agriculture 1744.479 -5.651 18
3 Mining 1583.409 -1.889 43
4 Basic Industry and Chemicals 661.247 4.339 68
5 Miscellanous Industry 1375.383 -5.666 43
6 Consumer Goods 2594.790 -30.613 45
7 Cons., Property & Real Estate 500.839 1.989 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1157.617 -1.198 58
9 Finance 1064.875 15.680 90
10 Trade & Service 900.127 2.538 132
No Code Prev Close Change %
1 ESSA 159 180 21 13.21
2 CANI 280 312 32 11.43
3 RIMO 202 224 22 10.89
4 WINS 350 378 28 8.00
5 IIKP 252 272 20 7.94
6 MYTX 127 137 10 7.87
7 MAMI 98 105 7 7.14
8 ADMG 204 218 14 6.86
9 MARK 1,395 1,490 95 6.81
10 SCMA 2,000 2,130 130 6.50
No Code Prev Close Change %
1 INCF 210 173 -37 -17.62
2 PTSN 242 210 -32 -13.22
3 ARII 950 850 -100 -10.53
4 FORU 208 187 -21 -10.10
5 AIMS 152 137 -15 -9.87
6 RMBA 378 346 -32 -8.47
7 TIRA 262 240 -22 -8.40
8 BULL 184 169 -15 -8.15
9 HDFA 191 176 -15 -7.85
10 CMPP 376 350 -26 -6.91
No Code Prev Close Change %
1 PBRX 488 494 6 1.23
2 MNCN 1,460 1,475 15 1.03
3 SIMA 408 402 -6 -1.47
4 BMTR 590 580 -10 -1.69
5 BTEK 132 130 -2 -1.52
6 BBRI 3,210 3,290 80 2.49
7 RIMO 202 224 22 10.89
8 ESSA 159 180 21 13.21
9 BBCA 21,025 21,175 150 0.71
10 TLKM 4,200 4,200 0 0.00