Portal Berita Ekonomi Sabtu, 18 November 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:01 WIB. Bawang Merah - Harga bawang merah di Kepulauan Bangka Belitung mengalami kenaikan.
  • 22:00 WIB. Cabai - Harga cabai merah di sejumlah pasar tradisional di Kepulauan Bangka Beltung turun.
  • 22:00 WIB. Toyota - Toyota wilayah Riau memberikan penghargaan ke 23 karyawan berupa emas.
  • 21:59 WIB. Pertanian - BPTP Provinsi Riau berkomitmen mendorong pengembangan pertanian di daerah perbatasan.
  • 21:58 WIB. Medco - Produksi minyak dan gas bumi Medco E&P Indonesia dan Medco E&P Natuna naik pada semester pertama 2017.
  • 21:56 WIB. Pertamina Lubricants - Pertamina Lubricants berhasil meraih Platinum SNI Award 2017 dari Badan Standardisasi Nasional.
  • 21:49 WIB. Kemenhub - Kemenhub menargetkan pembangunan jalur kereta api ganda dari Jakarta hingga Merak bisa rampung di 2019.
  • 21:47 WIB. BFI - BFI Finance masih mengandalkan segmen mobil bekas untuk menggenjot penyaluran pembiayaan sepanjang 2017.
  • 21:45 WIB. MUF - Mandiri Utama Finance menargetkan pertumbuhan aset pada 2018 bisa mencapai kisaran 28%.
  • 21:38 WIB. Liga Inggris - Arsenal 2 - 0 Tottenham Hotspurs
  • 20:11 WIB. Friendly Match - Indonesia 0 - 1  Suriah.
  • 19:53 WIB. Pilpres - Cak Imin janji akhir tahun akan putuskan sikapnya terkait Pilpres 2019.
  • 19:43 WIB. Pilpres - Cak Imin masih belum putuskan untuk maju di Pilpres 2019.
  • 19:43 WIB. Pangan - KPPU: Harga Ayam potong masih tinggi.
  • 18:21 WIB. KKP - KKP memperjuangkan produk perikanan nasional yang diimpor oleh Uni Eropa mendapatkan pengurangan tarif bea masuk.

Ingatkan Pemerintah, Gapki: Indonesia Bisa Kehilangan Pasar CPO di India

Foto Berita Ingatkan Pemerintah, Gapki: Indonesia Bisa Kehilangan Pasar CPO di India
Warta Ekonomi.co.id, Mumbai -

Indonesia bisa kehilangan pasar di India jika pemerintah tidak segera melakukan negosiasi bilateral menyusul pengenaan bea masuk hingga dua kali lipat terhadap CPO dan produk olahan minyak sawit ke negara tersebut. Padahal, saat ini India adalah pasar minyak sawit terbesar dari Indonesia.

"Selain pasar yang besar, India juga bukan pasar yang rewel menuntut berbagai macam kriteria keberlanjutan seperti Eropa atau Amerika. Sayang jika kita kehilangan pasar yang demikian potensial," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono dalam Indonesia-India Business Forum on Palm Oil di Mumbai, Rabu (13/9/2017).

Forum Bisnis Indonesia-India ini merupakan pertemuan bisnis membahas berbagai isu terkait perdagangan bilateral kedua negara khususnya minyak sawit. Acara dibuka oleh Duta Besar RI untuk India Sidharto Suryodiputro. Hadir dalam kesempatan tersebut Konjen Indonesia di Mumbai Saut Siringo ringo.

Seperti diketahui, Agustus lalu Kementerian Keuangan India mengumumkan negara meningkatkan bea masuk CPO menjadi 15%. Padahal sebelumnya tarif bea masuk CPO adalah 7,5%. Pajak impor minyak kelapa sawit olahan juga meningkat menjadi 17,5% dan 25% dari sebelumnya 12,5% serta 15%. Kenaikan bea masuk ini bisa menurunkan ekspor minyak sawit Indonesia ke India. Joko Supriyono mengatakan bahwa saat ini Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan dengan India.

"Ini harus terus diperkuat misalnya dengan perjanjian perdagangan bilateral sehingga isu-isu terkait tarif bisa dibahas dan disepakati secara komprehensif," kata Joko.

Sejak pemberlakuan pajak ekspor sawit di Indonesia, dalam lima tahun terakhir terjadi penurunan market share palm oil di pasar India dibandingkan soft oil. Jika pada tahun 2011, palm oil menguasai sekitar 80% dan sisanya soft oil. Pada tahun 2016 palm oil menguasai sekitar 70% market share dan share soft oil naik menjadi 30%.

Walaupun secara volume ekspor Indonesia stabil, tapi market share terhadap soft oil turun. Ini artinya pertumbuhan konsumsi di pasar India tidak bisa diambil oleh Indonesia. Joko Supriyono berharap pemerintah Indonesia perlu memperhatikan masalah ini lebih serius dan segera membahas secara bilateral bersama pemerintah India.

Tag: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Joko Supriyono, India

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Gapki

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,622.47 3,586.11
British Pound GBP 1.00 17,989.26 17,803.79
China Yuan CNY 1.00 2,049.73 2,029.21
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,585.00 13,449.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,330.03 10,223.93
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,739.79 1,722.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,036.94 9,934.26
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,058.83 15,892.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,263.66 3,228.66
Yen Jepang JPY 100.00 12,086.30 11,963.17

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6051.732 13.825 562
2 Agriculture 1744.479 -5.651 18
3 Mining 1583.409 -1.889 43
4 Basic Industry and Chemicals 661.247 4.339 68
5 Miscellanous Industry 1375.383 -5.666 43
6 Consumer Goods 2594.790 -30.613 45
7 Cons., Property & Real Estate 500.839 1.989 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1157.617 -1.198 58
9 Finance 1064.875 15.680 90
10 Trade & Service 900.127 2.538 132
No Code Prev Close Change %
1 ESSA 159 180 21 13.21
2 CANI 280 312 32 11.43
3 RIMO 202 224 22 10.89
4 WINS 350 378 28 8.00
5 IIKP 252 272 20 7.94
6 MYTX 127 137 10 7.87
7 MAMI 98 105 7 7.14
8 ADMG 204 218 14 6.86
9 MARK 1,395 1,490 95 6.81
10 SCMA 2,000 2,130 130 6.50
No Code Prev Close Change %
1 INCF 210 173 -37 -17.62
2 PTSN 242 210 -32 -13.22
3 ARII 950 850 -100 -10.53
4 FORU 208 187 -21 -10.10
5 AIMS 152 137 -15 -9.87
6 RMBA 378 346 -32 -8.47
7 TIRA 262 240 -22 -8.40
8 BULL 184 169 -15 -8.15
9 HDFA 191 176 -15 -7.85
10 CMPP 376 350 -26 -6.91
No Code Prev Close Change %
1 PBRX 488 494 6 1.23
2 MNCN 1,460 1,475 15 1.03
3 SIMA 408 402 -6 -1.47
4 BMTR 590 580 -10 -1.69
5 BTEK 132 130 -2 -1.52
6 BBRI 3,210 3,290 80 2.49
7 RIMO 202 224 22 10.89
8 ESSA 159 180 21 13.21
9 BBCA 21,025 21,175 150 0.71
10 TLKM 4,200 4,200 0 0.00