Portal Berita Ekonomi Senin, 23 April 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:54 WIB. New York - Menteri Luar Negeri Turki tiba di New York untuk KTT perdamaian PBB.
  • 20:53 WIB. PBB - Lembaga HAM desak PBB terus awasi tindakan pasukan Israel di Gaza.
  • 20:52 WIB. Turki - Erdogan sebut Donald Trump adalah ancaman terbesar Turki.
  • 20:51 WIB. Palestina - Otoritas Malaysia lakukan upaya autopsi jenazah ilmuwan asal Palestina.
  • 20:51 WIB. Hamas - Otoritas Israel bantah dalangi pembunuhan ilmuwan Palestina di Malaysia.
  • 20:49 WIB. Israel - Uni Eropa: Investigasi terhadap Israel perlu dilakukan.
  • 20:49 WIB. Nuklir - Uni Eropa sambut baik keputusan Korea Utara untuk hentikan uji coba rudal nuklir.
  • 20:47 WIB. Nikaragua - 25 orang tewas dalam protes anti-pemerintah di Nikaragua.
  • 20:46 WIB. Hamas - Militer Israel tengkap 15 angggota Hamas dalam serangan di Tepi Barat.
  • 20:45 WIB. Kabul - Bom bunuh diri meledak di Kabul tewaskan 31 warga sipil.
  • 19:39 WIB. PLN - PLN terbitkan obligasi global hingga US$1 miliar pada Mei 2018.
  • 19:38 WIB. Astra Sedaya Finance - Astra Sedaya Finance siap terbitkan obligasi dan sukuk Rp3 triliun.
  • 19:36 WIB. BTN - BTN dukung program DP 0% untuk PNS dan TNI/Polri.

Boris Johnson: Suu Kyi Harus Segera Bertindak!

Foto Berita Boris Johnson: Suu Kyi Harus Segera Bertindak!
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemimpin dari Inggris, AS, Prancis, Kanada dan Australia telah mendesak pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi untuk menghentikan kekerasan terhadap Rohingya.

Komentar tersebut disampaikan menjelang pidato nasional yang dijadwalkan oleh Aung San Suu Kyi pada hari Selasa, mengenai apa yang AS sebut sebagai "momen yang menentukan" bagi pemimpin de facto Myanmar itu.

Aung San Suu Kyi, peraih Nobel Perdamaian, mendapat kecaman yang meningkat selama sebulan terakhir karena lebih dari 410.000 orang Rohingya telah meninggalkan Myanmar ke negara tetangga Bangladesh, upaya melarikan diri dari etnis Rohingya yang oleh PBB digambarkan sebagai "pembersihan etnis".

Mereka yang telah melarikan diri telah menceritakan pembunuhan tanpa pandang bulu, pemerkosaan, penyiksaan dan pembakaran oleh pasukan keamanan Myanmar di negara bagian Rakhine, tempat mayoritas Rohingya tinggal.

"Apa yang kita upayakan untuk membuat semua orang setuju adalah bahwa, nomor satu, pembunuhan harus dihentikan, dan kekerasan harus dihentikan," Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengatakan kepada kantor berita Reuters sebelum mengadakan pertemuan tingkat menteri di sela-sela Majelis Umum PBB untuk membahas cara-cara mengatasi krisis Rohingya.

"Kita tidak hanya melihat ke militer tapi juga pada Daw Suu untuk menunjukkan ," ujarnya.

Pertemuan tersebut mengahadirkan beberapa pihak seperti menteri dari Kanada, Denmark, Turki, Australia, Indonesia, Swedia, Bangladesh, Amerika Serikat dan seorang perwakilan dari Uni Eropa.

Dalam sebuah pernyataan setelah itu, Johnson mengatakan bahwa sementara Myanmar telah
"mendorong kemajuan menuju demokrasi dalam beberapa tahun terakhir, situasi di Rakhine, pelanggaran hak asasi manusia dan kekerasan yang mengerikan adalah noda pada reputasi negara tersebut," ungkapnya.

"Sangat penting bahwa Aung San Suu Kyi dan pemerintah sipil memperjelas bahwa kekerasan ini harus dihentikan," pungkasnya, sebagaimana dikutip dari Al Jazeera, Selasa (19/9/2017).

Aksi kekerasan terakhir di Myanmar dimulai pada 25 Agustus setelah para pejuang Rohingya menyerang lebih dari 30 pos polisi dan tentara, yang memicu tindakan keamanan terhadap orang Rohingya.

Tag: Muslim Rohingya, Rohingya, Krisis Kemanusiaan Rohingya, Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), Myanmar, Alexander Boris de Pfeffel Johnson, Inggris, Aung San Suu Kyi, Rakhine

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,696.31 3,659.41
British Pound GBP 1.00 19,128.17 18,933.64
China Yuan CNY 1.00 2,184.84 2,163.09
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,863.00 13,725.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,792.35 10,678.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,768.01 1,750.35
Dolar Singapura SGD 1.00 10,519.01 10,406.40
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,058.42 16,887.24
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.19 3,501.28
Yen Jepang JPY 100.00 12,991.28 12,855.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6337.695 -18.206 575
2 Agriculture 1721.541 -3.312 19
3 Mining 1958.128 -0.646 44
4 Basic Industry and Chemicals 794.507 -3.199 70
5 Miscellanous Industry 1293.151 -17.847 44
6 Consumer Goods 2633.301 -33.845 45
7 Cons., Property & Real Estate 510.814 0.450 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1076.189 -0.378 64
9 Finance 1148.751 1.106 90
10 Trade & Service 942.468 5.729 134
No Code Prev Close Change %
1 INPS 2,430 3,030 600 24.69
2 RELI 330 400 70 21.21
3 IBST 7,200 8,600 1,400 19.44
4 TRIL 83 99 16 19.28
5 PDES 1,125 1,320 195 17.33
6 AKPI 750 850 100 13.33
7 YPAS 795 900 105 13.21
8 CENT 110 124 14 12.73
9 KICI 198 218 20 10.10
10 GEMA 1,245 1,350 105 8.43
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 266 212 -54 -20.30
2 PBSA 1,280 1,080 -200 -15.62
3 TRUS 250 218 -32 -12.80
4 INAI 490 434 -56 -11.43
5 BINA 775 705 -70 -9.03
6 FINN 145 132 -13 -8.97
7 ABBA 74 68 -6 -8.11
8 ALMI 324 298 -26 -8.02
9 DPNS 458 424 -34 -7.42
10 GOLD 472 440 -32 -6.78
No Code Prev Close Change %
1 TIFA 266 212 -54 -20.30
2 SRIL 356 356 0 0.00
3 MNCN 1,405 1,445 40 2.85
4 BHIT 106 110 4 3.77
5 HELI 300 280 -20 -6.67
6 PGAS 2,190 2,320 130 5.94
7 BMTR 565 580 15 2.65
8 IKAI 610 615 5 0.82
9 CENT 110 124 14 12.73
10 TRIL 83 99 16 19.28

Recommended Reading

Minggu, 22/04/2018 17:54 WIB

Ini Harapan untuk Dirut Pertamina yang Baru

Minggu, 22/04/2018 13:09 WIB

10 Tips Memilih Karyawan

Minggu, 22/04/2018 11:51 WIB

3 Cara Mengajarkan Anak Soal Uang

Minggu, 22/04/2018 00:28 WIB

BI Nilai Ekonomi RI Tetap Solid