Portal Berita Ekonomi Jum'at, 15 Desember 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:03 WIB. Digital - Mirip WhatsApp, Line gulirkan fitur hapus pesan terkirim.
  • 20:53 WIB. Digital - Update, aplikasi Seeing AI Microsoft bisa kenali tulisan tangan.
  • 20:47 WIB. Gadget - Asus dan AMD kembali kolaborasi rilis notebook gaming X550IK dengan banderol sekitar Rp10 juta.
  • 19:33 WIB. Digital - Nilai valuasi Spotify kini berada di angka USD19 miliar atau sekitar Rp257 triliun.
  • 19:28 WIB. Apple - iMac Pro sudah bisa dipesan dengan banderol harga mulai Rp67 juta.
  • 18:03 WIB. Go-Jek - Go-Jek akuisisi 3 startup fintech lokal, Kartuku, Midtrans, dan Mapan.
  • 18:00 WIB. Teknologi - Dell EMC rilis dua produk storage anyar berkategori midrange, SC5020F dan SC7020F.

Suu Kyi Kecam Aksi Kekerasan, Kelompok HAM Tetap Skeptis

Foto Berita Suu Kyi Kecam Aksi Kekerasan, Kelompok HAM Tetap Skeptis
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemantau HAM dan warga Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine mengatakan bahwa tentara dan militer Buddha Rakhine telah melakukan kampanye pembakaran yang bertujuan mengusir penduduk Muslim.

Badan HAM PBB menggambarkannya sebagai "contoh buku teks tentang pembersihan etnis".

Myanmar menolaknya, dengan mengatakan bahwa pasukannya melakukan operasi untuk memberantas pemberontak Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), yang telah mengaku bertanggung jawab atas serangan sejak Oktober.

Pemerintah telah menyatakan ARSA sebagai badan teroris dan menuduhnya menciptakan kebakaran dan menyerang warga sipil.

Pemerintah Barat yang mendukung kampanye Suu Kyi melawan pemerintahan militer masih menganggapnya sebagai harapan terbaik bagi transisi politik dan ekonomi di Myanmar.
Tapi dirinya harus menghindari kemarahan tentara yang kuat.

Dirinya juga harus menghindari pengucilan dari para pendukungnya karena hanya memberikan sedikit simpati kepada minoritas Muslim, dan telah dipersalahkan karena memulai kekerasan di negara yang telah menyaksikan gelombang nasionalisme Buddhis.

Beberapa diplomat mengatakan setelah pidato bahwa Suu Kyi belum sepenuhnya mengatasi masalah tersebut. Namun, penonton domestiknya notabene senang.

Ribuan pendukungnya berkumpul di kota utama Yangon dan kota-kota lain untuk menonton pidato Suu Kyi di layar lebar. Media sosial melihat adanya gelombang dengan pesan: "Kami berdiri dengan Aung San Suu Kyi". Juru bicara militer Myanmar tidak bersedia memberikan komentar.

Phil Robertson dari Human Rights Watch mengatakan bahwa citra satelit menunjukkan sekitar setengah dari semua desa Rohingya telah dibakar dan sudah saatnya Suu Kyi, pemerintah dan militer menghadapi kenyataan bahwa pasukan keamanan "tidak mengikuti kode etik, menembak, membunuh siapa yang mereka inginkan, dan membakar desa-desa.

Amnesty International mengatakan bahwa ada "bukti yang luar biasa" bahwa pasukan keamanan terlibat dalam pembersihan etnis.

"Meskipun positif mendengar Aung San Suu Kyi mengutuk pelanggaran hak asasi manusia di negara bagian Rakhine, dia masih diam tentang peran pasukan keamanan," pungkas kelompok tersebut, sebagiamana dikutip dari Al Jazeera, Selasa (19/9/2017).

Tag: Myanmar, Aung San Suu Kyi, Amnesty International Indonesia, Muslim Rohingya, Krisis Kemanusiaan Rohingya, Phil Robertson, Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), Rakhine

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Mohammad Ponir Hossain

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,637.41 3,601.05
British Pound GBP 1.00 18,337.60 18,152.07
China Yuan CNY 1.00 2,063.29 2,042.71
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,641.00 13,505.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,464.01 10,356.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,746.41 1,728.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,135.23 10,030.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,084.10 15,922.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,346.66 3,310.86
Yen Jepang JPY 100.00 12,163.17 12,038.69

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6119.419 5.766 567
2 Agriculture 1615.559 6.106 19
3 Mining 1564.401 1.285 43
4 Basic Industry and Chemicals 672.709 -3.081 69
5 Miscellanous Industry 1382.572 -1.885 43
6 Consumer Goods 2705.365 24.718 45
7 Cons., Property & Real Estate 486.014 3.440 66
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1145.607 -2.150 60
9 Finance 1081.116 -5.142 89
10 Trade & Service 906.333 3.449 133
No Code Prev Close Change %
1 DWGL 316 394 78 24.68
2 MARI 1,010 1,250 240 23.76
3 MDLN 300 370 70 23.33
4 MYOR 2,070 2,500 430 20.77
5 MFMI 650 770 120 18.46
6 CANI 250 294 44 17.60
7 JGLE 98 115 17 17.35
8 ITMA 565 660 95 16.81
9 RELI 374 426 52 13.90
10 SDMU 304 344 40 13.16
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 595 515 -80 -13.45
2 KBLV 472 422 -50 -10.59
3 RODA 170 155 -15 -8.82
4 ARII 910 855 -55 -6.04
5 ALKA 334 314 -20 -5.99
6 GTBO 185 175 -10 -5.41
7 MTWI 149 141 -8 -5.37
8 IBST 8,550 8,100 -450 -5.26
9 BUMI 272 258 -14 -5.15
10 PORT 390 370 -20 -5.13
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 354 374 20 5.65
2 INKP 5,200 5,200 0 0.00
3 BUMI 272 258 -14 -5.15
4 AISA 480 492 12 2.50
5 BBRI 3,460 3,390 -70 -2.02
6 PBRX 498 520 22 4.42
7 BMTR 575 580 5 0.87
8 TLKM 4,250 4,230 -20 -0.47
9 DWGL 316 394 78 24.68
10 MNCN 1,280 1,295 15 1.17