Portal Berita Ekonomi Sabtu, 21 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 21:47 WIB. LPDB - LPBD mendorong pelaku usaha di sektor riil untuk memanfaatkan pinjaman lunak dengan bunga 4,5%.
  • 21:46 WIB. Pertamina - Pertamina MOR I mengajak mahasiswa di Medan untuk mempelajari sejarah dan potensi energi saat ini.
  • 21:45 WIB. Jasa Marga - Jasa Marga meminta perbankan memperbanyak mesin transaksi otomatis nontunai di lintasan tol.
  • 21:43 WIB. SML - Sinar Mas Land bekerja sama dengan Ikatan Aristek Indonesia mengadakan sayembara arsitektur.
  • 21:43 WIB. BUMD - Jaya Real Property mulai merambah wilayah Serpong, Tangerang Selatan.
  • 21:42 WIB. China - Pemerintah China akan menerbitkan peraturan untuk mengarahkan investasi swasta ke sektor yang berpotensi besar.
  • 21:41 WIB. China - Pemerintah China optimis dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi di tahun ini.
  • 21:40 WIB. Mazda - Eurokars Motor Indonesia mulai menjual mobil sport dua pintu MX-5 RF.
  • 21:15 WIB. Garut - Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta pemerintah memperhatikan industri batu akik di Garut.
  • 21:13 WIB. Jerman - Seorang pria melakukan penyerangan terhadap empat orang dengan sebilah pisau di Jerman.
  • 21:09 WIB. Malaysia - Empat pekerja asing tewas  dan 10 hilang saat tanah longsor terjadi di Penang, Malaysia.
  • 20:50 WIB. Mesir - Sedikitnya 52 polisi Mesir tewas dalam bentrokan dengan pegaris keras di gurun barat.
  • 18:16 WIB. Nasional - Puan: Kaluarga cegah radikalisme.
  • 18:13 WIB. Densus Tipikor - DPR: Densus Tipikor untuk kembalikan kepercayaan publik terhadap Polisi.
  • 18:13 WIB. Susi - Menteri Susi ingin punya stasiun TV sendiri.

Australia-Indonesia 'Deal' Penurunan Bea Masuk Komoditas

Foto Berita Australia-Indonesia 'Deal' Penurunan Bea Masuk Komoditas
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemerintah Indonesia dan Australia menyepakati pemberlakuan penurunan bea masuk gula mentah dari Australia dan bea masuk produk herbisida serta pestisida asal Indonesia agar komoditas tersebut lebih kompetitif di kedua pasar.

Dalam kesepakatan tersebut, Indonesia akan menurunkan tarif bea masuk impor gula mentah (raw sugar) bagi Australia dari 8 persen menjadi 5 persen, sedangkan Australia akan menghapus tarif bea masuk impor pestisida dan herbisida dari Indonesia atau menjadi 0 persen.

"Dengan menurunkan bea masuk untuk gula mentah dari Australia ini, maka harga gula di pasar domestik dapat lebih dijangkau dan produk makanan dan minuman Indonesia diharapkan dapat lebih berdaya saing, baik di pasar domestik maupun di pasar internasional," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Enggartiasto menjelaskan saat ini Indonesia masih memerlukan impor gula mentah dengan total tiga juta ton per tahun antara lain untuk industri makanan dan minuman yang sebagian hasilnya ditujukan untuk ekspor. Penurunan bea masuk gula mentah asal Australia ini bertujuan memberikan alternatif sumber impor yang lebih kompetitif dibanding bila bergantung hanya pada satu negara sumber. Di sisi lain, Australia juga akan segera memberlakukan penghapusan bea masuk menjadi 0 persen untuk produk herbisida dan pestisida Indonesia.

"Penghapusan bea masuk atas kedua produk asal Indonesia tersebut, yang semula memiliki bea masuk sebesar 5 persen menjadi 0 persen, akan berlaku jika proses legalitas sudah terpenuhi," kata Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo.

Iman menjelaskan penghapusan bea masuk tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai ekspor herbisida dan pestisida Indonesia ke Australia dan menjadikan produk Indonesia di pasar Australia lebih kompetitif. Adapun penurunan tarif ini akan berlaku jika proses legalitas telah terpenuhi. Saat ini kesepakatan tersebut sudah diundangkan ke Kementerian Hukum dan HAM dan dapat selesai sekitar dua pekan. (ant)

Tag: indonesia-australia, Enggartiasto Lukita

Penulis: ***

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,622.47 3,586.11
British Pound GBP 1.00 17,819.44 17,635.67
China Yuan CNY 1.00 2,055.47 2,034.89
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,585.00 13,449.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,652.00 10,542.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,741.38 1,723.90
Dolar Singapura SGD 1.00 9,998.53 9,896.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,058.83 15,892.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,215.77 3,181.31
Yen Jepang JPY 100.00 12,005.13 11,881.79

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5929.549 19.019 564
2 Agriculture 1754.087 -2.560 18
3 Mining 1527.878 5.182 45
4 Basic Industry and Chemicals 634.942 2.086 68
5 Miscellanous Industry 1351.937 10.222 43
6 Consumer Goods 2506.331 7.379 45
7 Cons., Property & Real Estate 504.424 4.833 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1160.979 7.471 59
9 Finance 1030.441 4.914 90
10 Trade & Service 913.092 -9.075 131
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 462 575 113 24.46
2 AKSI 442 545 103 23.30
3 BACA 193 220 27 13.99
4 TRAM 135 152 17 12.59
5 WTON 575 635 60 10.43
6 NIPS 428 470 42 9.81
7 GPRA 143 157 14 9.79
8 BPFI 450 490 40 8.89
9 DSFI 119 129 10 8.40
10 BRAM 7,200 7,775 575 7.99
No Code Prev Close Change %
1 TRUS 195 127 -68 -34.87
2 HOME 272 214 -58 -21.32
3 TIFA 244 197 -47 -19.26
4 HDTX 478 390 -88 -18.41
5 BIRD 4,700 4,260 -440 -9.36
6 APII 254 234 -20 -7.87
7 MPPA 635 585 -50 -7.87
8 ADMG 224 208 -16 -7.14
9 BUVA 560 525 -35 -6.25
10 JGLE 133 125 -8 -6.02
No Code Prev Close Change %
1 HOME 272 214 -58 -21.32
2 TRAM 135 152 17 12.59
3 BUMI 204 212 8 3.92
4 TIFA 244 197 -47 -19.26
5 TLKM 4,210 4,270 60 1.43
6 PBRX 500 500 0 0.00
7 WIKA 1,810 1,900 90 4.97
8 BBCA 20,325 20,350 25 0.12
9 PGAS 1,660 1,680 20 1.20
10 SRIL 390 388 -2 -0.51