Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 13:03 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 39,60 USD/barel.
  • 13:02 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 41,48 USD/barel.
  • 13:02 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,16% terhadap Euro pada level 1,1689 USD/EUR.
  • 13:01 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,06% terhadap Poundsterling pada level 1,2725 USD/GBP.
  • 13:01 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,16% terhadap Yen pada level 105,10 JPY/USD.
  • 13:00 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.885 USD/troy ounce.
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,66% pada penutupan sesi I.

Bantul Dorong Penggunaan Benih Jagung Berkualitas

Bantul Dorong Penggunaan Benih Jagung Berkualitas
WE Online, Bantul -

Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong penggunaan benih jagung berkualitas agar produktivitas tanaman pangan itu maksimal dan bisa mendukung swasembada jagung.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Bantul Pulung Haryadi di Bantul, Sabtu (23/9/2017) mengatakan, pada 2017 Bantul sudah swasembada jagung, hal itu karena makin banyak petani yang menggunakan benih jagung berkualitas.

"Dengan produktivitas yang tinggi didukung luasan tanaman jagung, maka panenan jagung tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan daerah sendiri, namun sudah dikirim untuk memenuhi kebutuhan benih di luar daerah," katanya.

Menurut dia budi daya tanaman jagung di Bantul tersebar pada 17 kecamatan, namun data dari instansinya menunjukkan beberapa kecamatan yakni Bambanglipuro, Pajangan, Pundong, Dlingo dan Sewon memiliki produktivitas terbesar dibanding kecamatan lain.

"Tetapi tantangan yang dihadapi petani jagung ada pada harga jagung yang relatif rendah dibanding dengan beras, kedelai dan sebagainya. Meski demikian, kami berharap Bantul tetap swasembada jagung," katanya.

Sementara itu, Direktur PT Saprotan Benih Utama yang merupakan distributor benih jagung hibrida Dekalb Monsanto Indonesia Yuri Wibowo mengatakan pihaknya mencatat adanya kenaikan permintaan signifikan pada benih jagung hibrida dalam setahun terakhir.

"Awal 2016, permintaan benih jagung hibrida area Jateng-DIY mencapai 400 ton, namun pada 2017 ini permintaan naik 50 persen. Kami targetkan hingga akhir tahun bisa mendistribusikan sedikitnya 600 ton benih jagung hibrida Dekalb Monsanto," katanya.

Menurut dia Monsanto Indonesia mempunyai dua produk unggulan yakni Dekalb DK771 dan Dekalb DK959. Dekalb DK 771 merupakan produk benih jagung hibrida dengan keunggulan utama tahan serangan penyakit terutama penyakit bulai jagung.

"Selain tahan penyakit, Dekalb DK771 juga cocok untuk ditanam di lahan-lahan marjinal atau kurang subur. Dengan usia panen yang lebih singkat, produktivitas benih ini bisa mencapai di atas 11 ton per hektare," katanya.

Sementara benih Dekalb DK959 idealnya ditanam di lahan sawah bekas padi yang mempunyai sistem irigasi, hasil produksi dari benih ini mencapai delapan hingga sembilan ton per hektare.

Corporate Engagement Lead Monsanto Indonesia Herry Kristanto mengatakan melalui Dekalb Learning Center pihaknya mengedukasi petani jagung menerapkan pola pertanian teknologi tepat guna. (Ant)

Baca Juga

Tag: Jagung

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Fajar Sulaiman

Foto: Antara/Anis Efizudin

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,975.04 3,935.28
British Pound GBP 1.00 18,965.97 18,774.30
China Yuan CNY 1.00 2,193.95 2,171.80
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,909.18 14,760.83
Dolar Australia AUD 1.00 10,633.23 10,525.95
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,923.77 1,904.55
Dolar Singapura SGD 1.00 10,912.08 10,799.55
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,418.39 17,239.17
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,602.99 3,561.98
Yen Jepang JPY 100.00 14,184.36 14,039.21
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4934.093 -65.267 707
2 Agriculture 1156.958 -29.674 24
3 Mining 1340.548 -15.994 47
4 Basic Industry and Chemicals 702.870 -6.150 80
5 Miscellanous Industry 849.133 -3.159 53
6 Consumer Goods 1846.211 -22.465 60
7 Cons., Property & Real Estate 342.139 -2.692 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 813.187 -6.744 79
9 Finance 1061.669 -21.366 94
10 Trade & Service 626.543 -4.189 175
No Code Prev Close Change %
1 RONY 88 113 25 28.41
2 MTPS 376 470 94 25.00
3 KBAG 68 84 16 23.53
4 EPAC 336 398 62 18.45
5 NFCX 1,690 2,000 310 18.34
6 SGER 324 382 58 17.90
7 HELI 169 194 25 14.79
8 MTLA 354 400 46 12.99
9 DPNS 228 254 26 11.40
10 HOMI 620 680 60 9.68
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 100 93 -7 -7.00
2 SSTM 406 378 -28 -6.90
3 SINI 466 434 -32 -6.87
4 SQMI 176 164 -12 -6.82
5 PSGO 132 123 -9 -6.82
6 ROCK 1,395 1,300 -95 -6.81
7 DSFI 59 55 -4 -6.78
8 AGRO 326 304 -22 -6.75
9 DPUM 89 83 -6 -6.74
10 MASA 595 555 -40 -6.72
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,025 27,250 -775 -2.77
2 BBRI 3,190 3,130 -60 -1.88
3 BRIS 825 770 -55 -6.67
4 BBNI 4,590 4,540 -50 -1.09
5 BEST 169 168 -1 -0.59
6 PURA 136 144 8 5.88
7 TLKM 2,810 2,780 -30 -1.07
8 DEAL 132 144 12 9.09
9 BMRI 5,475 5,300 -175 -3.20
10 TOWR 1,025 1,020 -5 -0.49