Portal Berita Ekonomi Sabtu, 16 Desember 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:32 WIB. AS - AS yakin rencana uji coba rudal terbaru Korut tidak akan memberikan ancaman kepada Negeri Paman Sam tersebut.
  • 21:31 WIB. Ciputra - Ciputra menggandeng Jepang Mitsui Fudosan Residential merealisasikan apartemen pertama di Citra Raya Tangerang.
  • 20:36 WIB. BBM - Stok BBM jenis premium di sejumlah SPBU di Palu dan Sigi mengalami kekosongan.
  • 20:35 WIB. Kadin - Kadin mendesak Pelindo I untuk membatalkan kenaikan tarif kepelabuhanan di Pelabuhan Belawan.
  • 20:33 WIB. OJK - OJK optimistis perbankan di Bali kuat bertahan dari dampak erupsi Gunung Agung.
  • 20:32 WIB. OJK - OJK memprediksi perbaikan ekonomi Indonesia akan berlanjut pada 2018.
  • 20:31 WIB. MMLP - Mega Manunggal Property berencana membangun dua atau tiga gudang modern baru pada tahun depan.
  • 20:30 WIB. DKI Jakarta - Gubernur Anies Baswedan memberikan izin penggunaan Monas untuk Aksi Bela Palestina.
  • 20:28 WIB. Hino - Hino Motors Sales Indonesia telah meluncurkan Bus RN 285 Automatic Transmission.
  • 20:27 WIB. AS - Turki akan meluncurkan inisiatif untuk membatalkan keputusan AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
  • 16:41 WIB. Micosoft - Windows 10 kini dukung OpenSSH.
  • 16:29 WIB. Asus - Selain perangkat untuk bermain game, Asus dan AMD juga bawa notebook X555QG yang ditujukan bagi pelajar dan mahasiswa.
  • 16:27 WIB. Telekomunikasi - Registrasi SIM Card prabayar tembus 100 juta.
  • 16:25 WIB. Gadget - Menurut IDC, 3,9 juta unit notebook terjual sepanjang 2017, lebih tinggi 100 ribu unit dari prediksi para analis pasar.
  • 16:15 WIB. Bantul - Pemkab Bantul menggelontorkan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk bonus para atlet berprestasi.

Saham Emiten Pertambangan Ditinggal Investor, Ini Sebabnya

Foto Berita Saham Emiten Pertambangan Ditinggal Investor, Ini Sebabnya
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Saham-saham badan usaha milik negara (BUMN) sektor pertambangan seperti PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA), dan PT Timah (Persero) Tbk (TINS) sedang memberikan return negatif.

Bila ditelaah, saham ANTM mengalami penurunan di perdagangan akhir pekan ini menjadi Rp675 per saham. Padahal, posisinya sempat di posisi Rp740 per saham di akhir Agustus 2017.

Hal yang sama terjadi pada saham PTBA. Bahkan, saham Bukit Asam hingga penutupan perdagangan saham Jumat (22/9/2017) mengalami penurunan 150 poin (1,44 persen) ke posisi Rp10.275 per saham, padahal posisinya sempat berada di Rp12.375 per saham di akhir Agustus 2017.

Adapun, saham TINS juga melepem ke posisi Rp880 per saham di akhir penutupan perdagangan bursa pekan ini. Meski, di akhir Agustus 2017 lalu saham perseroan masih berada di posisi Rp1.075 per saham.

Penurunan tersebut ditengarai karena adanya rencana Kementerian ESDM untuk menyusun kebijakan pertambangan nasional.

Salah satunya wacana pembatasan margin keuntungan batu bara, serta kenaikan harga gas gas Conoco Phillips Indonesia (COPI) pun memberi dampak kepada PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS). Pada Jumat kemarin saja harga saham PGAS turun 15 poin atau 0,92 persen ke level Rp1,610 per saham dari Rp1,625 per saham pada penutupan hari sebelumya.

Terkait hal tersebut, analis Danareksa Lucky Bayu Purnomo memandang jika memang pemerintah terlalu dinamis dalam menyusun kebijakan untuk industri khususnya sektor pertambangan. Padahal, jika dilihat industri pertambangan hingga saat ini harga komoditas belum mengalami perbaikan yang signifikan.

"PTBA, ANTM, dan emiten BUMN lainnya yang ada dalam sentimen pertambangan akan menuai sentimen negatif karena margin diperketat. Padahal harusnya meningkatkan margin karena harga komoditas membaik," katanya di Jakarta, belum lama ini.

Analis Binaartha Securities Reza Priyambada juga sepakat dengan Lucky. Menurutnya, secara tidak langsung, rencana pengaturan margin di sektor pertambangan membuat pelaku pasar enggan untuk masuk ke saham-saham di sektor tersebut.

Pasalnya, pelaku pasar melihat jika perbaikan yang terjadi pada harga komoditas dunia tak akan memberi pengaruh yang signifikan kepada kinerja emiten di sektor itu.

"Karena jika harga komoditas naik di luar pelaku pasar sudah enggak excited di saham tambang karena toh juga akan turun. Kalau dilihat beberapa periode sebelumnya ketika harga CPO baik harga saham perkebunan naik. Ketika harga komoditas naik semua saham pertambangan naik. Bahkan BUMI saja naik. Kalau sekarang dengan adanya aturan tersebut harga naik berapa persen pun enggak akan berpengaruh," ujarnya.

Tag: PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam), PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,637.41 3,601.05
British Pound GBP 1.00 18,337.60 18,152.07
China Yuan CNY 1.00 2,063.29 2,042.71
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,641.00 13,505.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,464.01 10,356.98
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,746.41 1,728.88
Dolar Singapura SGD 1.00 10,135.23 10,030.45
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,084.10 15,922.40
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,346.66 3,310.86
Yen Jepang JPY 100.00 12,163.17 12,038.69

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6119.419 5.766 567
2 Agriculture 1615.559 6.106 19
3 Mining 1564.401 1.285 43
4 Basic Industry and Chemicals 672.709 -3.081 69
5 Miscellanous Industry 1382.572 -1.885 43
6 Consumer Goods 2705.365 24.718 45
7 Cons., Property & Real Estate 486.014 3.440 66
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1145.607 -2.150 60
9 Finance 1081.116 -5.142 89
10 Trade & Service 906.333 3.449 133
No Code Prev Close Change %
1 DWGL 316 394 78 24.68
2 MARI 1,010 1,250 240 23.76
3 MDLN 300 370 70 23.33
4 MYOR 2,070 2,500 430 20.77
5 MFMI 650 770 120 18.46
6 CANI 250 294 44 17.60
7 JGLE 98 115 17 17.35
8 ITMA 565 660 95 16.81
9 RELI 374 426 52 13.90
10 SDMU 304 344 40 13.16
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 595 515 -80 -13.45
2 KBLV 472 422 -50 -10.59
3 RODA 170 155 -15 -8.82
4 ARII 910 855 -55 -6.04
5 ALKA 334 314 -20 -5.99
6 GTBO 185 175 -10 -5.41
7 MTWI 149 141 -8 -5.37
8 IBST 8,550 8,100 -450 -5.26
9 BUMI 272 258 -14 -5.15
10 PORT 390 370 -20 -5.13
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 354 374 20 5.65
2 INKP 5,200 5,200 0 0.00
3 BUMI 272 258 -14 -5.15
4 AISA 480 492 12 2.50
5 BBRI 3,460 3,390 -70 -2.02
6 PBRX 498 520 22 4.42
7 BMTR 575 580 5 0.87
8 TLKM 4,250 4,230 -20 -0.47
9 DWGL 316 394 78 24.68
10 MNCN 1,280 1,295 15 1.17