Portal Berita Ekonomi Jum'at, 20 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 18:30 WIB. D8 - Indonesia minta kerja sama D8 berdampak pada kesejahteraan.
  • 18:29 WIB. Uganda - Virus mirip Ebola telan korban jiwa di Uganda.
  • 18:28 WIB. Sudan - 5.000 anak Sudan kembali ke keluarganya.
  • 18:27 WIB. Israel - Prancis desak Israel hentikan segera pembangunan permukiman baru di Tepi Barat.
  • 18:19 WIB. Rohingya - PBB: tiap minggu, 12.000 anak Rohingya mengungsi.
  • 18:18 WIB. Israel - Jerman kutuk ekspansi permukiman Israel.
  • 18:18 WIB. Nontunai - Asosiasi Pengusaha Ritel di Bali mencatat jumlah transaksi nontunai baru mencapai 30%.
  • 18:17 WIB. Australia - PM Australia sebut isi surat Korea Utara caci maki untuk Trump.
  • 18:16 WIB. Jepang - Jepang rilis manga tentang cara menyelamatkan diri dari rudal nuklir Korea Utara.
  • 18:14 WIB. Turki - 110 orang ditangkap seiring berlanjutnya operasi pembersihan rezim Turki.
  • 18:13 WIB. Bali -¬†BI Perwakilan Bali menyiapkan uang tunai Rp3,1 triliun untuk melayani kebutuhan masyarakat¬†saat Hari Raya Galungan.
  • 16:03 WIB. MH370 - Sebuah perusahaan di AS mengupayakan kembali pencarian pesawat MH370.
  • 16:00 WIB. China - Xi Jinping buat 'ideologi baru' guna perkuat posisinya di Partai Komunis China.
  • 15:28 WIB. Facebook - Facebook tes langganan artikel instan di Android.
  • 15:08 WIB. Smartphone - Dibekali Snapdragon 630, Nokia 7 jadi pesaing Zenfone 4.

Investasi Emas Yuk...

Foto Berita Investasi Emas Yuk...
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kalau diperhatikan dalam beberapa hari atau bahkan beberapa minggu ini harga emas di Indonesia mulai beranjak naik. Ada yang mengatakan itu karena rencana pelemahan dolar Amerika Serikat, ada juga yang bilang bahwa karena harga barang-barang tambang yang juga merambat naik seperti batu bara dan lain sebagainya.

Apabila dilihat secara historis, harga emas logam mulia di Indonesiapun secara konstan memang terus meningkat. Saat ini harga logam mulia sudah bertengger di atas Rp600.000-an per gram sementara tahun lalu masih betah di R 570.000-an.

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dari awal tahun 2000-an sampai dengan tahun 2012 memang harga emas naik cukup tinggi, sebelum emas drop selama beberapa tahun sebelum bisa bangkit kembali dan stagnan sampai beberapa minggu ini untuk bergerak naik lagi.

Emas sendiri adalah jenis instrumen yang sudah lama dan sering saya bahas sebelumnya. Ketika saya mulai merekomendasikan orang untuk berinvestasi di logam mulia di tahun 2003. Ketika itu harga LM masih di kisaran Rp130.000-Rp150.000 per gram dan tidak banyak orang yang mendengarkan rekomendasi saya.

Bahkan masih ingat dalam ingatan saya di tahun 2005 banyak orang yang melecehkan saya karena memberikan rekomendasi alternatif investasi di emas logam mulia karena emas adalah investasi kakek nenek dan orang tua kita.

Malah saya sempat dicap perencana kuangan alias financial planner kuno. Tapi lihat saat ini, kini orang-orang berlomba-lomba mengumpulkan emas dan selama kondisi ekonomi dunia masih tidak stabil serta orang tidak percaya mata uang dunia selama itu juga emas masih akan berjaya.

Banyak yang kemudian menjadi takut kalau harga emas ini naik terlalu cepat alias bubbling. Akan tetapi, dengan masih tingginya permintaan emas baik di China dan India dan terbatasnya jumlah emas yang masih bisa ditambang, serta permintaan pembelian yang terus menanjak maka kenaikan harga emas tersebut masih cukup realistis.

Apalagi di tengah ketidakpercayaan banyak orang terhadap mata uang dunia seperti US dollar dan sekarang euro membuat banyak investor mencari alternatif investasi yang lebih bisa dipercaya.

Pertanyaannya adalah apakah kemudian emas bisa turun? Karena ini tetap instrumen investasi, tentu saja jawabannya bisa turun, hanya pertanyaanya adalah kapan?

Kalau kita melihat statistik harga emas dunia selama ini, penurunan dahsyat terjadi di tahun 80an dan tahun 2008 kemarin. Sementara penurunan tajam yang terjadi beberapa minggu yang lalu lebih kepada koreksi sehat karena harga jual emas dunia yang saat itu sempat naik tajam sekali menembus level resistan. Sementara dengan ketidakpastian kondisi ekonomi dunia dan melemahnya bursa dunia, emas bisa dipakai sebagai alternatif pengimbang (baca: diversifikasi) portfolio kita.

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah yes, harga emas bisa turun. Setelah kenaikan yang cukup signifikan dari awal tahun 2000-an sampai dengan akhir 2011 saya sempat memberikan warning dalam tulisan di berbagai media maupun wawancara TV dan radio tentang kemungkinan turunnya harga emas. Dan hal tersebut terbukti dengan terjadinya penurunan di tahun 2012 yang lalu.

Pertanyaan banyak orang kemudian adalah apakah emas masih menarik untuk dijadikan instrumen keuangan dan investasi. Jawaban saya adalah yes. Nilai riil dari logam emas tidak bisa digantikan dengan investasi lain berbasis uang dan mata uang. Oleh sebab itu, meskipun saat ini kenaikannya malu-malu hampir setara inflasi rata-rata, tapi emas tetap bisa menjadi pilihan investasi, setidak-tidaknya bagian dari portfolio keuangan dan investasi Anda.

Tidak hanya tentang emas, tapi sebaiknya Anda juga paham dan mengerti cara menabung, investasi, dan berutang termasuk juga jenis-jenis produk dan instrumen investasi. Bagaimana caranya? Coba ikutan kelas dan workshop dari kami.

Di bulan Oktober akan ada workshop Asuransi info bisa dibuka di sini bersamaan dengan workshop mengelola keuangan dan gaji CPMM di Jakarta info di sini sementara untuk Kaya Raya dengan Reksadana Jakarta info buka di sini berbarengan dengan di Jogja, Solo dan Semarang (JogLoSemar/Jawa Tengah) bisa lihat info di sini dan di sini.

Tag: Aidil Akbar Madjid

Penulis: Aidil Akbar Madjid, Financial Advisor

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: AZ Consulting

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,622.47 3,586.11
British Pound GBP 1.00 17,819.44 17,635.67
China Yuan CNY 1.00 2,055.47 2,034.89
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,585.00 13,449.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,652.00 10,542.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,741.38 1,723.90
Dolar Singapura SGD 1.00 9,998.53 9,896.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,058.83 15,892.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,215.77 3,181.31
Yen Jepang JPY 100.00 12,005.13 11,881.79

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5929.549 19.019 564
2 Agriculture 1754.087 -2.560 18
3 Mining 1527.878 5.182 45
4 Basic Industry and Chemicals 634.942 2.086 68
5 Miscellanous Industry 1351.937 10.222 43
6 Consumer Goods 2506.331 7.379 45
7 Cons., Property & Real Estate 504.424 4.833 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1160.979 7.471 59
9 Finance 1030.441 4.914 90
10 Trade & Service 913.092 -9.075 131
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 462 575 113 24.46
2 AKSI 442 545 103 23.30
3 BACA 193 220 27 13.99
4 TRAM 135 152 17 12.59
5 WTON 575 635 60 10.43
6 NIPS 428 470 42 9.81
7 GPRA 143 157 14 9.79
8 BPFI 450 490 40 8.89
9 DSFI 119 129 10 8.40
10 BRAM 7,200 7,775 575 7.99
No Code Prev Close Change %
1 TRUS 195 127 -68 -34.87
2 HOME 272 214 -58 -21.32
3 TIFA 244 197 -47 -19.26
4 HDTX 478 390 -88 -18.41
5 BIRD 4,700 4,260 -440 -9.36
6 APII 254 234 -20 -7.87
7 MPPA 635 585 -50 -7.87
8 ADMG 224 208 -16 -7.14
9 BUVA 560 525 -35 -6.25
10 JGLE 133 125 -8 -6.02
No Code Prev Close Change %
1 HOME 272 214 -58 -21.32
2 TRAM 135 152 17 12.59
3 BUMI 204 212 8 3.92
4 TIFA 244 197 -47 -19.26
5 TLKM 4,210 4,270 60 1.43
6 PBRX 500 500 0 0.00
7 WIKA 1,810 1,900 90 4.97
8 BBCA 20,325 20,350 25 0.12
9 PGAS 1,660 1,680 20 1.20
10 SRIL 390 388 -2 -0.51