Portal Berita Ekonomi Rabu, 17 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:02 WIB. BNI - Nasabah baru BNI akan bertambah 425.000 pada tahun ini.
  • 21:02 WIB. BNI - BNI memproyeksi transaksi kartu kredit pada akhir 2018 naik 12%-15% yoy.
  • 16:53 WIB. Apple - iPhone XR sudah kantongi restu Kemenkominfo.
  • 16:52 WIB. Twitter - Twitter bisa lacak akun penyebar kebencian.
  • 16:52 WIB. WhatsApp - WhatsApp perpanjang waktu hapus pesan.
  • 16:51 WIB. Huawei - Huawei Mate 20 Pro bisa isi baterai iPhone XS secara wireless.
  • 16:51 WIB. Twitter - Pengguna Twitter keluhkan spam notifikasi.
  • 16:50 WIB. Huawei - Huawei bikin standar kartu memori anyar bernama Nano Memory pengganti MicroSD.
  • 16:50 WIB. Microsoft - CEO Microsoft Satya Nadella diganjar kompensasi Rp391 miliar.
  • 09:21 WIB. Youtube - Youtube bakal beri sanki untuk konten video duplikat.

Presiden: Sektor Pertanian Perlu Modernisasi

Foto Berita Presiden: Sektor Pertanian Perlu Modernisasi
Warta Ekonomi.co.id, Salatiga -

Presiden Joko Widodo menekankan kebutuhan akan modernisasi pertanian untuk mengoptimalkan produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani.

"Modernisasi seperti itulah yang kita butuhkan. Dan sudah saya menyampaikan ke Menteri Pertanian agar selalu diikuti, step-step, proses-proses itu sehingga betul apa yang kita lakukan itu menuju pertanian yang modern," katanya dalam acara silaturahim dengan Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) di Kelurahan Kalibening, Tingkir, Kota Salatiga, Senin (25/9/2017).

Ia mengatakan bahwa membangun waduk, embung dan irigasi merupakan tugas pemerintah namun pembangunan sarana-sarana itu tidak akan membawa dampak maksimal tanpa perbaikan dalam pola kerja petani.

"Kalau petani sendiri tidak mau jadi petani modern, mengerjakan produksinya, mengerjakan pasca-panennya, mengerjakan pemasarannya dengan baik, ya...kita akan segini-gini terus," katanya.

Presiden mengatakan perbaikan produksi tidak akan optimal meningkatkan kesejahteraan petani tanpa perbaikan manajemen agrobisnis.

"Sebab keuntungan terbesar ada pada proses agrobisnisnya. Di Qaryah Thayyibah sudah betul mengkonsolidasikan petani dalam kelompok besar, sudah besar. Ada jamaah produksi," katanya.

Presiden juga menekankan perlunya perbaikan manajemen pasca-panen untuk mendapat  keuntungan yang lebih besar.

"Jadi setelah konsolidasi, bagaimana mengkorporasikan petani dalam jumlah besar," katanya.

Menurut Presiden, kelompok-kelompok petani harus menjadi organisasi perusahaan pertanian.

"Sehingga bisa siapkan pupuk sendiri, buat pabrik pupuk dengan skala besar. Juga dari sisi panen harus dikerjakan bersama-sama, memiliki rice mill sendiri, perontok padi juga sendiri," katanya.

Presiden berharap kelompok-kelompok petani selanjutnya memiliki bagian pemasaran sendiri sehingga bisa mendapat keuntungan yang lebih besar. (Ant)

Tag: Joko Widodo (Jokowi), Pertanian, Andi Amran Sulaiman

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Maulana Surya

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,066.22 4,025.16
British Pound GBP 1.00 20,110.87 19,901.42
China Yuan CNY 1.00 2,207.43 2,185.43
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,254.00 15,102.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,883.73 10,773.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,946.31 1,926.89
Dolar Singapura SGD 1.00 11,097.05 10,982.47
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,644.30 17,466.97
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,674.78 3,634.66
Yen Jepang JPY 100.00 13,573.59 13,434.75

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5868.620 67.803 610
2 Agriculture 1522.460 22.946 20
3 Mining 1933.517 25.132 47
4 Basic Industry and Chemicals 746.459 12.246 70
5 Miscellanous Industry 1214.073 6.640 45
6 Consumer Goods 2489.664 17.513 49
7 Cons., Property & Real Estate 408.238 3.862 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1074.895 28.399 70
9 Finance 1064.617 9.032 91
10 Trade & Service 800.207 9.982 147
No Code Prev Close Change %
1 ISSP 73 98 25 34.25
2 SURE 970 1,210 240 24.74
3 MLPL 71 88 17 23.94
4 TRIO 188 228 40 21.28
5 KBLM 242 284 42 17.36
6 ABBA 99 116 17 17.17
7 DIGI 1,005 1,130 125 12.44
8 KARW 82 92 10 12.20
9 APEX 1,600 1,780 180 11.25
10 TPMA 258 286 28 10.85
No Code Prev Close Change %
1 IBFN 420 330 -90 -21.43
2 CITY 545 478 -67 -12.29
3 INCF 143 127 -16 -11.19
4 MKPI 24,000 22,000 -2,000 -8.33
5 AKPI 970 890 -80 -8.25
6 BCAP 157 145 -12 -7.64
7 SMCB 1,750 1,625 -125 -7.14
8 TMPO 140 130 -10 -7.14
9 MPOW 134 125 -9 -6.72
10 LMAS 78 73 -5 -6.41
No Code Prev Close Change %
1 CPRO 50 50 0 0.00
2 MNCN 730 775 45 6.16
3 ABBA 99 116 17 17.17
4 PGAS 2,200 2,310 110 5.00
5 TLKM 3,780 3,900 120 3.17
6 BHIT 79 80 1 1.27
7 DOID 755 805 50 6.62
8 ISSP 73 98 25 34.25
9 TRAM 199 200 1 0.50
10 TKIM 10,300 11,200 900 8.74