Portal Berita Ekonomi Sabtu, 20 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:37 WIB. Suzuki - Suzuki tarik 2 juta unit mobil karena pemeriksaan akhir yang lemah.
  • 11:34 WIB. Qualcomm - Qualcomm menangkan perseteruan paten cip modem atas Apple.
  • 11:33 WIB. NASA - NASA pecahkan rekor astronaut perempuan terlama di ISS.
  • 05:57 WIB. Eredivisie Belanda - Heracles 2 vs 1 SC Heerenveen
  • 05:55 WIB. Ligue 1 Prancis - Lyon 2 vs 1 Angers
  • 05:54 WIB. Ligue1 Prancis - Dijon 3 vs 2 Rennes
  • 05:53 WIB. LaLiga Spanyol - Deportivo Alaves 2 vs 2 Real Valladolid

BI Riau: Penyaluran Kredit Sepi Gara-gara Harga Sawit Anjlok

BI Riau: Penyaluran Kredit Sepi Gara-gara Harga Sawit Anjlok - Warta Ekonomi
WE Online, Pekanbaru -

Tren penurunan harga komoditas kelapa sawit turut berdampak terhadap kinerja perbankan di Provinsi Riau, karena menyusutnya penyaluran kredit untuk sektor pertanian pada triwulan II-2017.

Bank Indonesia Provinsi Riau dalam kajian ekonomi regional di Pekanbaru, Selasa (26/9/2017), menyebutkan penyaluran kredit pada sektor pertanian tumbuh negatif sebesar 4,31 persen secara "year on year" (yoy).

Kondisi itu juga turun dibandingkan triwulan I-2017 yang tumbuh positif 0,66 persen (yoy).

Menurunnya penyaluran kredit sektor pertanian terutama didorong oleh penurunan subsektor perkebunan kelapa sawit yang pada triwulan II 2017 tumbuh negatif sebesar 4,52 persen secara year on year, turun dibanding triwulan sebelumnya yang tercatat 1,48 persen, kata Kepala Perwakilan Provinsi Riau, Siti Astiyah.

Penyaluran kredit pada sektor pertanian masih didominasi oleh subsektor perkebunan kelapa sawit dengan pangsa 92,80 persen dari total kredit pertanian, atau sebesar Rp11,93 triliun.

Secara sektoral, kredit bermasalah (non performing loan/NPL) sektor pertanian juga meningkat pada triwulan II-2017 pada level 3,80 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2017 yang sebesar 3,20 persen.

"Penyumbang terbesar sektor perkebunan kelapa sawit," katanya.

BI menyatakan, secara keseluruhan terjadi perlambatan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan Riau dari 2,89 persen pada triwulan I-2017 menjadi 1,08 persen pada triwulan II.

Menurunnya penyaluran menyebabkan risiko kredit perbankan naik dari 3,53 persen jadi 3,69 persen karena pengaruh peningkatan NPL, lebih tinggi daripada kredit yang tercatat.

Turunnya penyaluran kredit sektor pertanian menjadi penyebab utama, karena penyerapan kredit perbankan masih didominasi oleh sektor tersebut bersama sektor perdagangan yang masing-masing sebesar 21,80 persen dan 21,24 persen. Nilai kredit tiap sektor mencapai Rp12,85 triliun dan Rp12,52 triliun.

"Tingginya penyerapan kredit pada kedua sektor itu tidak lepas dari dominasi kedua sektor tersebut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau," katanya.

Tekanan stabilitas keuangan Riau pada triwulan II-2017 makin bertambah karena penyaluran kredit di sektor perdangan juga tumbuh negatif dari 3,89 persen di triwulan I-2017, menjadi sebesar negatif 1,90 persen di triwulan II.

Menurunnya penyaluran kredit sektor perdagangan terutama didorong oleh menurunnya penyaluran kredit pada subsektor perdagangan eceran makanan, minuman dan tembakau, yang pada triwulan II-2017 mengalami kontraksi sebesar 7,84 persen (yoy), meskipun sedikit lebih tinggi dibanding triwulan I-2017 yang juga mengalami kontraksi sebesar 8,68 persen (yoy). (Ant)

Tag: Sawit, Bank Indonesia (BI), Perbankan

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,756.57 3,718.34
British Pound GBP 1.00 18,368.14 18,184.19
China Yuan CNY 1.00 2,105.18 2,084.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,086.00 13,946.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,113.75 10,011.83
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,795.40 1,777.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,408.63 10,303.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,908.73 15,749.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,399.95 3,362.91
Yen Jepang JPY 100.00 12,583.53 12,455.12

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Feb
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10