Portal Berita Ekonomi Kamis, 27 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:06 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 1,25% pada level 27.419.
  • 23:06 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka positif 1,54% pada level 3.176.
  • 23:05 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 1,70% pada level 9.118.
  • 21:56 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,60% terhadap Poundsterling pada level 1,2927 USD/GBP.
  • 21:55 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,22% terhadap Euro pada level 1,0858 USD/EUR.
  • 21:53 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,31% terhadap Yen pada level 110,54 JPY/USD.
  • 21:52 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.633 USD/troy ounce.
  • 21:34 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 54,32 USD/barel.
  • 21:34 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 49,50 USD/barel.
  • 17:21 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 1,29% pada level 3.117.
  • 16:35 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,09% terhadap Yuan pada level 7,02 CNY/USD.
  • 16:28 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 2% pada level 6.877.

BI Riau: Penyaluran Kredit Sepi Gara-gara Harga Sawit Anjlok

BI Riau: Penyaluran Kredit Sepi Gara-gara Harga Sawit Anjlok - Warta Ekonomi
WE Online, Pekanbaru -

Tren penurunan harga komoditas kelapa sawit turut berdampak terhadap kinerja perbankan di Provinsi Riau, karena menyusutnya penyaluran kredit untuk sektor pertanian pada triwulan II-2017.

Bank Indonesia Provinsi Riau dalam kajian ekonomi regional di Pekanbaru, Selasa (26/9/2017), menyebutkan penyaluran kredit pada sektor pertanian tumbuh negatif sebesar 4,31 persen secara "year on year" (yoy).

Kondisi itu juga turun dibandingkan triwulan I-2017 yang tumbuh positif 0,66 persen (yoy).

Menurunnya penyaluran kredit sektor pertanian terutama didorong oleh penurunan subsektor perkebunan kelapa sawit yang pada triwulan II 2017 tumbuh negatif sebesar 4,52 persen secara year on year, turun dibanding triwulan sebelumnya yang tercatat 1,48 persen, kata Kepala Perwakilan Provinsi Riau, Siti Astiyah.

Penyaluran kredit pada sektor pertanian masih didominasi oleh subsektor perkebunan kelapa sawit dengan pangsa 92,80 persen dari total kredit pertanian, atau sebesar Rp11,93 triliun.

Secara sektoral, kredit bermasalah (non performing loan/NPL) sektor pertanian juga meningkat pada triwulan II-2017 pada level 3,80 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2017 yang sebesar 3,20 persen.

"Penyumbang terbesar sektor perkebunan kelapa sawit," katanya.

BI menyatakan, secara keseluruhan terjadi perlambatan pertumbuhan penyaluran kredit perbankan Riau dari 2,89 persen pada triwulan I-2017 menjadi 1,08 persen pada triwulan II.

Menurunnya penyaluran menyebabkan risiko kredit perbankan naik dari 3,53 persen jadi 3,69 persen karena pengaruh peningkatan NPL, lebih tinggi daripada kredit yang tercatat.

Turunnya penyaluran kredit sektor pertanian menjadi penyebab utama, karena penyerapan kredit perbankan masih didominasi oleh sektor tersebut bersama sektor perdagangan yang masing-masing sebesar 21,80 persen dan 21,24 persen. Nilai kredit tiap sektor mencapai Rp12,85 triliun dan Rp12,52 triliun.

"Tingginya penyerapan kredit pada kedua sektor itu tidak lepas dari dominasi kedua sektor tersebut dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau," katanya.

Tekanan stabilitas keuangan Riau pada triwulan II-2017 makin bertambah karena penyaluran kredit di sektor perdangan juga tumbuh negatif dari 3,89 persen di triwulan I-2017, menjadi sebesar negatif 1,90 persen di triwulan II.

Menurunnya penyaluran kredit sektor perdagangan terutama didorong oleh menurunnya penyaluran kredit pada subsektor perdagangan eceran makanan, minuman dan tembakau, yang pada triwulan II-2017 mengalami kontraksi sebesar 7,84 persen (yoy), meskipun sedikit lebih tinggi dibanding triwulan I-2017 yang juga mengalami kontraksi sebesar 8,68 persen (yoy). (Ant)

Baca Juga

Tag: Sawit, Bank Indonesia (BI), Perbankan

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,740.79 3,702.58
British Pound GBP 1.00 18,246.58 18,063.63
China Yuan CNY 1.00 1,999.12 1,978.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,035.83 13,896.17
Dolar Australia AUD 1.00 9,270.67 9,175.64
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,801.61 1,783.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,034.19 9,932.93
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,258.35 15,100.97
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,311.12 3,275.85
Yen Jepang JPY 100.00 12,718.22 12,588.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5688.921 -98.217 682
2 Agriculture 1230.779 -23.913 22
3 Mining 1402.777 -23.300 49
4 Basic Industry and Chemicals 791.444 -35.759 77
5 Miscellanous Industry 1067.889 -25.555 51
6 Consumer Goods 1843.503 -29.859 57
7 Cons., Property & Real Estate 438.943 -4.407 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 985.939 -17.899 78
9 Finance 1305.191 -16.460 92
10 Trade & Service 682.239 -6.511 168
No Code Prev Close Change %
1 MTSM 143 190 47 32.87
2 NELY 110 139 29 26.36
3 PDES 725 850 125 17.24
4 SOSS 382 444 62 16.23
5 INPP 810 940 130 16.05
6 IBST 6,000 6,900 900 15.00
7 GHON 1,355 1,550 195 14.39
8 EPMT 2,000 2,270 270 13.50
9 HDIT 515 580 65 12.62
10 MYTX 50 56 6 12.00
No Code Prev Close Change %
1 VRNA 100 75 -25 -25.00
2 ALDO 470 362 -108 -22.98
3 SINI 960 750 -210 -21.88
4 PURE 184 144 -40 -21.74
5 JSKY 154 127 -27 -17.53
6 ITIC 1,910 1,605 -305 -15.97
7 PORT 595 505 -90 -15.13
8 ECII 1,000 850 -150 -15.00
9 DIGI 1,990 1,700 -290 -14.57
10 TAMA 484 414 -70 -14.46
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 870 855 -15 -1.72
2 TLKM 3,590 3,510 -80 -2.23
3 MNCN 1,350 1,270 -80 -5.93
4 BBRI 4,500 4,480 -20 -0.44
5 BBCA 32,650 32,100 -550 -1.68
6 JSKY 154 127 -27 -17.53
7 AYLS 69 70 1 1.45
8 BMRI 7,800 7,650 -150 -1.92
9 HMSP 1,860 1,785 -75 -4.03
10 ANTM 660 630 -30 -4.55