Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

BI NTB Dorong Petani Agar Kreatif Dalam Manfaatkan Komoditas Aren

BI NTB Dorong Petani Agar Kreatif Dalam Manfaatkan Komoditas Aren
WE Online, Mataram -

Kantor Perwakilan BI Nusa Tenggara Barat meningkatkan kemampuan para petani di wilayah Kabupaten Lombok Barat dalam rangka memanfaatkan air nira yang dihasilkan dari pohon aren menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.

"Air nira dari pohon aren tidak saja bisa menjadi minuman segar dan gula merah, tetapi bisa menjadi berbagai jenis produk turunan bernilai ekonomi," ungkap Prijono selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Barat (NTB) di Mataram, Rabu (27/9/2017).

Agar petani mampu menciptakan produk turunan, pihaknya sudah mengirim 11 petani dari tiga kelompok tani dari Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat untuk belajar di Garut, Jawa Barat.

Pengiriman petani dalam rangka peningkatan kemampuan mengolah air nira tersebut sebagai tindaklanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pengembangan gula aren dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

BI, lanjut Prijono, memberi perhatian terhadap salah satu plasma nutfah di Pulau Lombok itu karena potensinya yang relatif besar. Dari potensi itu, hampir 95 persen air nira yang dihasilkan masih diolah dalam bentuk gula batok dan gula bumbung. Sisanya masih dijual dalam bentuk air nira segar.

"Melihat kondisi tersebut, BI bersama Pemkab Lombok Barat berinisiatif meningkatkan nilai ekonomi dari produksi air nira yang sudah ada. Salah satu caranya dengan meningkatkan produksi produk turunan air nira, seperti gula aren semut," ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Garut dipilih sebagai tujuan belajar bagi para petani aren di Kabupaten Lombok Barat karena di daerah tersebut cukup banyak kelompok tani yang berhasil mengolah produk turunan air nira menjadi gula semut.

Salah satu kelompok tani yang dituju telah mengolah gula aren batok menjadi gula aren semut dengan bantuan mesin pengolahan. Namun, tetap melakukan pembibitan pohon aren demi menjaga kebutuhan produksi jangka panjang.

Para petani yang dikirim memperoleh pengetahuan tentang pemanfaatan air nira mulai dari hulu (penananman pohon) hingga aspek hilir (pemasaran produk). Menurut Prijono, salah satu aspek penting agar produk turunan air nira dapat dipasarkan hingga pasar modern adalah dengan penciptaan inovasi produk yang terus menerus.

"Aspek pengemasan produk juga perlu diperhatikan. Produk harus dikemas dengan menarik sehingga diminati oleh toko oleh-oleh dan pasar modern," ucapnya.

Manajer Pengembangan UMKM BI NTB Ni Nyoman Sariani berharap agar pengembangan produk gula aren di Kabupaten Lombok Barat dapat memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat lokal.

Mengacu ke "roadmap" pengembangan klaster gula aren, lanjut dia, dalam jangka panjang program ini diharapkan dapat pula mendukung pariwisata NTB melalui penyediaan oleh-oleh yang berkualitas bagi wisatawan.

"Produk turunan yang dihasilkan, seperti gula batok, gula briket, gula semut, dan gula cair, juga diharapkan dapat berorientasi ekspor sehingga dapat berdampak maksimal terhadap perekonomian lokal," ujarnya.

Selain permasalahan ekonomi, Bank Indonesia juga berharap program pengembangan gula aren dapat menjadi solusi permasalahan sosial agar masyarakat tidak menyalahgunakan air nira yang diolah sebagai minuman keras tradisional (tuak). (HYS/Ant)

Baca Juga

Tag: Bank Indonesia (BI), Prijono, Nusa Tenggara Barat (NTB), Petani, Pariwisata

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,956.98 3,917.50
British Pound GBP 1.00 19,218.70 19,023.06
China Yuan CNY 1.00 2,196.09 2,173.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,841.84 14,694.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,856.81 10,741.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.08 1,896.00
Dolar Singapura SGD 1.00 10,939.66 10,826.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,586.10 17,406.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,597.15 3,557.91
Yen Jepang JPY 100.00 14,156.66 14,011.79
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5059.223 20.822 707
2 Agriculture 1171.729 -22.067 24
3 Mining 1370.434 12.402 47
4 Basic Industry and Chemicals 724.951 10.929 80
5 Miscellanous Industry 866.535 -7.832 53
6 Consumer Goods 1884.335 4.638 60
7 Cons., Property & Real Estate 347.883 3.847 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 838.076 14.829 79
9 Finance 1093.794 -6.183 94
10 Trade & Service 636.535 12.642 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 51 66 15 29.41
2 JMAS 133 172 39 29.32
3 AKSI 362 452 90 24.86
4 TFCO 330 412 82 24.85
5 JSKY 244 296 52 21.31
6 AIMS 141 170 29 20.57
7 SOHO 9,475 11,350 1,875 19.79
8 AMIN 228 270 42 18.42
9 ASBI 322 376 54 16.77
10 LRNA 131 150 19 14.50
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 115 107 -8 -6.96
2 PCAR 320 298 -22 -6.88
3 ATIC 585 545 -40 -6.84
4 SSTM 468 436 -32 -6.84
5 SIPD 1,190 1,110 -80 -6.72
6 AALI 10,800 10,075 -725 -6.71
7 BEST 194 181 -13 -6.70
8 ROCK 1,570 1,465 -105 -6.69
9 DNAR 240 224 -16 -6.67
10 AISA 244 228 -16 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,775 28,150 -625 -2.17
2 BBRI 3,200 3,220 20 0.62
3 JSKY 244 296 52 21.31
4 ASRI 117 131 14 11.97
5 BEST 194 181 -13 -6.70
6 MEDC 420 430 10 2.38
7 TLKM 2,820 2,890 70 2.48
8 AISA 244 228 -16 -6.56
9 BBNI 4,720 4,740 20 0.42
10 MDKA 1,575 1,600 25 1.59