Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:43 WIB. Kuasa Hukum Rommy - Tak ada yang salah dengan bantahan Khofifah.
  • 06:51 WIB. Tim Prabowo - Kampanye terbuka tolak ukur menguji elektabilitas Prabowo-Sandi.
  • 06:51 WIB. Tim Prabowo - Kampanye terbuka tak ada pegerahan massa.
  • 06:40 WIB.

    Cawapres 01 – Banten daerah kampanye terbuka pertama, diharapkan ada dampak positif.

  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Sandi menyebut kampanyenya paket hemat.
  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Sandi tak menghadirikan publik figur di kampanye terbuka.
  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Bagi Sandi  semua daerah sangat dewasa dalam bersikap politik.
  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Pada kampanye terbuka, Prabowo-Sandi bakal temui seluruh daerah.
  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Perolehan suara ditiap daerah bisa berubah-ubah.
  • 06:32 WIB. Cawapres 02 - Menurut Sandi, semua daerah pemilihan tak ada yang aman.
  • 06:14 WIB. Presiden - Setelah berhasil mengambilalih Freeport, Jokowi masih saja dituduh antek asing.
  • 00:00 WIB. Presiden - Jokowi sebut pengambilalihan Freeport tidak mudah.

Sawit Indonesia Kali Ini Dipromosikan di Swiss

Sawit Indonesia Kali Ini Dipromosikan di Swiss - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Delegasi gabungan Indonesia gencar mempromosikan kelapa sawit kepada kalangan bisnis di Swiss dalam bentuk Indonesia Business Forum "Sustainable Palm Oil in Global Market" di Gedung Zunfthaus zur Meisen, Zurich, 28 September 2017.

"Kelapa sawit adalah berkah Tuhan bagi negara-negara tropis, karena hanya tumbuh di sekitar 10 derajat utara atau selatan khatulistiwa," ujar Mahendra Siregar, Executive Director Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) membuka presentasinya. berdasarkan keterangan tertulis dari KBRI Bern, Swiss yang diterima di Jakarta, Jumat (29/9/2017).

"Tidak heran Indonesia menguasai sekitar 55 persen produksi sawit dunia atau jauh meninggalkan Malaysia yang hanya 29 persen," kata dia.

Ia mengatakan sawit menghasilkan 4-10 kali lebih banyak minyak perhektar dibandingkan dengan komoditas vegetables oil lainnya, seperti minyak rapeseed dan minyak bunga matahari yang merupakan komoditas khas Eropa.

Di banyak negara Eropa, sawit mendapatkan tantangan kampanye hitam dan penolakan dari beberapa organisasi dengan alasan bermacam-ragam, dari mulai deforestasi, ekosistem, hingga korupsi dan pelanggaran HAM.

Dirjen Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan, yang juga menjadi pembicara pada Indonesia Business Forum di Zurich mengatakan untuk meningkatkan daya saing dan menjawab tantangan perdagangan internasional, Pemerintah Indonesia telah mewajibkan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sejak 2011 dengan melibatkan perwakilan dari pemerintah, LSM, akademisi, dan kalangan bisnis.

Hal senada juga dipertegas oleh Paulus Tjakrawan dari Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) bahwa dibandingkan produk vegetables oil lainnya, sawit adalah satu-satunya vegetables oil yang paling banyak sertifikasinya, yaitu CSPO (Certified Sustainable Palm Oil), ISCC (International Sustainability & Carbon Certification), ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil), dan MSPO (Malaysian Sustainable Palm Oil).

Harry Hanawi dari Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) mengatakan dari tinjauan kesehatan, minyak sawit terbukti memiliki kandungan vitamin A dan E lebih tinggi dibanding vegetables oil lainnya, tetapi mengandung kolesterol lebih rendah.

"Dengan kata lain, tuduhan negatif terhadap sawit semata-mata merupakan strategi persaingan bisnis dari negara kompetitor," kata dia.

Barbara M ckli-Schneider dari Swiss Asia Chamber of Commerce (SACC) mengaku mendapatkan pencerahan yang sangat komprehensif tentang sawit yang selama ini cenderung negatif di Swiss.

Meskipun Swiss bukan merupakan anggota Uni Eropa (UE), tetapi kebijakan UE berpengaruh cukup besar terhadap kebijakan Swiss, mengingat UE merupakan mitra dagang utama Swiss.

Selain itu, pelarangan total penggunaan biofuel dari kelapa sawit oleh Norwegia pada Juni 2017 juga dikhawatirkan akan mempengaruhi Swiss, dimana Swiss bersama dengan Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein merupakan anggota European Free Trade Association (EFTA) yang beroperasi secara pararel dengan UE dan juga terlibat pada European single market.

Sementara itu, Duta Besar RI untuk Swiss, Linggawaty Hakim mengatakan meskipun berada di tengah Eropa, Swiss mengadopsi pendekatan positif terhadap komoditas kelapa sawit khususnya dari Indonesia.

Alih-alih memboikot sawit seperti Norwegia, lanjut dia, Swiss malah secara aktif menyalurkan bantuan pembangunan dan pembinaan bagi produksi berkelanjutan kelapa sawit di Indonesia.

Indonesia Business Forum di Zurich ini diadakan sebagai rangkaian kunjungan delegasi kelapa sawit Indonesia ke Swiss untuk tujuan utama mendobrak hambatan non-tarif dan diskriminasi terhadap sawit dimana pada tanggal 26-27 September 2017 menghadiri forum publik World Trade Organization (WTO) dan pertemuan dengan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) di Jenewa.

Diharapkan dengan diselenggarakannya acara ini akan terjalin networking dan hubungan yang lebih erat dengan kalangan bisnis di Swiss.

Selain itu, juga dapat meningkatkan pemahaman yang lebih baik dan benar tentang sawit serta meningkatkan ekspor minyak sawit Indonesia ke Swiss yang masih besar potensi dan peluangnya.

Tag: Mahendra Siregar, Sawit, Swiss, Uni Eropa

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6525.274 23.498 629
2 Agriculture 1490.781 9.164 21
3 Mining 1887.862 3.129 47
4 Basic Industry and Chemicals 910.367 -5.244 71
5 Miscellanous Industry 1284.891 0.529 46
6 Consumer Goods 2663.462 4.407 52
7 Cons., Property & Real Estate 465.570 -1.138 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1170.915 5.940 72
9 Finance 1263.236 12.361 91
10 Trade & Service 828.467 0.865 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 420 525 105 25.00
2 GLOB 352 440 88 25.00
3 CAKK 270 326 56 20.74
4 ECII 825 990 165 20.00
5 SMMA 7,700 9,000 1,300 16.88
6 TGKA 3,010 3,500 490 16.28
7 ANDI 1,605 1,805 200 12.46
8 FISH 3,400 3,760 360 10.59
9 LPLI 135 149 14 10.37
10 BKSW 175 193 18 10.29
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 224 168 -56 -25.00
2 KICI 310 260 -50 -16.13
3 IDPR 735 640 -95 -12.93
4 PYFA 198 177 -21 -10.61
5 ATIC 990 895 -95 -9.60
6 JMAS 895 810 -85 -9.50
7 LAND 1,085 1,010 -75 -6.91
8 MTSM 240 224 -16 -6.67
9 UNIT 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 400 374 -26 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 101 97 -4 -3.96
2 HOME 102 102 0 0.00
3 GGRM 88,000 85,900 -2,100 -2.39
4 BBRI 3,980 4,060 80 2.01
5 TLKM 3,800 3,820 20 0.53
6 INKP 10,200 9,800 -400 -3.92
7 FREN 308 328 20 6.49
8 CTRA 975 1,030 55 5.64
9 UNTR 27,800 28,000 200 0.72
10 GIAA 555 555 0 0.00