Portal Berita Ekonomi Selasa, 16 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:58 WIB. Google - Google mundur dari konferensi bisnis di Arab Saudi.
  • 17:58 WIB. Google - Google kekeh kembali jajaki China.
  • 17:57 WIB. Intel - Intel dan ARM sepakat untuk tumbuh kembangkan IoT.
  • 17:53 WIB. NasDem - Kalau Rizal Ramli minta maaf, selesai masalah itu.
  • 17:52 WIB. NasDem - Surya Paloh lebih dulu melaporkan Rizal Ramli ke Bareskrim Polri.
  • 17:52 WIB. NasDem - Rizal Ramli merasa selalu benar dan tidak mau minta maaf.
  • 17:52 WIB. DSSA - Modal disetor dan ditempatkan PT Buana Mas Sejahtera meningkat hingga Rp4,5 Miliar. 
  • 17:43 WIB. Gerindra - Dipolisikannya Surya Paloh oleh Rizal menjadi pelajaran semua pihak.
  • 17:43 WIB. Gerindra - Laporan Rizal atas Surya Paloh dapat diuji siapa yang salah dalam proses hukum.
  • 17:43 WIB. Gerindra - Selama ini ketegangan di antara Rizal dan Surya terlihat nyata di muka publik.
  • 17:42 WIB. Gerindra - Rizal Ramli polisikan Surya Paloh adalah hal yang tepat.
  • 17:36 WIB. Meizu - Ponsel Meizu unggulkan Flyme OS.
  • 17:25 WIB. Djarot - Ahok telah menyiasati agar tak ada 'golput'.
  • 17:25 WIB. Djarot - Ahok sudah bilang, Jokowi tak cukup lima tahun membangun Indonesia.
  • 17:24 WIB. Djarot - Sebagian besar pendukung Ahok telah memilih Jokowi-Ma'ruf.

Suku Bunga Turun Jadi Angin Segar untuk Hunian Vertikal

Foto Berita Suku Bunga Turun Jadi Angin Segar untuk Hunian Vertikal
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Terus turunnya suku bunga Kredit Pemilikan Apartemen (KPA) sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia yang telah melonggarkan suku bunga acuannya akan menjadi angin segar bagi pertumbuhan hunian vertikal.    

Marketing Director Green Pramuka City Jeffry Yamin mencatat tren positif pertumbuhan penjualan hunian vertikal di Jakarta mulai terjadi pada semester kedua tahun ini dan diprediksi akan terus terjadi hingga tahun depan.

"Saya optimis pertumbuhan hunian vertikal akan semakin positif terutama pada tahun depan mengingat pemerintah konsisten dengan upaya menjaga stabilitas makroekonomi dan konsumsi di dalam negeri," ujarnya. 

Jeffry mencatat pasar tentu menyambut gembira keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang kembali memangkas suku bunga acuan BI yang berlaku efektif sejak 25 September 2017.

Biasanya, lanjut Jeffry, pihak perbankan tidak butuh waktu lama segera merespon penurunan tersebut dalam bentuk suku bunga KPA. "Sudah pasti industri properti akan langsung merasakan manfaat tersebut karena konsumen yang sebelumnya menahan keinginan belanja properti akhirnya mendapat kelonggaran." 

Menurutnya, pasar properti di Jakarta yang sempat stagnan sejak 2014 hingga 2016 dan awal 2017 mulai bergeliat. Diprediksi menjelang akhir tahun 2017 semakin optimis setelah melalui Pilkada DKI yang membuat konsumen memilih menahan keinginan investasi mereka pada hunian vertikal.

"Sementara mulai semester kedua tahun ini, konsumen mulai berani berinvestasi pada hunian vertikal di tengah Jakarta yang strategis, terjangkau dan efisien dibandingkan jika mereka memiliki hunian di pinggiran Jakarta," papar Jeffry Yamin.

Hal ini dapat dibuktikan dengan habis terjualnya 100% unit studio di Green Pramuka City dengan harga sekitar Rp400 juta hingga Agustus 2017. Menariknya, Jeffry Yamin mencatat hunian vertikal di pinggiran Jakarta justru didominasi oleh pasar yang diperuntukkan bagi kelas menengah ke atas terutama untuk yang harganya di atas Rp1,5 miliar per unit yang tidak menjadikan kemudahan akses transportasi ke pusat bisnis Jakarta.

Sebaliknya, hunian vertikal menengah di bawah Rp1 miliar yang justru terus tumbuh bahkan lebih besar dari rumah tapak (landed house) kelas menengah karena tren tinggal di apartemen semakin meningkat. Hal ini tidak lepas dari semakin menariknya pola pemasaran yang ditawarkan sebagai contoh harga sebuah rumah tapak tipe 36 non-furnished yang lebih mahal dibandingkan unit apartemen dua kamar tidur fully furnished.

Belum lagi tawaran kemudahan dari integrasi fasilitas dan keamanan yang lebih terjamin membuat pilihan tinggal di hunian vertikal yang dekat dengan pusat kota Jakarta menjadi pilihan yang sulit untuk dilewatkan. Sementara hunian vertikal bagi pasar menengah yang ditawarkan di luar Jakarta dengan iming-iming kota satelit justru merupakan proyek yang baru dalam taraf rencana. Artinya masih butuh waktu cukup lama hingga properti tersebut benar-benar diwujudkan.

"Dengan jauhnya jarak dengan kantor yang umumnya berada di pusat kota Jakarta membuat kemampuan mobilitas para penghuni hunian vertikal justru akan menurun dan tidak efisien secara langsung," pungkasnya.

Tag: Properti, Green Pramuka City, Jeffry Yamin

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Green Pramuka City

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,072.49 4,031.33
British Pound GBP 1.00 20,101.94 19,900.49
China Yuan CNY 1.00 2,210.97 2,188.98
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,282.00 15,130.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,908.29 10,796.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,950.28 1,930.86
Dolar Singapura SGD 1.00 11,111.76 10,999.64
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,708.78 17,526.59
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,682.41 3,641.40
Yen Jepang JPY 100.00 13,649.52 13,512.55

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5800.817 73.561 610
2 Agriculture 1499.514 -10.316 20
3 Mining 1908.385 14.778 47
4 Basic Industry and Chemicals 734.213 11.492 70
5 Miscellanous Industry 1207.433 19.109 45
6 Consumer Goods 2472.151 56.797 49
7 Cons., Property & Real Estate 404.376 3.894 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1046.496 21.972 70
9 Finance 1055.585 7.521 91
10 Trade & Service 790.225 1.656 147
No Code Prev Close Change %
1 CITY 436 545 109 25.00
2 DIGI 805 1,005 200 24.84
3 AKPI 825 970 145 17.58
4 RMBA 330 376 46 13.94
5 BACA 268 304 36 13.43
6 LMAS 69 78 9 13.04
7 POLL 1,500 1,695 195 13.00
8 LAND 1,050 1,185 135 12.86
9 PJAA 1,120 1,260 140 12.50
10 GHON 1,150 1,275 125 10.87
No Code Prev Close Change %
1 IBST 7,200 5,775 -1,425 -19.79
2 VRNA 127 110 -17 -13.39
3 LPCK 1,385 1,200 -185 -13.36
4 GOOD 2,510 2,210 -300 -11.95
5 MYTX 140 124 -16 -11.43
6 KARW 92 82 -10 -10.87
7 VINS 98 88 -10 -10.20
8 TELE 730 660 -70 -9.59
9 TRAM 220 199 -21 -9.55
10 APEX 1,760 1,600 -160 -9.09
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 220 199 -21 -9.55
2 PNLF 280 288 8 2.86
3 CPRO 50 50 0 0.00
4 INKP 11,700 12,250 550 4.70
5 TKIM 10,050 10,300 250 2.49
6 PGAS 2,040 2,200 160 7.84
7 SKRN 1,185 1,170 -15 -1.27
8 TLKM 3,660 3,780 120 3.28
9 ERAA 1,960 2,040 80 4.08
10 PTBA 4,440 4,390 -50 -1.13