Portal Berita Ekonomi Sabtu, 21 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 11:34 WIB. Politik - Sandiaga segera jengguk Ahok.
  • 11:33 WIB. Media - DPR minta pemerintah beri ruang untuk media daring.
  • 11:32 WIB. Jakarta - Anies minta kali Serua dikeruk.
  • 11:32 WIB. Energi - Jonan: 2.500 desa belum miliki listrik.
  • 11:31 WIB. Otomotif - Holden stop produksi di Australia.
  • 10:39 WIB. KTT D-8 - Deklarasi Istanbul akomodasi usulan Indonesia.
  • 10:37 WIB. Korea Utara - Myanmar usir diplomat Korea Utara terkait sanksi PBB.
  • 10:36 WIB. Korsel - Persiapan hadapi perang, Korea Selatan bentuk unit spionase baru.
  • 10:33 WIB. Gender - Indonesia peringkat 88 dalam kesetraan gender.
  • 10:33 WIB. KTT D-8 - KTT D-8 diakhiri dengan 'Dekalarasi Istanbul'.
  • 10:30 WIB. Trump - Diplomat Korea Utara sebut Trump sedang bermain 'Sepak Bola Nuklir'.
  • 10:29 WIB. Polandia - Polandia hapus simbol palu arit di kuburan Tentara Merah.
  • 10:26 WIB. Nuklir - Iran dituding mencoba kembangkan rudal bertipe nuklir.
  • 10:23 WIB. Duterte - Duterte minta pihak Indonesia 'ledakkan' bajak laut di perairan regional.
  • 10:22 WIB. Irlandia - Pasca terjangan Badai Ophelia, Badai Brian akan hantam garis pantai Irlandia.

Sebelum Pulang, Jokowi Pesan Ini ke Petani Sawit Muba

Foto Berita Sebelum Pulang, Jokowi Pesan Ini ke Petani Sawit Muba
Warta Ekonomi.co.id, Musi Banyuasin -

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)  didepan ribuan petani sawit, Desa Panca Tunggal Kelurahan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumsel menjelaskan bahwa peningkatan peremajaan kebun kelapa sawit dengan bibit varietas unggul merupakan cara terbaik dalam peningkatan hasil petani sawit.

"Peremajaan ini khusus untuk para petani karet. Indonesia mempunyai tanah yang subur, tetapi hasil petani sawit  belum maksimal itu dikarena kan kebun yang selama ini dikelola belum  pernah diremajakan," ungkap  Jokowi, jumat  (13/10/2017).

"Bibit ini produksinya menghasilkan 8 ton per hektar,nanti kalo sudah ditanam 2019 akan saya cek lagi," bebernya.

Dalam sambutnya, tidak hanya replanting Jokowi juga membagikan sekitar 1.300 sertifikat kepada para petani.

"Silakan diturunkan nanti setelah ini akan banyak lagi yang pegang sertifikat ini kita mulai di Sumsel, tapi dahulu kemudian bulan depan akan saya dorong masuk ke Sumatera Utara bulan depannya lagi masuk ke Jambi masuk ke Riau ini memang tahun ini kita kan konsentrasi dulu di pulau Sumatera.

Setelah selesai Sumatera, tambahnya ia juga  dorong untuk masuk ke Kalimantan. Memang kerja ini penginnya fokus biar gampang dicek gampang dikontrol ini perusak ingatkan hari ini nanti sudah mulai peremajaan replanting ditanam tapi setahun lagi atau awal 2019 akan saya cek kembali," pungkasnya.

Menko Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan, replanting ini adalah bantuan pemerintah untuk meremajakan kelapa sawit yang sudah tua dan hasilnya tidak banyak lagi, dengan hasil saat ini hanya 2 ton per hektare.

Di mana kelapa sawit tua tersebut akan diganti dengan bibit yang bagus dan berkualitas. "Kalau dipelihara dengan baik hasilnya dapat 8 ton per hektar bukan 2,5 ton per hektar," kata dia.

Dalam proses peremajaan, sambung dia, pohon kelapa sawit yang tua harus dilakukan penebangan sehingga mempengaruhi hasil para petani.

Oleh karena itu, lanjutnya agar biaya hidup dapat tercukupi nantinya disediakan bibit jagung dan kedelai, dengan begitu ada tumpang sari sehingga biaya hidup tetap ada.

"Pemerintah sudah meminta kesiapan dan janji dari perusahaan besar. Jika peremajaan sudah mencapai 6.000 hektare, perusahaan akan membangun pabrik kelapa sawit sehingga petani tidak susah menjual sawit. Perusahaan besar juga mengajarkan bagaimana cara yang benar dalam menanam sawit agar produksinya maksimal," tandas dia.

Tag: Sawit, Joko Widodo (Jokowi), Palembang

Penulis: Irwan Wahyudi

Editor: Vicky Fadil

Foto: Irwan Wahyudi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,622.47 3,586.11
British Pound GBP 1.00 17,819.44 17,635.67
China Yuan CNY 1.00 2,055.47 2,034.89
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,585.00 13,449.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,652.00 10,542.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,741.38 1,723.90
Dolar Singapura SGD 1.00 9,998.53 9,896.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,058.83 15,892.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,215.77 3,181.31
Yen Jepang JPY 100.00 12,005.13 11,881.79

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5929.549 19.019 564
2 Agriculture 1754.087 -2.560 18
3 Mining 1527.878 5.182 45
4 Basic Industry and Chemicals 634.942 2.086 68
5 Miscellanous Industry 1351.937 10.222 43
6 Consumer Goods 2506.331 7.379 45
7 Cons., Property & Real Estate 504.424 4.833 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1160.979 7.471 59
9 Finance 1030.441 4.914 90
10 Trade & Service 913.092 -9.075 131
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 462 575 113 24.46
2 AKSI 442 545 103 23.30
3 BACA 193 220 27 13.99
4 TRAM 135 152 17 12.59
5 WTON 575 635 60 10.43
6 NIPS 428 470 42 9.81
7 GPRA 143 157 14 9.79
8 BPFI 450 490 40 8.89
9 DSFI 119 129 10 8.40
10 BRAM 7,200 7,775 575 7.99
No Code Prev Close Change %
1 TRUS 195 127 -68 -34.87
2 HOME 272 214 -58 -21.32
3 TIFA 244 197 -47 -19.26
4 HDTX 478 390 -88 -18.41
5 BIRD 4,700 4,260 -440 -9.36
6 APII 254 234 -20 -7.87
7 MPPA 635 585 -50 -7.87
8 ADMG 224 208 -16 -7.14
9 BUVA 560 525 -35 -6.25
10 JGLE 133 125 -8 -6.02
No Code Prev Close Change %
1 HOME 272 214 -58 -21.32
2 TRAM 135 152 17 12.59
3 BUMI 204 212 8 3.92
4 TIFA 244 197 -47 -19.26
5 TLKM 4,210 4,270 60 1.43
6 PBRX 500 500 0 0.00
7 WIKA 1,810 1,900 90 4.97
8 BBCA 20,325 20,350 25 0.12
9 PGAS 1,660 1,680 20 1.20
10 SRIL 390 388 -2 -0.51