Portal Berita Ekonomi Sabtu, 23 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:46 WIB. Kapal - 18 kapal terbakar di Pelabuhan Muara Baru.
  • 22:44 WIB. Kapal - Arus pendek diduga picu kebakaran kapal di Muara Baru.
  • 22:42 WIB. KEJ - Harian Indopos dan indopos.co.id dinyatakan melanggar KEJ terkait berita "Ahok Gantikan Ma'ruf Amin?"
  • 22:34 WIB. Ikan - KKP menyatakan penguatan struktur ekonomi masyarakat pembudidaya ikan nasional menjadi program prioritas tahun ini.
  • 22:32 WIB. PDB - Menkop: pertumbuhan PDB tidak lepas dari andil koperasi syariah.
  • 22:30 WIB. Tol - Masuki Industri 4.0, transaksi nontunai menjadi bentuk modernisasi jalan tol.
  • 22:28 WIB. Voli - Bola voli putri PGN Popsivo Polwan berhasil juara Proliga 2019 usai kalahkan Jakarta Pertamina Energi.
  • 22:27 WIB. Pildun - Eko Yuli, atlet angkat besi nasional sabet emas piala dunia 2019.
  • 22:26 WIB. Dosen - Kemenag berikan penjelasan soal pemberhentian dosen bercadar karena melanggar disiplin pegawai.
  • 21:14 WIB. PBS - Gapki: perkebunan besar swasta (PBS) taar terhadap semua aturan bangun plasma.
  • 21:13 WIB. Twitter - Pendiri Twitter, Evan Williams mengundurkan diri.
  • 21:12 WIB. Infrastruktur - Kementerian PUPR terus meningkatkan kualitas belanja anggaran infrastruktur.
  • 19:00 WIB. OSO - OSO angkat bicara soal kekerasan terhadap jurnalis di munajat 212.
  • 17:48 WIB. Prabowo - Prabowo tidak akan menoleransi siapa pun yang melakukan korupsi.
  • 17:47 WIB. Proliga - Bola Voli putri Jakarta BNI 46 juara tiga Proliga 2019.

Petani Lebak Diminta Terapkan Rekayasa Teknologi

Foto Berita Petani Lebak Diminta Terapkan Rekayasa Teknologi
Warta Ekonomi.co.id, Lebak -

Petani Kabupaten Lebak diminta meningkatkan kualitas produksi komoditas pertanian sehingga bisa berdaya saing di pasaran domestik maupun mancanegara.

"Kita terus mendorong petani dapat meningkatkan kualitas produksi komoditas pertanian," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak Dede Supriatna saat meninjau produksi pertanian di areal "car free day" di Lebak, Minggu (15/10/2017).

Untuk meningkatkan kualitas produksi komoditas pertanian, pihaknya menginstruksikan seluruh kelompok tani di Kabupaten Lebak menerapkan rekayasa teknologi. Hal ini dikarenakan rekayasa teknologi tersebut tentu akan menghasilkan kualitas produksi sehingga bisa berdayang saing di pasar domestik hingga mancanegara.

Penerapan teknologi itu di antaranya petani wajib menggunakan benih unggul yang bersertifikasi juga pemupukan yang berimbang antara organik dan nonorganik. Petani padi bisa memakai pupuk KCL guna bobot buah lebih besar sehingga bisa menguntungkan pendapatan ekonomi petani. Selain itu petani dapat meningkatkan teknik budi daya melalui sistem jajar legowo, juga pemupukan yang benar.

"Kami yakin komoditas pertanian berkualitas dipastikan permintaan pasar cenderung meningkat, terlebih Lebak sebagai daerah penyangga Jakarta," katanya menjelaskan.

Menurut Dede, potensi pengembangan produk pertanian di Kabupaten Lebak cukup prospektif dan berpeluang untuk merebut pasar global karena didukung lahan yang begitu luas. Bahkan, di antaranya produk komoditas pertanian hortikultura menembus Pasar Mancanegara, seperti manggis dan rambutan tangkue. Produk unggulan pertanian hortikultura tersebut telah diekspor ke sejumlah negara di Timur Tengah dan Eropa.

Ia meminta petani terus meningkatkan kualitas komoditas pertanian lainnya, diantaranya hortikultura, palawija, dan pangan. Apalagi, saat ini sudah diberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sehingga dituntut meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Jika petani tidak mempersiapkan terlebih dahulu, dipastikan akan kalah bersaing dengan produk pertanian negara lain. "Kami mendorong petani bisa bersaing pada pasar bebas MEA itu," katanya.

Ia juga menyatakan, pihaknya terus mengembangkan berbagai jenis tanaman, baik pertanian padi dan palawija maupun hortikultura. Pengembangan tanaman hortikultura menjadikan skala prioritas karena permintaan pasar relatif tinggi dan menguntungkan petani. Pemerintah daerah kini mengembangkan sebanyak 17 komoditas tanaman hortikultura, di antaranya alpukat, belimbing, dukuh, sawo, durian, mangga, manggis, rambutan, pepaya, salak, pisang, nangka, dan nanas.

Pengembangan tanaman buah-buahan yang sudah berjalan di Kabupaten Lebak, yakni manggis di Kecamatan Cipanas, Bayah, Lebakgedong, Sobang, dan Muncang. Begitu juga durian di Kecamatan Leuwidamar, Gunungkencana, Cirinten, Muncang, dan Bojongmanik. Kawasan buah duku di Kecamatan Warunggunung, Cikulur, dan Cibadak. Komoditas mangga di Kecamatan Panggarangan, Malingping, Cihara, dan Bayah. Sementara rambutan dan salak di Kecamatan Maja, Cimarga Curugbitung, Rangkasbitung, Cijaku, Leuwidamar, dan Sajira.

Selain itu, Kabupaten Lebak sebagai lumbung pangan juga bisa memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Banten. Produksi beras Kabupaten Lebak hingga puluhan ton dipasok ke Jakarta dan Jawa Barat serta Lampung.

"Kami berharap petani bisa menerapkan teknologi sehingga bisa menghasilkan daya saing di pasaran," katanya.(FNH/Ant)

Tag: Lebak, Dede Supriatna, Dinas Pertanian

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Antara/Irwansyah Putra

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93