Portal Berita Ekonomi Kamis, 13 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:03 WIB. IHSG - Akhir sesi II, IHSG ditutup menghijau ,02% ke level 6.177,71. 
  • 15:07 WIB. BUVA - BUVA bentuk entitas anak perusahaan baru bernama PT Abirama Raya Prima.
  • 15:07 WIB. Bank Indonesia - BI imbau masyarakat waspadai peredaran Sertifikat Bank Indonesia (SBI) palsu. 
  • 14:04 WIB. Fintech - Ingat! Penyelenggara fintech tak boleh akses daftar kontak, gambar, dan informasi pribadi dari ponsel pengguna. 
  • 14:03 WIB. Fintech - Fintech P2P jadi alternatif pendanaan, namun masyarakat harus paham mendalam soal penyelenggaraan fintech.
  • 14:03 WIB. Fintech - Per 12/12/2018, jumlah fintech terdaftar berjumlah 78 penyelenggara. 
  • 14:03 WIB. Obligasi - Hari ini, BEI catatkan obligasi berkelanjutan I Angkasa Pura senilai Rp750 miliar.
  • 11:40 WIB. WhatsApp - WhatsApp sediakan tombol Group Call untuk iOS.
  • 11:39 WIB. Facebook - Facebook klaim eksekusi 1,5 miliar akun bodong.
  • 11:31 WIB. Instagram - Fitur anti-bullying Instagram dukung bahasa Indonesia.
  • 11:30 WIB. Rusia - Rusia diprediksi kejatuhan meteor tahun depan.
  • 11:29 WIB. Instagram - Instagram tes akun khusus untuk selebgram.
  • 11:28 WIB. Microsoft - Microsoft segera luncurkan aplikasi pesaing WhatsApp di Indonesia.

Harga Gas Produksi Pupuk USD 6/MMBTU Dinilai Kemahalan

Foto Berita Harga Gas Produksi Pupuk USD 6/MMBTU Dinilai Kemahalan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Direktur Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan saat ini harga gas menjadi permasalahan di balik melonjaknya harga pupuk di Indonesia. Menurutnya, bila dibandingkan dengan negara-negara lain, biaya produksi pupuk di Indonesia masih belum bisa bersaing.

Berdasarkan data yang dia punya, biaya produksi pupuk Indonesia salah satu yang termahal di dunia. Di Indonesia sendiri biaya produksi senilai USD 6/MMBTU, dua kali lipat harga produksi dari produsen lain.

"Di Indonesia pembiayaan pupuk tinggi. Produsen lain itu sekitar USD 1,5 sampai USD 3/MMBTU. Di indonesia itu, USD 6/MMBTU. Gas itu 70% mencakup dari komponen biaya yang harus dikeluarkan dalam produksi," ujar Aas di Kementerian BUMN, Senin (16/10/2017).

Tidak hanya harga gas yang tidak bersahabat, dampak dari pabrik-pabrik yang sudah tua juga menjadikan penggunaan gas menjadi tidak efisien. "Pabrik pupuk yang ada banyak yang tua. Pesaing kita banyak yang baru pabriknya sehingga pemakaian gas efisien. Di Palembang 42 tahun. Ditambah harga gas naik. Untuk rata-rata umur 30 tahun," lanjutnya.

Untuk jumlah suplai ketersediaan pupuk dunia, saat ini sudah over supply atau melebihi dari jumlah pemakaian. Tentunya ini akan membuat persaingan antar industri pupuk.

"Saat ini pupuk sedang ada tantangan berat. Suplai dunia 240 juta/ton, pemakaian 180 juta/ton. Artinya kita betul-betul sangat bersaing, yang menang perusahaan terbaik dan dengan cost rendah," ujar Aas.

Dirinya sudah mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta ke berbagai stakeholders terkait untuk dapat menyesuaikan harga gas. Termasuk ke Kementerian BUMN.

"Kalau orang tua saya kan kementerian BUMN, jadi saya sudah menyampaikan ke Bu Menteri BUMN dan Kementerian Perindustrian. Ya, pupuk Indonesia sudah minta. Tapi saya sudah alhamdulillah dengan pemerintah karena tadinya ada yang USD 9 ada USD 8, sekarang udah USD 6," pungkasnya.

Tag: PT Pupuk Indonesia (Persero) (Pupuk Indonesia Holding Company), Aas Asikin Idat, Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Penulis: Bambang Ismoyo

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Bambang Ismoyo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6115.577 38.990 621
2 Agriculture 1505.088 -1.455 20
3 Mining 1755.401 7.640 47
4 Basic Industry and Chemicals 834.495 13.819 71
5 Miscellanous Industry 1393.243 11.184 46
6 Consumer Goods 2499.289 15.900 49
7 Cons., Property & Real Estate 451.558 6.736 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1041.077 9.161 71
9 Finance 1164.990 2.978 91
10 Trade & Service 792.381 1.998 153
No Code Prev Close Change %
1 ZONE 298 446 148 49.66
2 SOTS 350 436 86 24.57
3 AKSI 286 344 58 20.28
4 KPAS 600 710 110 18.33
5 ESSA 272 314 42 15.44
6 PNSE 650 750 100 15.38
7 SSTM 450 510 60 13.33
8 TRAM 144 163 19 13.19
9 IBFN 246 278 32 13.01
10 YPAS 570 640 70 12.28
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 740 555 -185 -25.00
2 TFCO 780 610 -170 -21.79
3 OCAP 306 244 -62 -20.26
4 PDES 1,700 1,445 -255 -15.00
5 APEX 1,400 1,210 -190 -13.57
6 RIMO 162 142 -20 -12.35
7 RDTX 6,150 5,550 -600 -9.76
8 HDTX 140 127 -13 -9.29
9 YULE 220 200 -20 -9.09
10 MDKI 298 274 -24 -8.05
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 370 372 2 0.54
2 RIMO 162 142 -20 -12.35
3 KPAS 600 710 110 18.33
4 PTBA 4,280 4,310 30 0.70
5 ADRO 1,285 1,255 -30 -2.33
6 TLKM 3,620 3,650 30 0.83
7 TRAM 144 163 19 13.19
8 PTPP 1,900 2,020 120 6.32
9 WSKT 1,795 1,855 60 3.34
10 PGAS 2,060 2,130 70 3.40