Portal Berita Ekonomi Kamis, 18 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:00 WIB. Ekspor - Produksi meningkat 7,65%, ekspor hasil hutan perlu ditingkatkan.
  • 16:00 WIB. IHSG - IHSG ditutup hijau 0,14% di akhir sesi II.
  • 15:55 WIB. Kevin Spacey - Jaksa Massachusetts menarik kasus kriminal sex Kevin Spacey terhadap remaja pria 18 tahun.
  • 15:11 WIB. Donald Trump - Trump terus menyerang dengan isu ras kepada 4 senator AS sebagai "un-American.
  • 14:42 WIB. Perbankan - LPS akan menerapkan program PRP (program restrukturisasi perbankan) tahun depan.
  • 13:29 WIB. Apple - Apple jajal produksi AirPods di Vietnam.
  • 13:06 WIB. Rupiah - Rupiah melemah 0,27% ke level Rp13.942 per dolar AS.
  • 12:08 WIB. Hong Kong - China sudah menyiapkan rencana untuk mengatasi masalah chaos di Hong Kong.
  • 12:01 WIB. IHSG - IHSG ditutup minus 0,02% di akhir sesi I.
  • 11:45 WIB. Netflix - Jumlah pelanggan Netflix dari 60,2 juta pada kuartal I, menjadi 60,1 juta pada akhir Juni.

Dukung 1.000 Desa Organik, Sumut Siapkan Lahan 160 Hektar

Dukung 1.000 Desa Organik, Sumut Siapkan Lahan 160 Hektar - Warta Ekonomi
WE Online, Medan -
Salah satu masalah utama yang dihadapi dalam pertanian dengan sistem konvensional adalah terjadinya proses degradasi lahan pertanian secara terus menerus karena dibebani dengan pemberian pupuk kimia yang over intensive sehingga menurunnya kesuburan tanah.
 
Disamping itu juga berdampak jangka panjang pada kesehatan masyarakat selaku konsumen. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia dalam budidaya pertanian, maka pengembangan pertanian organik menjadi menarik perhatian baik ditingkat produsen maupun konsumen. Selain itu para konsumen yang mulai memilih bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan semakin meningkatkan permintaan terhadap produk organik.
 
"Bahkan pola hidup sehat yang ramah lingkungan sudah menjadi tren baru dan telah melembaga secara internasional yang mensyaratkan jaminan bahwa produk pertanian harus beratribut aman dikonsumsi (food savety atributtes), memiliki kandungan nutrisi tinggi (nutritional hight atributtes) dan ramah lingkungan (enviromentally friendly)," kata Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi MSi membuka seminar nasional Refleksi 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, 1.000 Desa Organik atau Organik di 1.000 Desa yang digelar di Hotel Danau Toba Medan, Kamis (19/10/2017).
 
Tengku Erry menyebutkan saat ini Provsu telah mengembangkan pertanian organik terutama untuk padi dan hortikultura. Bahkan pada tahun 2016 terdapat lima desa di Kabupaten Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Karo yang telah memperoleh sertifikat untuk tanaman padi dan palawija serta buah dan sayuran (semangka dan kacang kuning) dari lembaga sertifikasi organik seloliman (Ledsos) yang berpusat di Jawa Timur. Untuk tahun 2017 melalui dukungan pembiayaan dari Kementrian Pertanian sedang dirintis kegiatan fasilitasi penerapan budidaya padi organik di lima desa dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Simalungun dan Serdang Bedagai dengan total luas lahan 160 hektar.
 
"Hal ini diharapkan kedepan akan menjadi pemicu dan pemacu berkembangnya pertanian organik di Sumut. Pengembangan pertanian organik bukanlah pekerjaan yang mudah. Akan tetapi menghadapi banyak tantangan seperti kurangnya penagwasan dan sulitnya sertifikasi, serta minimnya pemahaman dan informasi yang dimiliki petani dalam pertanian organik. Namun demikian kita harus optimis program ini akan memberikan dampak positif dalam merubah pola pikir masyarakat tani tentang manfaat budidaya organik yang ramah lingkungan," ujarnya.
 
Untuk mewujudkan desa organik, dibutuhkan pendampingan yang intensif dari berbagai pihak terkait, termasuk didalamnya pemerintah melalui para penyuluh pertanian di lapangan dan pemerhati bidang pertanian seperti Yayasan BITRA Indonesia yang tujuan keberadaannya di masyarakat dalam mengembangkan sumber daya alam sumber daya manusia untuk meningkatkan taraf hidup, kesejahteraan sosial dan martabatnya.
 
Oleh karena itu Tengku Erry mengharapkan SKPD lingkup pertanian baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten Kota agar terus menerus mendorong pengembangan budidaya pertanian organik sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang sudah mulai mengarah kepada produk-produk yang bebas bahan kimia dan ramah lingkungan.
 
"Kepada para akademis, aliansi organik Indonesia dan stake holder terkait diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi teknologi budidaya organik untuk dapat disosialisasikan kepada aparat terdepan dalam pembangunan pertanian utamanya para penyuluh untuk ditransformasikan kepada para pelaku utama. Tingkatkan selalu kualitas produk unggulan pertanian kita sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar-pasar modern dan ekspor," harapnya.
 
Dalam kesempatan itu Tengku Erry juga menyampaikan Provinsi Sumut (Provsu) memiliki potensi yang cukup besar dalam pembangunan sektor pertanian baik tanaman pangan maupun hortikultura. 

Tag: Tengku Erry Nuradi, Sumatera Utara (Sumut)

Penulis: Khairunnisak Lubis

Editor: Vicky Fadil

Foto: Khairunnisak Lubis

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,744.80 3,707.38
British Pound GBP 1.00 17,469.01 17,293.50
China Yuan CNY 1.00 2,042.73 2,022.37
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,046.00 13,906.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,864.51 9,764.79
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,797.93 1,779.95
Dolar Singapura SGD 1.00 10,329.46 10,225.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,782.09 15,622.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,415.86 3,379.34
Yen Jepang JPY 100.00 13,045.42 12,914.19

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6394.609 -7.271 652
2 Agriculture 1360.695 -1.524 21
3 Mining 1639.706 -0.398 49
4 Basic Industry and Chemicals 799.891 -0.595 72
5 Miscellanous Industry 1259.816 -47.920 49
6 Consumer Goods 2371.485 22.616 53
7 Cons., Property & Real Estate 495.215 -0.879 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1230.336 -6.362 74
9 Finance 1326.341 -0.371 91
10 Trade & Service 817.488 -0.352 163
No Code Prev Close Change %
1 SSTM 400 500 100 25.00
2 KAYU 360 450 90 25.00
3 ARKA 665 830 165 24.81
4 GLOB 326 406 80 24.54
5 MINA 1,010 1,250 240 23.76
6 TALF 286 348 62 21.68
7 MTPS 1,050 1,200 150 14.29
8 OCAP 420 480 60 14.29
9 TOPS 605 665 60 9.92
10 WIIM 242 266 24 9.92
No Code Prev Close Change %
1 POSA 322 242 -80 -24.84
2 KIOS 620 515 -105 -16.94
3 CASS 730 620 -110 -15.07
4 DWGL 93 80 -13 -13.98
5 YULE 179 154 -25 -13.97
6 MYTX 72 63 -9 -12.50
7 INCF 82 72 -10 -12.20
8 INPP 820 720 -100 -12.20
9 ASBI 386 340 -46 -11.92
10 PALM 258 228 -30 -11.63
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 340 344 4 1.18
2 MNCN 1,445 1,420 -25 -1.73
3 POSA 322 242 -80 -24.84
4 ASII 7,450 7,100 -350 -4.70
5 IPTV 246 244 -2 -0.81
6 ANTM 895 900 5 0.56
7 BIPI 52 52 0 0.00
8 MAMI 93 94 1 1.08
9 SWAT 117 116 -1 -0.85
10 BBRI 4,550 4,520 -30 -0.66