Portal Berita Ekonomi Senin, 15 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:51 WIB. Israel - Israel akan bangun pemukiman baru di Hebron.
  • 18:51 WIB. Palestina - Israel tangkap 4 aktivis di kampung Badui Palestina.
  • 18:50 WIB. Impor - BPS: Impor Indonesia capai USD14,6 miliar pada September.
  • 18:49 WIB. Iran - Rouhani: AS berupaya ubah rezim di Iran.
  • 18:49 WIB. Israel - Liga Arab: Pembangunan pemukiman Israel semakin cepat.
  • 18:48 WIB. PBB - Organisasi pangan PBB berjanji untuk akhiri kelaparan.
  • 18:46 WIB. Afrika - Pakar: Pinjaman China mungkin jebakan utang bagi Afrika.
  • 18:42 WIB. Jepang - Indonesia dan Jepang tandatangani amandemen Bilateral Swap Arrangement.
  • 18:39 WIB. Palestina - Presiden Jokowi terima kunjungan Menteri Luar Negeri Palestina.
       
  • 18:34 WIB. Sulawesi - Indonesia akan bangun hunian baru untuk warga Palu.
  • 18:33 WIB. Turki - Ketua parlemen Turki: Teror global tak punya batasan.
  • 18:33 WIB. China - PBOC: China dalam jalur penuhi target pertumbuhan 6,5%.
  • 18:30 WIB. Arab Saudi - Media boikot acara 'Davos in the Desert' di Riyadh.
  • 18:28 WIB. Jepang - Jepang pertimbangkan untuk melarang penggunaan plastik.
  • 17:58 WIB. AP II - Konsep aerocity AP II bisa dimanfaatkan investor untuk membangun pusat perawatan pesawat.

Pengungsi Anak Rohingya di Bangladesh Dalam Kondisi Memprihatinkan

Foto Berita Pengungsi Anak Rohingya di Bangladesh Dalam Kondisi Memprihatinkan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Hampir 340.000 anak-anak Rohingya tinggal dalam kondisi kumuh di kamp-kamp Bangladesh dimana mereka kekurangan cukup makanan, air bersih dan perawatan kesehatan, Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Children’s Fund (UNICEF) mengatakan pada hari Jumat (20/10/2017).

“12.000 anak bergabung dengan mereka setiap minggunya, mereka melarikan diri dari tindak kekerasan atau kelaparan di Myanmar dan seringkali masih trauma dengan kekejaman yang mereka saksikan,” dikatakan dalam sebuah laporan "Outcast and Desperate".

Secara keseluruhan, hampir 600.000 pengungsi Rohingya telah meninggalkan negara bagian Rakhine utara sejak 25 Agustus ketika PBB mengatakan tentara Myanmar memulai kampanye "pembersihan etnis" menyusul serangan pemberontak Rohingya.

"Ini tidak akan menjadi jangka pendek, ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat," Simon Ingram, penulis laporan dan pejabat UNICEF, mengatakan dalam sebuah berita singkat, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (20/10/2017).

"Jadi sangat penting bahwa perbatasan tetap terbuka dan perlindungan untuk anak-anak diberikan dan sama-sama anak-anak yang lahir di Bangladesh memiliki kelahiran mereka terdaftar," ungkapnya.

"Kebanyakan Rohingya tidak memiliki kewarganegaraan di Myanmar dan banyak yang melarikan diri tanpa dokumen pendukung," ujarnya.

Dirinya menambahkan bayi-bayi yang baru lahir di Bangladesh: "Tanpa identitas mereka tidak memiliki kesempatan untuk berasimilasi ke dalam masyarakat manapun secara efektif," imbuhnya.

“Air minum dan toilet berada dalam "persediaan yang sangat kurang" di kamp-kamp dan juga permukiman yang notabene kacau dan padat,” pungkas Ingram setelah menghabiskan dua minggu di Cox's Bazar, Bangladesh.

Tag: Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA), Krisis Kemanusiaan Rohingya, Rohingya, Rakhine, Bangladesh, United Nations Children's Fund (Unicef)

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Mohammad Ponir Hossain

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,071.78 4,031.14
British Pound GBP 1.00 20,215.95 20,005.65
China Yuan CNY 1.00 2,209.20 2,187.21
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,270.00 15,118.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,875.29 10,764.02
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,948.90 1,929.37
Dolar Singapura SGD 1.00 11,118.39 11,003.71
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,722.36 17,544.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,677.75 3,637.63
Yen Jepang JPY 100.00 13,605.99 13,469.35

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5727.256 -29.234 610
2 Agriculture 1509.830 -12.368 20
3 Mining 1893.607 -32.593 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.721 -27.621 70
5 Miscellanous Industry 1188.324 -0.762 45
6 Consumer Goods 2415.354 -13.287 49
7 Cons., Property & Real Estate 400.482 -4.050 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1024.524 -8.265 70
9 Finance 1048.064 10.116 91
10 Trade & Service 788.569 -6.051 147
No Code Prev Close Change %
1 SURE 785 970 185 23.57
2 RBMS 144 174 30 20.83
3 SMCB 1,570 1,850 280 17.83
4 APEX 1,510 1,760 250 16.56
5 VRNA 109 127 18 16.51
6 MFMI 680 770 90 13.24
7 GMFI 272 304 32 11.76
8 TMPO 126 140 14 11.11
9 SONA 4,950 5,500 550 11.11
10 TIRA 138 153 15 10.87
No Code Prev Close Change %
1 INKP 14,300 11,700 -2,600 -18.18
2 PANI 248 210 -38 -15.32
3 ASJT 392 332 -60 -15.31
4 LPCK 1,625 1,385 -240 -14.77
5 DIGI 930 805 -125 -13.44
6 TKIM 11,600 10,050 -1,550 -13.36
7 KONI 238 210 -28 -11.76
8 AKPI 930 825 -105 -11.29
9 MLPT 890 790 -100 -11.24
10 LPIN 1,005 900 -105 -10.45
No Code Prev Close Change %
1 SKRN 1,310 1,185 -125 -9.54
2 TKIM 11,600 10,050 -1,550 -13.36
3 INKP 14,300 11,700 -2,600 -18.18
4 SMCB 1,570 1,850 280 17.83
5 RBMS 144 174 30 20.83
6 PGAS 2,120 2,040 -80 -3.77
7 KPIG 131 133 2 1.53
8 MNCN 755 745 -10 -1.32
9 BBRI 2,950 3,000 50 1.69
10 TLKM 3,680 3,660 -20 -0.54