Portal Berita Ekonomi Kamis, 22 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:22 WIB. New York - The broad-based S&P 500 shed 14.93 points (0.55 per cent) to end the session at 2,701.33 on Wednesday (21/2).
  • 06:21 WIB. New York - The Dow Jones Industrial Average lost 166.97 points (0.67 per cent) to close at 24,797.78 on Wednesday (21/2).
  • 06:19 WIB. Jasindo - Jasindo mencatat pembayaran klaim Asuransi Usaha Tani Padi sebesar Rp145 miliar pada 2017.
  • 06:17 WIB. Kemenperin - Kemenperin mendorong transaksi daring dari para IKM dapat meningkat hingga tiga kali lipat pada tahun ini.
  • 06:17 WIB. Impor - Kementerian Perdagangan memastikan impor beras akan terus berlanjut.
  • 06:15 WIB. Obligasi - Angkasa Pura I berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp6 triliun pada kuartal IV-2018.
  • 06:15 WIB. Smelter - Eramet SA masih berdiskusi dengan Pemda Maluku Utara terkait rencana pembangunan smelter nikel.
  • 06:13 WIB. Kelapa Sawit - Kementan meminta produsen benih menyelesaikan proses transplanting sebelum akhir Maret 2018.
  • 06:12 WIB. Wokee - Bank Bukopin membidik tambahan raihan fee based income mencapai Rp30 miliar melalui Wokee.
  • 20:52 WIB. AP I - Angkasa Pura I menawarkan sejumlah insentif bagi maskapai yang berminat membuka rute penerbangan baru.
  • 20:40 WIB. SMF - Sarana Multigriya Finansial mencatatkan laba bersih unaudited mencapai Rp400 miliar pada 2017.
  • 20:38 WIB. SMF - Sarana Multigriya Finansial menargetkan pendapatan tahun ini mencapai Rp1,3 triliun.
  • 20:37 WIB. HRTA - Hartadinata Abadi mengatakan akan memperbesar pendapatan dari wholesale.
  • 20:35 WIB. MEDC - Medco Energi Internasional mengusulkan pajak bunga surat utang luar negeri diturunkan menjadi 15%.
  • 20:34 WIB. HRTA - Hartadinata Abadi berhasil meningkatkan kapasitas produksi menjadi 730 kilogram per bulan.

Lagi Pidato Batuk-batuk, Menteri Rini Langsung Antar Air ke Menteri Darmin

Foto Berita Lagi Pidato Batuk-batuk, Menteri Rini Langsung Antar Air ke Menteri Darmin
Warta Ekonomi.co.id, Mandalika -

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution terserang batuk saat memberikan sambutan di Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) terkait kebutuhan dana tambahan untuk pengelola pantai Mandalika.

"Kami akan mendukung ITDC yang sedang mencari tambahan dana sebesar Rp3 triliun dari pasar untuk menyeselesaikan," kata Darmin yang terputus karena batuk di peresmian Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (20/10/2017).

Tak lama Menteri BUMN Rini Soemarno pun mengantarkan segelas air putih ke podium tempat Darmin berbicara sehingga Darmin dapat menyelesaikan sambutannya.

"Sehingga dengan selesai pembangunan insfrastrukur akan mendorong selesainya pemangunan di daerah ini," ungkap Darmin menyudahi pidatonya tanpa meminum air yang sudah disuguhkan oleh Rini.

Pada awal sambutannya, Darmin mengatakan bahwa di Mandalika Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional dijadikan satu.

"Dalam mendorong pengingkatan kesejahteraan masyarakat berbagai upaya ini sangat diperlukan karena masyarakat kita sangat membutuhkan infrastruktur dan basis untuk berusaha. Pemerintah bekerja sama dengan pemerintah daerah mendorong pengembangan KEK, kawasaan industri dan kawasan strategis pariwisata nasional," kata Darmin.

Hingga saat ini terdapat 12 KEK yang telah ditetapkan, terdiri atas 8 KEK manufaktur yang fokusnya pada industri manufaktur dan 4 KEK pariwisata.

Dari 12 KEK itu sebanyakan 4 KEK sudah beroperasi yaitu Sei Mangke Sumatera Utara, Tanjung Lesung Banten, Palu Sulawesi Tengah dan Mandalika Nusa Tenggara Barat.

"Pagi ini Presiden meresmikan beroperasinya KEK Mandalika yang diharapkan sampai akhir tahun akan terdapat 2 KEK lagi yang beroperasi yaitu KEK Lhoksumawe dan Galang Batan di Bintan, 6 KEK lain baru akan beroperasi pada pertengahan tahun pertama 2018," ungkap Darwin.

Aliran investasi hingga Juli 2017 dalam bentuk komitmen investasi sebesar Rp221 triliun ke 12 KEK. Harapannya pada 2030 KEK dapat menarik investasi sebesar Rp726 triliun.

"Pembangunan dan pengelolaan Mandalika adalah PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang difokuskan pada kegiatan utama pariwisata bahkan diproyeksikan akan memiliki 10 ribu kamar hotel dengan target 2000 kamar hotel pada 2019, sirkuit balap kelas dunia, convention center dan 7 hotel yang diperkirakan akan sudah terealisasi pada 2019," jelas Darmin.

Satu hal yang perlu jadi perhatian adalah bagaimana masyarakat setempat dapat maksimalkan kehadiran KEK Mandalika untuk tingkatkan kesehanteraaan dan perlu didorong agar masyarakt setempat betul menjadi bagian pengembangan kawasan.

"Manfaat bagi masyarakat sebetulnya sudah terlihat bertumbuh pesat di luar kawasan. Sebelum kawasannya berkembang, masyarakatnya sudah mulai mengembangkan 'homestay', kafe dan industri kreatif dan perlu penataan dan standar yang baik agar jadi lingkungan yang menarik bagi pengembangan KEK Mandalika," jelas Darmin.

Untuk pembangunan infrasktruktur dasar, memanfaatkan penyertaan modal negara sebesar Rp250 miliar. ITDC telah mencatat aliran investasi sebanyak Rp13 triliun dengan Rp4,1 triliun yang sedang berjalan mencakup 5 hotel bintang 5 yakni hotel Pullman, Club Med, Royal Tulip, X2, dan hotel paramount dan "seawater reverse osmosis" berkapasitas 3000 meter kubik per hari. (VF/Ant)

Tag: Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian), Darmin Nasution, Rini Soemarno, Mandalika

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Jamkrindo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,639.71 3,603.35
British Pound GBP 1.00 19,103.18 18,908.79
China Yuan CNY 1.00 2,152.05 2,130.60
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,650.00 13,514.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,753.47 10,639.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,744.57 1,727.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,355.03 10,247.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,842.74 16,672.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,496.41 3,458.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,681.16 12,552.48

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6643.400 -19.476 572
2 Agriculture 1668.809 20.811 19
3 Mining 2008.314 22.080 44
4 Basic Industry and Chemicals 761.066 2.970 69
5 Miscellanous Industry 1368.989 -17.055 43
6 Consumer Goods 2837.898 -13.003 47
7 Cons., Property & Real Estate 538.221 -6.696 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1173.358 2.504 62
9 Finance 1218.657 -5.065 90
10 Trade & Service 944.811 -5.448 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 50 67 17 34.00
2 DEWA 50 65 15 30.00
3 BMSR 188 228 40 21.28
4 BOSS 935 1,120 185 19.79
5 AKPI 720 820 100 13.89
6 TRUS 300 338 38 12.67
7 AGRS 620 695 75 12.10
8 TIRA 252 280 28 11.11
9 MBAP 3,650 3,960 310 8.49
10 INRU 900 975 75 8.33
No Code Prev Close Change %
1 TALF 430 344 -86 -20.00
2 JSPT 2,110 1,710 -400 -18.96
3 ATIC 775 665 -110 -14.19
4 MFMI 710 615 -95 -13.38
5 VICO 312 272 -40 -12.82
6 BPFI 715 625 -90 -12.59
7 IKAI 404 354 -50 -12.38
8 BRNA 1,330 1,190 -140 -10.53
9 TRST 430 396 -34 -7.91
10 WOMF 266 246 -20 -7.52
No Code Prev Close Change %
1 ENRG 262 268 6 2.29
2 DEWA 50 65 15 30.00
3 MEDC 1,275 1,365 90 7.06
4 BUMI 328 340 12 3.66
5 IKAI 404 354 -50 -12.38
6 BRMS 85 90 5 5.88
7 GDST 93 92 -1 -1.08
8 PGAS 2,630 2,720 90 3.42
9 BMTR 650 655 5 0.77
10 ELTY 50 50 0 0.00