Portal Berita Ekonomi Senin, 22 Oktober 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:20 WIB. WEGE - WEGE membukukan penjualan senilai Rp215 miliar dari proyek apartemen Tamansari Mahogany, Karawang.
  • 18:18 WIB. PLN - PLN menerbitkan global bond dengan jumlah pokok kurang lebih US$1,5 miliar.
  • 18:17 WIB. Pertamina - Pertamina sudah memulai kick off untuk roadshow penawaran obligasi global.
  • 18:16 WIB. Pertamina - Pertamina mengincar dana hingga US$4 miliar lewat global bond.
  • 18:12 WIB. Mandiri - Pada kuartal III-2018 Mandiri mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) gross 3,01%.
  • 18:11 WIB. BNI - BNI dan Mandiri mencatatkan penurunan biaya kredit di kuartal III.
  • 17:56 WIB. Hukum - Polri bantah tuduhan kriminalisasi terhadap Ahmad Dhani.
  • 17:55 WIB. Nasionall - Menteri Susi: OOC Bali akan dihadiri 1.900 delegasi.
  • 17:55 WIB. Daerah - PLN jamin ketersediaan listrik KEK Sei Mangkei.
  • 17:55 WIB. Politik - Ma'ruf Amin: saya masih setengah baya.
  • 17:55 WIB. Hukum - Polda Metro Jaya perpanjang masa penahanan Ratna Sarumpaet.
  • 17:54 WIB. Nasional - Presiden Jokowi ajak santri jadi pelopor persatuan bangsa.
  • 16:20 WIB. Industri - Trans Retail Indonesia: Kami akan lebih sibuk mempersiapkan tujuh gerai baru di kuartal IV. 
  • 15:59 WIB. BTPN Syariah - Melewati kuartal III tahun 2018, BTPS capai pertumbuhan pembiayaan sebesar 21% atau setara Rp6,96 triliun. 
  • 15:28 WIB. TBIG - TBIG beri pinjaman Rp628 miliar ke SKP guna pembayaran sebagaian fasilitas pinjaman revolving

Hartadinata Abadi Bukukan Laba Bersih Rp95 Miliar Hingga September

Foto Berita Hartadinata Abadi Bukukan Laba Bersih Rp95 Miliar Hingga September
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) produsen dan penyedia perhiasan emas di Indonesia menyatakan bahwa laba bersih perseroan pada kuartal ketiga tahun 2017 mencapai sebesar Rp95 miliar naik  28.4 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun 2016, sebesar Rp75 miliar. 

Peningkatan tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 13.1 persen menjadi Rp1,860 triliun dibandingkan periode sebelumnya. Pendapatan operasional berasal dari penjualan wholesaler yang memberikan kontribusi 91,69 persen, toko milik sendiri 8.30 persen, dan wara laba 0.01 persen. 

"Kinerja perusahaan telah berjalan dengan baik, sesuai dengan komitmen kami untuk senantiasa memberikan nilai kepada para pemegang saham, yaitu dengan menjadi perusahaan yang lebih terbuka dan profesional, memiliki landasan bisnis yang kuat dan senantiasa menerapkan Good Corporate Governance,” ujar Sandra Sunanto, Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk, dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (20/10/2017).

Penjualan didominasi oleh pasar segmen kelas menengah yang berkontribusi 70 persen terhadap total penjualan perusahaan sehingga perusahaan meningkatkan penetrasi ke pasar kelas ini. 

Selama kuartal ketiga 2017 ini, Hartadinata telah membuka 5 toko perhiasan emas baru di Bandung, Jakarta, Batam, dan Banten yang terdiri dari 5 toko ACC, yang menyasar pada kelas menengah bawah. Perusahaan juga bekerja sama dengan Matahari Department Store untuk meningkatkan daya saing dengan memasuki pasar-pasar baru dengan membuka saluran distribusi yang mudah diakses.

"Dalam kuartal ketiga ini, kinerja perusahaan sesuai dengan apa yang kami rencanakan yang tercermin dari  peningkatan penjualan yang tinggi, pembukaan banyak saluran distribusi/toko baru, dan juga ekspansi perusahaan ke luar Jawa Barat," tambah Sandra Sunanto. Perseroan pun akan terus meluaskan pasarnya dan mengembangkan desain-desain perhiasan yang menghasilkan produk-produk Hartadinata yang memiliki keunikan tersendiri.

Industri perhiasan emas Indonesia merupakan sektor yang berpotensi dan tumbuh dengan pesat disebabkan pasar yang besar dan terus tumbuhnya industri ritel. Selain itu, perhiasan emas menawarkan nilai investasi yang stabil. Kalangan menengah dan menengah atas terus bertumbuh dengan kuat yang memberikan peluang besar bagi pertumbuhan perusahaan di masa depan. Hal ini ditandai dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) 16.9 persen dari 2011 hingga 2016.

Kinerja Hartadinata Abadi menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan dalam tiga tahun terakhir dimana pendapatan tumbuh tinggi dengan CAGR sebesar 33.1 persen dari Rp1.355 juta di tahun 2014 menjadi Rp2.193 juta di 2016.

Hartadinata Abadi telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juni 2017, dengan kode perdagangan HRTA, termasuk dalam Sektor Consumer Goods dan Sub Sektor Others. HRTA menawarkan 1.105.262.400 (satu miliar seratus lima juta dua ratus enam puluh dua ribu empat ratus) lembar saham, yang keseluruhannya merupakan saham baru, dengan nilai nominal Rp100 (seratus rupiah) per lembar saham. Jumlah tersebut setara dengan 24 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor HRTA setelah IPO. HRTA menghimpun dana dari pasar modal  sebesar Rp331 miliar.

Dana yang diperoleh dari hasil IPO 50 persen akan digunakan untuk refinancing pinjaman modal kerja. Sementara 50 persen sisa dana IPO akan digunakan untuk 42 persen pembelian bahan baku, 6 persen pembelian mesin, dan 2 persen untuk pembentukan dan penerapan aplikasi sistem e-commerce.

Tag: PT Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto, Bursa Efek Indonesia (BEI)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Fauziah Nurul Hidayah

Foto: Cahyo Prayogo

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,069.51 4,028.57
British Pound GBP 1.00 19,946.12 19,746.03
China Yuan CNY 1.00 2,205.21 2,183.26
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 15,268.00 15,116.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,849.44 10,739.92
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,947.25 1,927.84
Dolar Singapura SGD 1.00 11,081.43 10,967.13
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,573.47 17,397.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,672.84 3,632.78
Yen Jepang JPY 100.00 13,569.14 13,432.86

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5840.435 3.144 610
2 Agriculture 1570.332 -4.068 20
3 Mining 1918.413 8.447 47
4 Basic Industry and Chemicals 757.577 0.126 70
5 Miscellanous Industry 1252.288 -2.704 45
6 Consumer Goods 2470.043 -1.914 49
7 Cons., Property & Real Estate 411.035 1.920 71
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1064.616 17.661 70
9 Finance 1050.751 -3.316 91
10 Trade & Service 788.480 -4.485 147
No Code Prev Close Change %
1 MINA 472 585 113 23.94
2 MPRO 254 314 60 23.62
3 IBFN 324 400 76 23.46
4 BCAP 135 159 24 17.78
5 DART 250 294 44 17.60
6 UNIC 3,400 3,930 530 15.59
7 SKYB 138 159 21 15.22
8 LPGI 3,550 4,050 500 14.08
9 SHIP 950 1,065 115 12.11
10 MYTX 126 138 12 9.52
No Code Prev Close Change %
1 NICK 159 140 -19 -11.95
2 MAYA 8,150 7,275 -875 -10.74
3 LPPF 5,625 5,025 -600 -10.67
4 PBSA 770 690 -80 -10.39
5 INCF 125 114 -11 -8.80
6 JKON 505 466 -39 -7.72
7 BMAS 368 340 -28 -7.61
8 MMLP 530 490 -40 -7.55
9 INCI 610 565 -45 -7.38
10 VINS 96 89 -7 -7.29
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 344 362 18 5.23
2 LPPF 5,625 5,025 -600 -10.67
3 KPIG 135 138 3 2.22
4 PGAS 2,270 2,340 70 3.08
5 ISAT 2,680 2,840 160 5.97
6 PTBA 4,540 4,610 70 1.54
7 PNLF 286 288 2 0.70
8 FREN 99 105 6 6.06
9 BBCA 23,375 23,150 -225 -0.96
10 WSKT 1,540 1,600 60 3.90